Selasa, 02 November 2010

Dari Buruh Pabrik Jadi Ratu Properti China

Namanya begitu populer di China. Namun siapa sangka, ratu properti ini masa kecilnya penuh dengan kesengsaraan.

Zhang Xin, sang ratu properti, menghabiskan masa kecilnya di lantai lima, rumah susun di pinggiran Beijing. Makan nasi ransum dengan mangkuk besi bersama anak-anak pekerja keras China yang lain.

Saat remaja,  ia sempat menjadi buruh pabrik di Hong Kong. Bekerja 12 jam dengan shift. Saat kerja inilah, sedikit demi sedit, Zhang bisa mengumpulkan uang.

Pada usia 20, Zhang telah memiliki uang cukup, dan memutuskan hijrah ke Inggris. Dia mendapatkan bea siswa di Sussex. Kemudian, dia melanjutkan di Cambridge untuk menyelesaikan gelar master.

Kini, dua dekade setelah dia bekerja keras, Zhang bisa menatap dari lantai atas salah satu bangunan paling bergaya dan bergengsi di Beijing. Itulah bangunan miliknya, yang dibangun dari keringatnya sendiri. Zhang pun menjadi salah satu wanita terkaya dunia.

Baru-baru ini majalah Forbes menurunkan profil 10 perempuan miliarder dunia yang kekayaannya dari keringat sendiri. Bukan warisan maupun hibah. Salah satunya Zhang, yang memiliki kekayaan US$2 miliar atau sekitar Rp18 triliun.

Di bawah bendera SOHO, Zhang berhasil membangun kerajaan bisnis properti bersama suaminya. Dia berhasil mengubah cakrawala dari rumah beton kotor yang ia tinggali hingga 1970, menjadi gedung yang indah dan futuristik. "Pembangunan ini bertahap dan begitu lama," kata dia kepada The Sunday Telegraph.

"Saya teringat ketika kami sedang berjuang membayar gaji dan tagihan. Bagaimana pun perusahaan harus terus bergerak meskipun dengan utang. Dengan kontrol biaya yang ketat, kami pun secara bertahap bisa mendapat keuntungan."

Meski telah sukses, dia tidak mau memamerkan kekayaannya. Penampilannya sangat sederhana. Bila menggunakan make up, tidak begitu kentara. Begitu juga dengan perhiasan, juga tidak berlebih.

Ditanya mobil apa yang dia pakai, dia ragu-ragu. Namun akhirnya menjawab. "Oh, itu Lexus. Saya tidak tahu modelnya."

Bahkan dengan triliunan rupiah kekayaan yang ia punya, Zhang tetap mempertahankan sikap hemat. Bila menggunakan pesawat, dia akan menolak menggunakan kelas satu. Padahal bagi dia, sangat mudah terbang ke mana pun dengan tiket paling mahal sekali pun.

"Ini bukan soal keterjangkauan, ini tentang hati nurani," katanya. "Kelas bisnis ini sudah cukup nyaman."

Zhang yang sekarang berusia 45, lahir di China. Tumbuh dewasa selama paruh kedua dari Revolusi Kebudayaan (1966-1976). Dia merupakan putri generasi ketiga imigran Tionghoa yang pindah ke Burma dan kembali lagi ke Beijing pada 1950.

Keluarga ini tinggal di sebuah bangunan utilitarian. Ibunya bekerja sebagai penerjemah resmi membantu menyebarluaskan pernyataan Deng Xiaoping dan Zhou Enlai. Saat sekolah, setiap siang Zhang pulang untuk makan nasi ransum dari kantin gedung itu.

"Hanya ada tiga jenis makanan, semua cukup buruk," kenang dia. "Kami masing-masing memegang mangkuk nasi dan dibawa ke kantin. Petugas membagikan makanan dari wadah yang sangat besar," kata dia sambil menunjuk foto pekerja konstruksi yang sedang mengantre makan di salah satu proyek bangunannya. "Rasanya seperti itu, hanya jauh lebih buruk."

Saat itu, Zhang mengatakan, Beijing adalah kota muram. "Bangunan-bangunan itu kelabu, semua orang berpakaian abu-abu. Kami tidak pernah melihat langit. Tidak ada gagasan dari langit biru untuk sebuah kemakmuran," katanya.

"Semua orang berpakaian sama, makan sama, perbedaan antara satu orang dengan lain sangat kecil. Mungkin sama seperti perbedaan satu rambut dengan rambut lain di kepala Anda," ujar Zhang.

