JAKARTA: Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta sering kesulitan melacak keberadaan sumur air tanah dalam yang dibuat secara illegal oleh sejumlah industri dan kegiatan usaha properti di Ibu Kota.
Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD DKI Mudarisin mengatakan pihaknya menduga masih terdapat banyak industri atau properti yang memiliki sumur air tanah dalam dengan alasan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Jakarta (PDAM Jaya) yang terbatas.
"Mereka biasanya menyembunyikan sumur itu di tempat yang tidak mudah ditemukan, selain karena lahan industri atau properti yang cukup luas, juga letaknya benar-benar tersembunyi sehingga perlu ekstra kesabaran untuk menemukan," katanya di Jakarta hari ini.
Dia mengatakan sejumlah sumur air tanah dalam yang tidak memiliki perizinan berada di tempat yang benar-benar tersembunyi, misalnya di sudut dalam ruang gudang dan di bawah perpipaan PDAM Jaya yang ada di areal milik milik industri atau bangunan properti.
Adapun kecurigaan petugas terhadap keberadaan sumur air dalam illegal tersebut, lanjutnya, berawal dari tingkat konsumsi air bersih dari PDAM Jaya, yang dipasok oleh PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya, berada jauh di bawah kebutuhan riilnya.
Menurut Mudarisin sampai sekarang ini BPLHD DKI baru menerbitkan izin pembangunan dan pengoperasian sumur air tanah dalam untuk kegiatan industri dan properti sebanyak 4.011 unit yang tersebar di 5 wilayah kota Jakarta.
Pemberian izin sumur air tanah dalam tersebut direkomenasikan untuk kedalaman 40m-140 m yang kini baru termanfaatkan sekitar 20 juta m3 per tahun dari total seluruh potensinya yang mencapai 77 juta m3 per tahun.
[Sumber: http://web.bisnis.com/sektor-riil/properti/1id212327.html]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Senin, 04 Oktober 2010
Jumat, 01 Oktober 2010
Imbal Keuntungan Investasi Properti Berkisar 11,4 Persen
Dibandingkan dengan negara-negara di Asia, pasar properti di Indonesia paling menarik. Pe ma in nya masih didominasi pengu saha properti lokal. Di sisi lain aliran dana asing seperti China, India dan Hong Kong mengalir deras ke pasar properti nasional.
Hal itu dikemukakan Pre siden Direktur dan Chief Exe cutive Offi cer (CEO) PT Ba krie land Development Tbk Hiram syah S. Thaib di Jakarta, belum lama ini menanggapi pros pek bis nis properti di Jabode tabek.
Dia mengatakan, akibat kasus sub prime mortgages atau kredit macet perumahan di Amerika pada 2008, membuat harga ru mah jatuh dan beberapa perusa haan keuangan gulung tikar.
“Saat ini, dunia tengah mema suki tahap pemulihan akibat kri sis ekonomi, pemerintah Ame rika Serikat menerbitkan sejum lah pa ket stimulus, dana talangan ter hadap perusahaan yang bang krut termasuk perusahaan keu angan, serta berbagai upaya lainnya,” terang Hiramsyah.
Ketika sektor properti di ne gara-negara Eropa dan Amerika mengalami kesulitan keuangan, kata dia, justru investasi properti di negara-negara Asia justru ber gairah dan penjualannya sangat prospektif.
Dia mengatakan, jika melihat sasaran investasi di sektor pro perti Asia Tenggara masih da lam daftar teratas di kalangan investor.
“Harga properti per meter persegi di Asia Tenggara masih lebih murah dibanding kan Hong Kong dan Jepang. Se perti di In do nesia untuk apar temen yang memiliki lokasi premium di pu sat kota hanya dihargai 1.381 dolar AS per meter persegi dengan ke untungan (yield) 11,4 persen ter tinggi di ka wasan ini,” terang Hi ramsyah.
Dikatakan, saat ini, investor Jepang, India dan Singapura te ngah mengincar pasar real es tate di Indonesia. Apalagi, jangka pan jang kondisi ekonomi dan sosial politik di Indonesia diper kirakan lebih stabil.
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Apartemen St Moritz Tawarkan Unit Eksklusif
JAKARTA, The St. Moritz Penthouses & Residences kini menawarkan apartemen dengan unit-unit eksklusif The New Royal Suite Tower.
