Jumat, 29 Oktober 2010

Target Pembangunan Rumah Sejahtera Diprediksi Tak Tercapai

BANDUNG - Target pembangunan rumah sejahtera tapak di Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan tak tercapai. Pembangunan hunian yang sebelumnya dikenal dengan rumah sederhana sehat itu ditargetkan sebanyak 150.000 unit dengan prediksi realisasi sekitar 120.000 unit.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Teguh Satria mengatakan, banyak hal yang perlu dievaluasi sebagai pemicu target tak tercapai. Tidak tercapai itu penyebabnya macam-macam. Apakah ada hambatan, target yang salah, atau kondisi yang tidak mendukung, katanya di Bandung.

Banyak hal yang perlu dievaluasi sebagai pemicu target tak tercapai. Menurut Teguh, Kamis (28/10), paradigma bahwa pembangunan rumah sejahtera tapak adalah tanggung jawab pengembang perlu diubah. Pihak yang seharusnya menetapkan target pembangunan yakni bupati dan wali kota.

[Sumber: 

Selama kepala daerah yang punya rakyat dan wilayah tidak membuat target, tentu dorongannya tidak cepet, katanya. Pemerintah daerah harus melakukan pemetaan, menetapkan jumlah penduduknya yang belum punya rumah, dan menentukan wilayah untuk permukiman.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Kota Perlu Tata Ruang Bawah Tanah

BANDUNG - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Teguh Satria menilai perlunya tata ruang bawah tanah. Tata ruang itu diperlukan agar pembangunan fasilitas di bawah tanah seperti kereta api, koridor penghubung gedung, dan saluran air bisa diatur dengan baik.

Teguh Satria di Bandung, Kamis (28/10), mengatakan, belum ada kota di Indonesia yang menerapkan tata ruang bawah tanah. Saya kira, tata ruang bawah tanah sudah mendesak. Di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta misalnya, banyak mal dan hotel, katanya.

"Mereka yang hendak pergi ke satu bangunan ke tempat lainnya harus menyeberang jalan sehingga berisiko tertabrak kendaraan. Bikinlah koridor untuk meminimalkan risiko itu. Di bawah tanah juga bisa dibangun mal, bahkan lapangan sepak bola untuk menghemat lahan," ujarnya.

Karena itu, diperlukan peraturan daerah (perda) yang mendukung tata ruang bawah tanah. Kebutuhan kota besar seperti Jakarta terhadap perda itu dinilai mendesak. Perda misalnya, dibutuhkan agar terowongan kereta api bawah tanah tak menabrak tiang pancang, saluran listrik, atau pipa air.

"Kemacetan lalu lintas yang sudah sangat parah di Jakarta juga dipicu tidak adanya kereta api bawah tanah," katanya.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/28/22100296/Kota.Perlu.Tata.Ruang.Bawah.Tanah...-12 ]


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Kamis, 28 Oktober 2010

Gratiskan Biaya IMB Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah

JAKARTA - Menpera Suharso Monoarfa meminta pemerintah daerah dapat menggratiskan biaya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pasalnya IMB saat ini menambah biaya pembangunan sekitar 8 persen hingga 20 persen dari total biaya pembangunan.

“Saat ini sudah ada surat edaran (SE) dari Mendagri kepada setiap Pemda agar IMB untuk rumah bagi MBR di gratiskan. Untuk itu saya minta Pemda bisa segera melaksanakannya,” ujar Suharso Monoarfa saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Rakerda DPD REI Jakarta 2010 bertemakan Bersama Menyelaraskan  Regulasi Industri Properti di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (27/10).

Menurut Menpera, jika biaya IMB bagi pembangunan rumah MBR dapat digratiskan, maka diperkirakan harga rumah yang dijual oleh pengembang bisa lebih murah. Berdasarkan hitungan yang dilakukan oleh Kemenpera, ongkos IMB yang ada saat ini menambah biaya ongkos pembangunan rumah sekitar 8 persen hingga 20 persen.