Bekerja sebagai buruh pabrik di Hong Kong baginya tidak jauh lebih baik. "Itu mengerikan," katanya.

Setelah "melarikan diri" ke Inggris, pintu Zhang mulai terbuka. Dengan gelar master ekonomi pembangunan di tangannya, ia mendapat pekerjaan pertamanya di Goldman Sachs.

Pada 1994 ia kembali ke China, tergoda seperti ekspatriat lainnya yang terpikat oleh tawaran zona ekonomi khusus dan reformasi ekonomi.

Seorang teman menyarankan Zhang memulai bisnis properti. Pan Shiyi namanya. Dia yang datang dari keluarga lebih miskin dari Zhang, memandang masa depan bisnis properti sangat bagus.

Empat hari kemudian, Pan mengusulkan semua ide kepada perempuan itu. Lalu mereka mendirikan SOHO. Bersama Pan yang kemudian menjadi suaminya, Zhang memulai bisnisnya.
Pada 2007, perusahaan yang dibangunnya  sempat kolaps dengan utang US$1,65 miliar, namun kemudian sedikit demi sedikit utang itu bisa direstrukturisasi.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Perlindungan Hukum Konsumen Properti Lemah di Indonesia

Proteksi dan perlindungan hukum terhadap konsumen properti di Indonesia hingga saat ini dinilai masih lemah. "Industri properti berkontribusi cukup signifikan bagi ekonomi Indonesia, tetapi perlindungan hukumnya masih lemah," kata pakar hukum properti, Erwin Kallo, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/9) pagi.

Erwin memberikan contoh, belanja iklan properti menempati urutan kedua terbanyak setelah industri rokok dengan biaya mencapai lima persen dari total proyek.
"Efek dominonya juga luar biasa karena pergerakan industri properti mampu menyerap tenaga kerja yang besar," ungkapnya.

Namun fakta di lapangan memperlihatkan, lemahnya kepedulian pemerintah itu seringkali memicu friksi di antara pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Erwin menyayangkan lemahnya perlindungan hukum terkait hak-hak konsumen properti. Padahal, konsumen merupakan urat nadi pertumbuhan industri properti sehingga perlu ditempatkan dalam posisi yang strategis.

"Jika konsumen 'drop' maka industri properti akan macet. Apalagi, sekarang ini properti bukan lagi dipandang sebagai kebutuhan dasar tapi sudah menjadi industri," katanya.
Tidak hanya itu, tegasnya, properti sudah menjadi obyek investasi dan spekulasi. Akibatnya hal itu menimbulkan persaingan tidak sehat ketika menghadapi pengembang nakal.

Belum Efektif

Dalam diskusi Perlindungan Hak Konsumen Atas Hunian, Antara Teori dan Realita sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), Teguh Satria mengakui, sertifikasi standar legalitas layak jual (SSLLJ) belum efektif.

"SSLLJ diterbitkan Badan Sertifikasi DPP REI dan memang belum efektif dalam menyelesaikan sengketa antara konsumen versus pengembang," katanya. Hal itu antara lain karena sertifikasi ini masih berkutat pada aspek legalitas dan belum menyentuh kualitas produk. Namun, pihaknya yakin dengan standardisasi legalitas hukum maka 50 persen persoalan di industri properti sudah bisa diatasi.

Sejumlah persoalan itu antara lain tentang pertanahan dan perizinan. Hingga saat ini, baru ada dua proyek properti yang sudah mengantongi SSLLJ dan berlokasi di Kalimantan Selatan dan Sumatra Utara.

Selain itu, DPP REI, kata Teguh, sudah membentuk Advokasi Anggota dan Badan Kehormatan (BK). "BK ini menangani pemberian sanksi terhadap pelanggaran anggota REI," katanya.  Sanksinya yakni mulai teguran lisan,tertulis dan dipecat dari keanggotaan. Pemecatan akan diikuti pemberitahuan ke Bank Indonesia dan seluruh perbankan di Indonesia sehingga tidak bisa berusaha lagi di Indonesia.

[Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=68381:perlindungan-hukum-konsumen-properti-lemah-di-indonesia&catid=26:nasional&Itemid=44]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Pasokan Apartemen Mewah Berlimpah Tahun 2011

JAKARTA - Pasokan apartemen tahun depan bakal berlimpah. Coldwell Banker Commercial memperkirakan pasokan apartemen baru akan mencapai 25.857 unit.

Salah satu pengembang yang bakal menambah pasokan apartemen adalah PT Bakrieland Development TBk (ELTY). Bakrieland mulai membangun lima menara apartemen baru di kawasan Kuningan, Jakarta.