"Peluncuran unit-unit eksklusif ini merupakan fase kedua setelah penjualan perdana The New Royal Suite Tower pada akhir Juli 2010 lalu. Unit-unit eksklusif ini dihadirkan untuk memenuhi permintaan konsumen,” jelas Michael Riady, CEO St. Moritz Penthouses & Residences, Kamis (30/7/10).
Unit-unit eksklusif seharga Rp 1,6 miliar sampai Rp 2 miliar ini memiliki view luar biasa, karena ada yang menghadap langsung ke master piece St.Moritz Penthouses & Residences, seperti fasilitas Bill Bensley Exotic Spa and Country Club dengan kolam renang spektakuler dan landskap serasa di Hawaii, Amerika Serikat.
The St. Moritz Penthouses & Residences memberikan berbagai kemudahan bagi para pembeli unit eksklusif ini. Salah satunya adalah cara pembayaran yang istimewa, yaitu cicilan mulai dari Rp 6 juta/bulan hingga 24 bulan.
Selain itu, konsumen juga dapat menikmati fasilitas dukungan KPA dari bank-bank terkemuka seperti Permata Bank, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, BII dan BNI.
Jika proses pembangunan St. Moritz Penthouses & Residences telah selesai secara keseluruhan dan dilengkapi berbagai fasilitas dan infrastruktur baru dengan standar internasional, harga per meter persegi di kawasan St. Moritz Penthouses & Residences diperkirakan akan mencapai Rp 30 juta/meter persegi.
Unit-unit eksklusif tersebut seharga Rp 1,6 miliar sampai Rp 2 miliar memiliki view luar biasa, karena ada yang menghadap langsung ke master piece St.Moritz Penthouses and Residences
ini dikarenakan masyarakat kelas high end telah mengakui The St. Moritz Penthouses & Residences sebagai salah satu dari hanya beberapa proyek apartemen premium di Jakarta dan satu-satunya proyek apartemen premium di Jakarta Barat. Sehingga mereka bisa tinggal dekat dengan orangtua, tempat kerja, beribadah dengan fasilitas kualitas dunia dan menikmati kehidupan kelas bintang lima, sekaligus kenaikan dari harga apartemennya di masa mendatang karena lokasinya yang sangat strategis.
"Artinya, para pembeli unit-unit eksklusif The New Royal Suite Tower dipastikan memperoleh nilai tambah terbaik. Jadi, kini saat yang tepat untuk bergabung dengan membeli unit-unit eksklusif The New Royal Suite Tower,” jelas Michael Riady.
Proses konstruksi The New Royal Suite Tower telah dimulai dengan dilakukannya piling progress di lokasi proyek.
Pembangunan yang semakin pesat saat ini di wilayah Jakarta Barat yang meliputi kawasan bisnis dan hunian, pada prinsipnya merupakan jawaban terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan terhadap hadirnya sarana dan prasarana dengan standar internasional.
Ini juga berarti terbukanya peluang besar untuk melakukan investasi strategis terhadap proyek-proyek properti yang prospektif seperti halnya The St. Moritz Penthouses & Residences. “Dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi yang akan tercipta di wilayah Jakarta Barat di masa mendatang, melakukan investasi strategis di The St. Moritz Penthouses & Residences adalah tindakan yang tepat bagi para investor maupun konsumen," kata Michael.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/30/16241410/Apartemen.St.Moritz.Tawarkan.Unit.Eksklusif-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
"Peluncuran unit-unit eksklusif ini merupakan fase kedua setelah penjualan perdana The New Royal Suite Tower pada akhir Juli 2010 lalu. Unit-unit eksklusif ini dihadirkan untuk memenuhi permintaan konsumen,” jelas Michael Riady, CEO St. Moritz Penthouses & Residences, Kamis (30/7/10).
Unit-unit eksklusif seharga Rp 1,6 miliar sampai Rp 2 miliar ini memiliki view luar biasa, karena ada yang menghadap langsung ke master piece St.Moritz Penthouses & Residences, seperti fasilitas Bill Bensley Exotic Spa and Country Club dengan kolam renang spektakuler dan landskap serasa di Hawaii, Amerika Serikat.
The St. Moritz Penthouses & Residences memberikan berbagai kemudahan bagi para pembeli unit eksklusif ini. Salah satunya adalah cara pembayaran yang istimewa, yaitu cicilan mulai dari Rp 6 juta/bulan hingga 24 bulan.