Selain itu, Menpera juga berharap proses pengurusan IMB bisa dipercepat dan berbelit-belit. Dengan demikian, baik pengembang maupun masyarakat umum tidak perlu menunggu waktu terlalu lama untuk mengurus IMB.

“Pengurusan perizinan IMB di Jakarta saja waktunya masih cukup lama yakni sekitar 1 tahun bahkan ada yang sampai 2 tahun. Ke depan tentunya proses perizinan IMB ini harus dipersingkat,” tandasnya.

Lebih lanjut, Menpera menuturkan, pihaknya saat ini telah menjalin kerjasama dengan KPK dan BPKP untuk mengatasi lamanya proses perijinan tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi di Indonesia untuk melihat sejauh mana proses perijinan IMB di daerah. Beberapa daerah tersebut di Medan, Surabaya dan Bandung.

Masalah IMB, ungkap Menpera, juga tengah di bahas dalam pembahasan RUU Perkim. Dirinya berharap dengan pembahasan RUU Perkim, ke depan pengurusan IMB bisa di pangkas secepatnya dan digratiskan.

Lebih lanjut, Menpera mengungkapkan, pihaknya ke depan juga akan berupaya mengatur DED (Detil Engeneering Design) untuk pembangunan rumah sejahtera tapak. Hal ini dilakukan agar material yang digunakan untuk membangun sebuah rumah tidak terlalu banyak terbuang.

Sedangkan untuk ornamen arsitektur tidak terlalu diperlukan karena akan menambah biaya pembangunan. Sebab masyarakat lebih membutuhkan fungsi rumah ketimbang dari arsitek yang berlebihan.

“Saya ingin agar ke depan ubin yang digunakan untuk membangun sebuah rumah tidak terlalu banyak di potong. Dan mungkin jendela untuk pembangunan rumah bisa menggunakan alumunium.

Jika biaya IMB bagi pembangunan rumah MBR dapat digratiskan, maka diperkirakan harga rumah yang dijual oleh pengembang bisa lebih murah 8-20 persen.
-- Suharso Monoarfa


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Rak Bambu: Harga Murah, Desain Modern

Rak bambu berkesan tradisional dengan desain apa adanya. Itu dulu! Kini tampilannya beda, lebih estetis dan berdesain modern.

Desain modern bisa dilihat dari bentuknya yang ramping dan liat, dengan permukaan bambu yang halus.

Ada lagi kelebihannya. Rak bambu itu bisa berpadu dengan kaca transparan. Ada juga yang memiliki lampu spot sehingga rak terlihat mewah dan dapat memberi nuansa elegan. Maka dari itu, rak bambu pun menjadi alternatif dalam penataan interior di hunian yang berdesain modern.

Bentuk rak bambu pun tak hanya kotak atau persegi panjang. Ada juga yang berbentuk segitiga. Ukurannya pun beragam, dari 67 x 47 x 80 cm, 100 x 30 x 80 cm, sampai 100 x 40 x 180 cm. Bicara susunan, rak itu terdiri dari dua susun hingga lima susun.

Bukan cuma bentuk dan ukuran yang beda dengan rak bambu desain lama. Sekarang ini ada juga yang menggunakan sistem rakit. Tentu saja rak pun mudah dibongkar-pasang dan kemasannya lebih ringkas. Tiap bagian rak disatukan dengan baut pengikat. Praktis, kan?

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/27/18224598/Rak.Bambu.Harga.Murah..Desain.Modern-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Taman Tropis: Sejuknya Berada di Antara Rimbunnya Tanaman

"Saya lebih suka taman yang rimbun. Walaupun beberapa orang beranggapan, taman di rumah saya sudah seperti hutan," demikian pendapat Endang Lestari, seorang desainer lansekap sekaligus pemilik taman di foto ini.

Menurutnya, Indonesia adalah negara tropis, seharusnya tamannya pun tropis. Kolektor tanaman ini juga mengatakan bahwa ciri khas taman tropis adalah rimbunnya dedaunan hijau. Merupakan sebuah kebahagiaan untuknya, kalau tamannya didominasi warna hijau segar.