Chief Marketing Officer City Property Bakrieland Andre R. Makalam mengatakan, pembangunan lima menara itu akan menambah jumlah menara yang sudah ada hingga menjadi 23 menara.

Menurutnya, kelima menara tersebut nantinya terdiri dari dua apartemen The Ware dan tiga menara apartemen The Grove.  "Ini bukan lagi superblok melainkan kota dalam kota karen semua fasilitas sangat lengkap," ujar Andre.

Harga sewanya nanti hampir sama dengan apartemen sebelumnya yaitu berkisar Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per bulan. Saat ini jumlah unit sebanyk 3.200 unit, dengan jumlah penghuni bisa mencapai 15.000 orang. Okupansinya sudah di atas 80 persen.

Anak usaha Agung Abadi Group, PT Reka Rumanda Agung juga tengah menggarap pembangunan apartemen di Citypark Business District (CBD), Cengkareng, Banten. Pembangunan apartemen ini akan dilakukan bersama pembangunan rusunami, perkantoran dan perumahan. Total investasi pembangunan apartemen mencapai Rp 200 miliar.

Manager Pemasaran Agung Abadi Grup Andry Susanto mengatakan pembangunan dua apartemen Sky Garden (700 unit) dan City Garden (700 unit) akan selesai akhir tahun depan. Apartemen yang sudah terbangun sebanyak 10 menara atau setara 3.000 unit.

Apartemen tersebut khusus kalangan bawah dan menengah yang harga kisaran Rp 300 juta Rp 700 jutaan. Pembangunan apartemen dan proyek lainnya seperti ruko dan rusunami akan dilakukan diatas lahan seluas 2,9 hektar. “Kami optimis permintaan hunian apartemen akan tetap digemari mengingat kebutuhan hunian di pusat bisnis semakin meningkat,” ujar Andry.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Penyaluran KPR BRI Syariah Capai Rp 950 Miliar

JAKARTA - Penyaluran KPR BRI Syariah sudah hampir mencapai target. Direktur Bisnis BRI Syariah Ari Purwandono mengatakan, hingga saat ini KPR perusahaannya sudah mencapai Rp 950 miliar.  "Sudah mendekati target akhir tahun yakni Rp 1 triliun.Kami optimis target itu bakal tercapai," katanya.

Ari mengatakan, kekurangan Rp 50 miliar dapat tercukupi dalam keikutsertaan BRI syariah dalam pameran properti Real Estate Expo 2010. Dia mengungkapkan target dalam pameran kali ini memang lebih kecil dibandingkan dalam pameran sebelumnya pada Mei lalu. Dalam pameran serupa pada bulan Mei lalu, KPR BRI Syariah mencapai Rp 100 miliar.

Ari mengatakan penurunan target itu dikarenakan ada perubahan strategi dalam penyaluran KPR yang diterapkan BRI Syariah. "KPR kami saat ini diarahkan untuk nasabah di bukan kota besar. Kalau pameran sebelumnya kan fokus ke KPR di daerah perkotaan," ujarnya.

Dia menjelaskan perubahan target itu sebagai strategi untuk mencari segmen baru yang belum digarap bank lain. Ari mengungkapkan, daerah-daerah yang sudah dijangkau oleh KPR BRI Syariah selama pengalihan target itu antara lain ada Magetan, Subang, Jombang, dan Purwakarta. "Untuk menjangkau wilayah tersebut, kami menjalin kerjas ama dengan pemerintah daerah setempat," jelasnya.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/11/01/09480221/Penyaluran.KPR.BRI.Syariah.Capai.Rp.950.Miliar-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

8 Menara Perkantoran dan 15 Apartemen di CBD Gading Serpong

SERPONG - Kawasan CBD Serpong akan makin semarak. Di CBD Gading Serpong akan dibangun delapan menara perkantoran dengan ketinggian antara 7 lantai dan 15 lantai, serta 15 menara apartemen dengan ketinggian 18-27 lantai, lifestyle center dan shopping arcade, shopping mall dan entertainment center.

Presiden Direktur Paramount Serpong Tanto Kurniawan hari Senin (1/11/10) mengatakan, saat ini sudah beroperasi Hotel Aston Paramount Serpong di kawasan CBD Gading Serpong yang dresmikan sore ini.

Selain hotel, kata Tanto, saat ini sedang dibangun gedung perkantoran Paramount Plaza setinggi 7 lantai yang akan menjadi kantor pusat PT Paramount Land Development dan anak-anak perusahaannya.  