Selain itu, konsumen juga dapat menikmati fasilitas dukungan KPA dari bank-bank terkemuka seperti Permata Bank, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, BII dan BNI.
Jika proses pembangunan St. Moritz Penthouses & Residences telah selesai secara keseluruhan dan dilengkapi berbagai fasilitas dan infrastruktur baru dengan standar internasional, harga per meter persegi di kawasan St. Moritz Penthouses & Residences diperkirakan akan mencapai Rp 30 juta/meter persegi.
Unit-unit eksklusif tersebut seharga Rp 1,6 miliar sampai Rp 2 miliar memiliki view luar biasa, karena ada yang menghadap langsung ke master piece St.Moritz Penthouses and Residences
ini dikarenakan masyarakat kelas high end telah mengakui The St. Moritz Penthouses & Residences sebagai salah satu dari hanya beberapa proyek apartemen premium di Jakarta dan satu-satunya proyek apartemen premium di Jakarta Barat. Sehingga mereka bisa tinggal dekat dengan orangtua, tempat kerja, beribadah dengan fasilitas kualitas dunia dan menikmati kehidupan kelas bintang lima, sekaligus kenaikan dari harga apartemennya di masa mendatang karena lokasinya yang sangat strategis.
"Artinya, para pembeli unit-unit eksklusif The New Royal Suite Tower dipastikan memperoleh nilai tambah terbaik. Jadi, kini saat yang tepat untuk bergabung dengan membeli unit-unit eksklusif The New Royal Suite Tower,” jelas Michael Riady.
Proses konstruksi The New Royal Suite Tower telah dimulai dengan dilakukannya piling progress di lokasi proyek.
Pembangunan yang semakin pesat saat ini di wilayah Jakarta Barat yang meliputi kawasan bisnis dan hunian, pada prinsipnya merupakan jawaban terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan terhadap hadirnya sarana dan prasarana dengan standar internasional.
Ini juga berarti terbukanya peluang besar untuk melakukan investasi strategis terhadap proyek-proyek properti yang prospektif seperti halnya The St. Moritz Penthouses & Residences. “Dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi yang akan tercipta di wilayah Jakarta Barat di masa mendatang, melakukan investasi strategis di The St. Moritz Penthouses & Residences adalah tindakan yang tepat bagi para investor maupun konsumen," kata Michael.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/30/16241410/Apartemen.St.Moritz.Tawarkan.Unit.Eksklusif-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Hari Habitat Dunia Targetkan Kota Lebih Baik
JAKARTA, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada bulan Oktober 2010 ini akan menyelenggarakan peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) Tahun 2010 di Jakarta.
Tema ini menekankan pada pentingnya kualitas kota untuk menunjang kehidupan yang lebih baik, yang dapat mendorong potensi dan peluang, mengurangi kesenjangan serta menyediakan hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.-- Oswar Mungkasa
Penyelenggaraan peringatan HHD 2010, yang ditetapkan oleh Majelis PBB jatuh setiap Senin pertama bulan Oktober ini diharapkan dapat mengingatkan dunia akan tanggung jawab bersama untuk masa depan permukiman yang lebih baik.
“Tema HHD 2010 adalah “Better City, Better Life” atau “Menuju Kota dan Kehidupan Lebih Baik”. Sedangkan peringatan HHD akan jatuh pada hari Senin tanggal 4 Oktober 2010,” ujar Ketua Tim Pelaksana HHD 2010, Oswar Mungkasa, pada saat Rapat Koordinasi Panitia HHD 2010 di Ruang Prambanan, Jakarta, Rabu (29/9).
Menurut Oswar, tema ini menekankan pada pentingnya kualitas kota untuk menunjang kehidupan yang lebih baik, yang dapat mendorong potensi dan peluang, mengurangi kesenjangan serta menyediakan hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan perayaan global HHD akan berlangsung di Shanghai, RRC pada tanggal 4 Oktober 2010.
Oswar yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenpera menambahkan, peringatan HHD 2010 di Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak (pemerintah pusat/daerah, pihak swasta, perguruan tinggi, masyarakat) serta mendorong pemikiran atas kondisi permukiman saat ini.
Sedangkan tujuannya adalah memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai isu perumahan dan permukiman dan mendorong peran serta pemangku kepentingan bidang perumahan dan permukiman dalam kegiatan yang mendukung peningkatan pemahaman akan makna HHD dan implementasi Agenda Habitat, terutama generasi muda karena tanggung jawab keberlanjutan dunia di masa depan berada di tangan mereka.