Lebih indah lagi jika si taman rimbun ini dihiasi beragam warna bunga. Taman di rumah Endang ini memang diisi beragam tanaman tropis, mulai dari pisang-pisangan, kuping gajah, soka, dan sebagainya. Buatnya taman yang rimbun membuat lingkungan rumah lebih alami dan segar.

Memang sih, taman seperti ini membutuhkan perawatan ekstra. Kalau dibiarkan dalam beberapa lama, tanpa perawatan, bisa-bisa taman tampak berantakan dan kotor. Belum tanaman yang layu dan mati. Menurut Endang, kita bisa memilih tanaman-tanaman yang tidak terlalu menuntut perhatian.

Untuk rumput, misalnya. Dia memilih rumput kucai yang tidak akan tumbuh tinggi. Sehingga tidak perlu repot memangkas. Rumput ini juga cepat bertunas, jadi tidak banyak ditanam, Dalam beberapa waktu, tanah akan tertutup hamparan kucai. Pada dasarnya, ujar Endang, tanaman tidak perlu terus-menerus disiram. Siram hanya ketika tanahnya mulai kering. Kalau tanahnya masih lembap, artinya masih mengandung air.

Apalagi jika musim hujan tiba, pekerjaan menyiram tanaman bisa dihilangkan sama sekali. Tapi perlu hati-hati juga, kalau hujan turun terus menerus dengan intensitas yang banyak. Terlalu banyak atau terlalu sering terendam air, bisa membuat akar tanaman membusuk. Akibatnya tanaman mudah layu dan mati.

Jadi triknya, kalau hujan turun setiap saat dengan intensitas banyak. Bawa tanaman ke area yang terlindung dari hujan, selama beberapa hari. Kemudian keluarkan lagi, jika tanahnya sudah mulai mengering.

Nah, Anda berminat membuat taman tropis, di rumah?


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
engen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Gandeng Wika, Perumnas Bangun Apartemen

Tak puas hanya mengembangkan perumahan, Perum Perumahan Nasional (Perumnas) berniat membangun proyek apartemen. Untuk melancarkan rencana tersebut, Perumnas menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Himawan Arief Sugoto, Direktur Utama Perum Perumnas, menyebutkan, proyek apartemen ini akan menelan investasi sebesar Rp 1 triliun. Dana tersebut berasal dari kas internal, pinjaman BUMN lain, dan pinjaman perbankan. Ia tidak merinci detail bangunan dan jumlah apartemen tersebut. "Saya berharap, pembangunan apartemen tersebut bisa dilaksanakan tahun depan," ujarnya.

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo membenarkan mengenai rencana kerjasama dengan Perumnas dalam pengembangan bisnis properti. Namun dia enggan mengungkapkan detail rencana ini. "Kami ada sinergi dengan Perumnas," ujar Bintang singkat.

Sebelumnya, WIKA dan Perumnas telah bekerjasama dalam proyek rumah susun milik (rusunami) di Malaka Green Klender, Jakarta Timur. Nilai proyeknya sekitar Rp 100 miliar. Dalam proyek apartemen, Perumnas akan bertindak sebagai pemilik proyek. WIKA akan bertindak sebagai kontraktor dengan skema engineering, procurement, contract (EPC).

Walaupun melebarkan sayap usaha ke bisnis apartemen, Perumnas tidak mengabaikan bisnis utamanya, membangun proyek perumahan. Tahun depan, Perumnas akan membangun sekitar 20.000 unit rumah. Sebagian besar adalah proyek perumahan kelas menengah dan menengah atas.

Untuk mendanai proyek tersebut, Perumnas berusaha mendapat dana dari lantai bursa dengan menerbitkan obligasi tahun depan. "Target dananya sebesar Rp 1,5 triliun," imbuh Himawan.