“Salah satu keprihatinan dunia adalah meningkatnya perkotaan secara pesat. Sedangkan kemampuan pengelolaan sumberdaya di perkotaan masih terbatas,” terangnya.
Lebih lanjut, Oswar menerangkan bahwa untuk dapat mewujudkan “Kota yang Lebih Baik”, pihaknya ke depan juga akan melakukan berbagai upaya untuk menyosialisasikan pentingnya perumahan bagi sebuah bangsa dan mendorong keterlibatan berbagai pihak, baik di tingkat pemerintah pusat/provinsi, kota/kabupaten maupun di lingkungan masyarakat.
Selain itu, imbuh Oswar, sebagai peringatan puncak HHD akan dilakukan peluncuran buku bertajuk “Kilas Balik Perumahan 1900-2000” dan “Mengusik Tata Penyelenggaraan Lingkungan Hidup dan Permukiman” pada tanggal 18 Oktober 2010 yang akan datang.
Dalam mendukung kampanye peringatan HHD, pihaknya juga merencanakan berbagai kegiatan pendukung, yaitu talkshow di media massa, seminar/forum diskusi tentang pembangunan perumahan, tur hijau kampung kota, tur permukiman layak huni, jambore sanitasi serta youth urban forum di Surabaya.
“Kami berharap peringatan HHD 2010 bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia akan pentingnya perumahan untuk masa depan sebuah bangsa. Sedangkan melalui peluncuran buku, kami ingin agar dapat diperoleh informasi tentang perumahan yang dapat dibaca serta dipahami oleh semua pihak dan memberikan makna tersendiri dalam peringatan HHD,” harapnya.
Informasi tentang penyelenggaran peringatan HHD Tahun 2010 ini juga dapat dilihat pada alamat situs http://www.habitat-indonesia.or.id.
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Porsi KPR di Indonesia Sangat Mini
NUSA DUA, Porsi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia ternyata sangat mini. Saat ini, rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) baru sebesar 3 persen. Padahal, di negara-negara maju rasio penyaluran KPR terhadap PDB sudah menyentuh angka 50 persen.
Jika sensus Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan PDB Indonesia mencapai Rp 6.370 triliun, penyaluran KPR baru sebesar Rp 191,1 triliun. Bandingkan dengan total kredit perbankan yang mencapai Rp 1.632,1 triliun pada pertengahan September 2010 atau 25,62 persen dari PDB.
Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S. Thaib mengatakan, penyaluran KPR di Indonesia ketinggalan jauh dari KPR di Inggris atau Amerika Serikat yang mencapai 50 persen PDB, bahkan lebih. Rasio KPR Indonesia hanya beda tipis dari rasio KPR India yang mencapai 5 persen.
"Meski KPR negara maju sudah tinggi, mereka masih berani memberikan insentif di sektor properti," ujar Hiramsyah di sela-sela The 25th Pan Pacific Conference of Real Estate Appraiser, Valuers, and Counselors, di Nusa Dua, Bali. Ia menilai, pertumbuhan KPR harus didorong mengingat di Indonesia ada kekurangan pasokan rumah sebanyak 8 juta unit. Angka ini setiap tahun bertambah sekitar 1 juta unit.
Hiramsyah menegaskan, pemerintah tidak perlu takut memberikan insentif khususnya ke sektor properti kelas menengah ke bawah. Misalnya, insentif berupa penurunan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). "BPHTB sebesar 5 persen itu terlalu tinggi, bagaimana mau mendorong orang beli rumah," kata Hiramsyah.
Penyaluran KPR di Indonesia ketinggalan jauh dari KPR di Inggris atau Amerika Serikat yang mencapai 50 persen PDB, bahkan lebih. Rasio KPR Indonesia hanya beda tipis dari rasio KPR India yang mencapai 5 persen.-- Hiramsyah S Thaib
Padahal, di luar negeri pajak di sektor properti kecil karena properti merupakan sektor yang mendorong ekonomi bangsa dan menyerap banyak tenaga kerja, terutama di sektor konstruksi.
Ia mengutip pernyataan Real Estate Indonesia (REI) bahwa sektor properti memiliki multiplier effect 13 kali terhadap perekonomian. "Jadi, kalau pemerintah mau mendorong pertumbuhan ekonomi, selain infrastruktur yang harus didorong adalah sektor properti.
Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga kuartal II 2010 penyaluran kredit properti mencapai Rp 230 triliun. Artinya, porsi kredit properti mencapai 14,52 persen dari total kredit perbankan pada kuartal II 2010 yang mencapai Rp 1.589,7 triliun.
Sebelumnya, General Manager Kredit Konsumer Bank BNI Diah Sulianto mengatakan, KPR masih menjadi andalan perbankan untuk menggenjot penyaluran kredit konsumsi. Ia menyebutkan, pertumbuhan KPR BNI tahun ini ditargetkan sebesar 20 persen. Hingga Juni 2010, BNI telah menyalurkan KPR sebesar Rp 11,2 triliun.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/30/17460457/Porsi.KPR.di.Indonesia.Sangat.Mini-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Jika sensus Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan PDB Indonesia mencapai Rp 6.370 triliun, penyaluran KPR baru sebesar Rp 191,1 triliun. Bandingkan dengan total kredit perbankan yang mencapai Rp 1.632,1 triliun pada pertengahan September 2010 atau 25,62 persen dari PDB.
Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S. Thaib mengatakan, penyaluran KPR di Indonesia ketinggalan jauh dari KPR di Inggris atau Amerika Serikat yang mencapai 50 persen PDB, bahkan lebih. Rasio KPR Indonesia hanya beda tipis dari rasio KPR India yang mencapai 5 persen.
"Meski KPR negara maju sudah tinggi, mereka masih berani memberikan insentif di sektor properti," ujar Hiramsyah di sela-sela The 25th Pan Pacific Conference of Real Estate Appraiser, Valuers, and Counselors, di Nusa Dua, Bali. Ia menilai, pertumbuhan KPR harus didorong mengingat di Indonesia ada kekurangan pasokan rumah sebanyak 8 juta unit. Angka ini setiap tahun bertambah sekitar 1 juta unit.
Hiramsyah menegaskan, pemerintah tidak perlu takut memberikan insentif khususnya ke sektor properti kelas menengah ke bawah. Misalnya, insentif berupa penurunan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). "BPHTB sebesar 5 persen itu terlalu tinggi, bagaimana mau mendorong orang beli rumah," kata Hiramsyah.
Penyaluran KPR di Indonesia ketinggalan jauh dari KPR di Inggris atau Amerika Serikat yang mencapai 50 persen PDB, bahkan lebih. Rasio KPR Indonesia hanya beda tipis dari rasio KPR India yang mencapai 5 persen.-- Hiramsyah S Thaib
Padahal, di luar negeri pajak di sektor properti kecil karena properti merupakan sektor yang mendorong ekonomi bangsa dan menyerap banyak tenaga kerja, terutama di sektor konstruksi.
Ia mengutip pernyataan Real Estate Indonesia (REI) bahwa sektor properti memiliki multiplier effect 13 kali terhadap perekonomian. "Jadi, kalau pemerintah mau mendorong pertumbuhan ekonomi, selain infrastruktur yang harus didorong adalah sektor properti.
Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga kuartal II 2010 penyaluran kredit properti mencapai Rp 230 triliun. Artinya, porsi kredit properti mencapai 14,52 persen dari total kredit perbankan pada kuartal II 2010 yang mencapai Rp 1.589,7 triliun.
Sebelumnya, General Manager Kredit Konsumer Bank BNI Diah Sulianto mengatakan, KPR masih menjadi andalan perbankan untuk menggenjot penyaluran kredit konsumsi. Ia menyebutkan, pertumbuhan KPR BNI tahun ini ditargetkan sebesar 20 persen. Hingga Juni 2010, BNI telah menyalurkan KPR sebesar Rp 11,2 triliun.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/30/17460457/Porsi.KPR.di.Indonesia.Sangat.Mini-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Pangkalpinang Butuh 200 Kamar Hotel
PANGKALPINANG, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) setidaknya membutuhkan sebanyak 200 kamar hotel untuk mendukung program kepariwisataan di kota itu.
Saat ini jumlah kamar hotel dan penginapan di Pangkalpinang 26 hotel dan 614 kamar yang belum memadai menampung tamu. Terutama ketika ada kegiatan nasional dan acara tertentu seperti Cheng Beng (sembahyang kubur bagi warga Tionghoa).