Tahun ini, Perumnas menargetkan pembangunan sekitar 15.000 unit rumah. Dananya dari subsidi pemerintah sebesar Rp 300 miliar. Selain itu, Perumnas juga menggarap perumahan karyawan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Garuda Indonesia, PT Kereta Api, dan Perum Bulog.

Saat ini, pangsa pasar properti yang dikembangkan Perumnas di dalam negeri baru sekitar 10 persen dari kebutuhan 180.000 rumah per tahun. Sampai tahun 2013 mendatang, Perumnas menargetkan untuk membangun 50.000 unit rumah per tahun.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/27/17430011/Gandeng.Wika..Perumnas.Bangun.Apartemen-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Apartemen Belum Kelar, Pembeli Minta Refund

Penyelesaian pembangunan sejumlah proyek apartemen terhambat. Akibatnya, konsumen yang telah membeli unit apartemen marah dan meminta refund atau pengembalian uang.

Dua proyek apartemen milik PT Bakrie Swasakti Utama, yaitu apartemen The Wave dan The Grove, sebagai contoh. Kedua apartemen yang mulai dibangun tahun 2007 tersebut seharusnya kelar awal tahun 2011. Perkiraan terbaru, penyelesaian proyek ini akan molor setahun menjadi awal 2012.

Ansen Wahyudi Syam, Manajer Penjualan Bakrie Swasakti, mengungkapkan, gara-gara keterlambatan itu, ada sekitar 5 persen dari pembeli kedua apartemen ini meminta pengembalian uang. "Pengerjaan pada tahun 2009 berjalan lamban karena terimbas krisis," tuturnya.

The Wave memiliki dua menara. Satu tower setinggi 40 lantai berisi 335 unit, dan tower yang lain setinggi 41 lantai berisi 341 unit. Harga apartemen seluas 40 meter persegi (m2)-60 m2 ini berkisar antara Rp 600 juta-Rp 1 miliar per unit.

The Grove memiliki tiga menara yang terdiri dari 39 lantai 237 unit, 45 lantai 200 unit, dan kondotel 15 lantai 151 unit. Sekitar 60 persen dari unit-unit tersebut telah terjual. Tak mau merugi akibat pembatalan pemesanan, Bakrie Swasakti mengutip kompensasi 3 persen dari harga jual dan tidak mengembalikan uang muka dan biaya administrasi sebesar 7,5 persen dari harga. Alasannya, Bakrie Swasakti harus menanggung kenaikan harga jual yang mencapai 50 persen - 60 persen.

Ansen mengklaim, tahun 2007, harga jual The Wave Rp 8 juta-Rp 9 juta per m2, sekarang Rp 13 juta-Rp 15 juta per m2. Harga The Grove kini Rp 21,9 juta per m2 dari sebelumnya Rp 15 juta per m2 tahun 2007.

Keterlambatan pembangunan apartemen akibat krisis juga diakui Jumpama Pemilu Limbong, Manajer Penjualan PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera, Grup Gapura Prima, pengembang apartemen CBD Serpong. Hanya, menurut Jumpama, tingkat refund terhadap Apartemen CBD Serpong sekitar 1 persen.

Apartemen yang menyasar segmen menengah atas tersebut terdiri dari lima menara , masing-masing setinggi 25 lantai. Tiap menara berisi 500 unit apartemen.

Jumpama menambahkan, penjualan apartemen CBD Serpong ini juga lambat. "Proyek ini bisa dibilang salah konsep," katanya. Konsumen juga kecewa akibat rencana pembangunan tol ke Bandara Soekarno-Hatta di dekat apartemen ini belum juga kelar.

Agar konsumen kembali bergairah, Bakrie Swasakti kembali berusaha menggenjot penjualan The Wave dan The Groope membuka stan di pameran Real Estate Indonesia (REI) Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 22-31 Oktober 2010. "Kami menargetkan penjualan Rp 10 miliar," katanya.

Gapura Prima juga menerapkan strategi serupa. Dalam pameran REI, perusahaan ini menargetkan omzet Rp 50 miliar dari penjualan 300 unit apartemen CBD Serpong.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!