-- Akhmad Elvian
"Pangkalpinang setidaknya membutuhkan 200 kamar untuk menampung tamu dan bagian upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kota ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang, Akhmad Elvian di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah kamar hotel dan penginapan di Pangkalpinang sekitar 26 hotel dan 614 kamar yang jumlahnya masih belum memadai untuk menampung tamu.
Terutama ketika ada kegiatan-kegiatan tertentu seperti Cheng Beng (sembahyang kubur bagi warga Tionghoa) dan event nasional yang diselenggarakan di Pangkalpinang.
"Kamar selalu penuh ketika ada kegiatan tertentu, sehingga tidak jarang menggunakan kamar hotel yang terdapat di luar Kota Pangkalpinang," ujarnya.
Menurut dia, bisnis perhotelan dan sektor kepariwisataan lainnya cukup menjanjikan di Pangkalpinang mengingat Babel memiliki sejumlah objek wisata menarik seperti objek wisata bahari, religius dan budaya.
"Kami optimistis kekurangan kamar bisa teratasi karena sudah ada beberapa investor yang berminat untuk berinvestasi di bidang perhotelan,"katanya. "Namun satu yang menjadi kendala adalah ketersediaan arus listrik," ujarnya.
Ia mengatakan, Pangkalpinang merupakan barometer pariwisata di Babel karena sejumlah tamu terlebih dahulu menginap di Pangkalpinang sebelum mengunjung sejumlah objek wisata menarik dan eksotis di Babel.
"Fasilitas pendukung lainnhya sudah cukup memadai, demikian juga dengan sumber daya manusia andal di sektor kepariwisataan terus ditingkatkan bagian upaya mendukung pembangunan kepariwisataan," ujarnya.
Pihaknya juga akan menurunkan tim untuk memantau Hotel Menumbing yang kondisinya kurang terawat dan kumuh sehingga dinilai kurang layak dijadikan sebagai hotel untuk mendukung program pariwisata.
"Kami akan memantau kondisi hotel tersebut dan menyarankan pemilik hotel untuk meningkatkan pembangunan dan manajemennya, kondisinya memprihatinkan dan kumuh padahal hotel itu terdapat di jantung Kota Pangkalpinang," ujarnya.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/09/30/18054317/Pangkalpinang.Butuh.200.Kamar.Hotel-12]
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Investor Korea Selatan Bangun Hotel Bintang Lima di Palembang
PALEMBANG, Perusahaan Korea Selatan "Kun Hwa Consulting & Engeneering" siap membangun tiga hotel berbintang lima di Kota Palembang dengan total investasi mencapai Rp600 miliar.
Pemkot Palembang menawarkan kawasan pinggir Sungai Musi sesuai dengan yang mereka inginkan. Lokasinya tepat di pinggir sungai sebelah hilir tidak jauh dari kantor pemkot setempat selain itu di kawasan 10 Ulu Palembang.-- Sayuti Hadim
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah setempat, Sayutin Hadim, di Palembang, Kamis mengatakan perwakilan perusahaan tersebut dijadwalkan kembali berkunjung pada Oktober nanti guna menindaklanjuti rencana investasi.
"Ketertarikan mereka membangun hotel di Kota Palembang tepatnya di pinggir Sungai Musi tersebut setelah mengikuti temu investor pada Juli lalu," kata Sayuti.
Menurut dia, pemerintah kota menawarkan kawasan pinggir Sungai Musi sesuai dengan yang mereka inginkan. Lokasinya tepat di pinggir sungai sebelah hilir tidak jauh dari kantor pemkot setempat selain itu di kawasan 10 Ulu Palembang.
Sayuti mengatakan, dengan berlanjutnya pertemuan dengan perwakilan "Kun Hwa Konsulting Engenering" nanti pihaknya berharap pembangunan segera terealisasi.
Sehingga Palembang kembali memiliki tiga hotel berbintang lima yang akan menjadi fasilitas wisata di daerah itu, katanya.
Dia menjelaskan, selain perusahaan Korea Selatan tersebut Hotel Ritz Carlton dan Grand Hyatt juga berminat membangun hotel di daerah itu. "Pertemuan lanjutan juga akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan pemilik dua hotel jaringan internasional itu," ujarnya.
Sayuti menambahkan, sampai saat ini Palembang masih menjadi tujuan utama investasi di bidang jasa dan perdagangan. Namun pihaknya berharap penanaman modal di sektor lain, seperti industri juga meningkat.
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINIsemua jadi mudah !!
Langganan:
Postingan (Atom)