Dengan demikian, kata Tanto, orang bisa tinggal, bekerja, berkreasi, dan memenuhi kebutuhan hidup mereka di satu kawasan. "Semua rencana ini membutuhkan investasi senilai Rp 4 triliun," katanya.

Sementara itu Universitas Multimedia Nusantara milik Grup Kompas Gramedia telah membeli lahan baru seluas 8 hektar di kawasan Il Lago, Paramount Serpong, untuk perluasan kampus baru mereka. Di atas lahan itu akan dibangun kampus kedua UMN, auditorium, ruang pameran, asrama, dan fasilitas belajar di luar ruangan.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Aston Paramount Serpong, Aston Ke-5 di Jabodetabek

SERPONG — Hotel Aston Paramount Serpong di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten, pada Senin 1 November ini resmi beroperasi.

Hotel yang dibangun di atas lahan seluas 4.038 meter persegi dengan investasi senilai Rp 100 miliar ini merupakan hotel bintang empat pertama di Provinsi Banten dan merupakan bangunan tertinggi di wilayah Serpong.

Hotel 13 lantai plus satu basement ini memiliki 173 kamar yang terdiri dari 155 kamar superior, 9 kamar deluxe, dan 9 kamar suite. Hotel ini dilengkapi dengan fasilitas coffee shop, swimming pool, ballroom dengan kapasitas hingga 900 orang, juga empat meeting room dengan kapasitas 15-30 orang yang dilengkapi fasilitas business center yang modern.

Presiden Direktur Paramount Serpong Tanto Kurniawan mengatakan, hotel ini merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan CBD Gading Serpong yang merupakan pusat aktivitas komersial Paramount Serpong.

Vice President and Marketing Aston International Norbert Vas mengatakan, Aston International merupakan hotel kelima Grup Aston di kawasan Jabodetabek. Lokasi Serpong dapat dijangkau dari jalan tol Jakarta-Tangerang dalam waktu 25 menit.

Pengoperasian hotel ini secara resmi pada sore ini dihadiri antara lain oleh Ny Triesna Jero Wacik, istri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata; Presdir Paramount Serpong Tanto Kurniawan, pemilik hotel dan Presiden Komisaris PT Paramount Propertindo Tbk Elizabeth Sindoro; Direktur Aston International Jules Brookfield; Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Firmansyah Rahim; dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/11/01/16412688/Aston.Paramount.Serpong..Aston.Ke-5.di.Jabodetabek-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Penjualan Ruko di Cipondoh Laris Manis

JAKARTA - Perkembangan infrastruktur di kawasan Tangerang seperti jalan, termasuk jalan tol, yang membuat akses ke wilayah tersebut lebih mudah, berimbas pada penjualan ruko (rumah toko).

Salah satu contohnya adalah penjualan ruko di kawasan sekitar Cipondoh. Josef Kwan, Principal Manager Era Property Cipondoh, Tangerang menuturkan, penjualan ruko di kawasan yang dulunya rawa-rawa tersebut, kini mencapai 20 unit per hari.

Matangnya infrastruktur di Tangerang menjadi daya tarik untuk berbisnis di daerah ini.
-- Josef Kwan

"Matangnya infrastruktur di Tangerang menjadi daya tarik untuk berbisnis di daerah ini," kata Josef, akhir pekan lalu.

Tentunya, para pengembang telah mencium peluang tersebut. Maka, di kawasan ini kini tersedia banyak pasokan ruko, baik dari pengembang besar maupun pengembang kecil. Menurut data Era Cipondoh, sampai September 2010, jumlah ruko di Cipondoh sekitar 9.000-an unit.

"Sekitar 40 persen ruko yang terjual tahun ini digunakan untuk bisnis makanan dan minuman atau F&B," ujar Josef. Sisanya, untuk bisnis otomotif, fashion dan ritel.

Tipe ruko yang paling banyak diminati di Cipondoh adalah tipe tiga lantai. "Harganya rata-rata di atas Rp 1 miliar per unit," imbuh Josef.

Andy Natanael, Chief Marketing Operating Officer PT Modernland Realty Tbk mengklaim ruko yang dipasarkan perusahaannya merupakan ruko yang paling diminati di Cipondoh. Sebab, letaknya sangat strategis, yakni persis di area perumahan Kota Modernland, bersinggungan dengan The Colour's Apartment, perumahan taman Royal, dan perumahan Banjar Wijaya.

Ruko Moderland merupakan salah satu fasilitas di kawasan Modern Town Market. Area ini dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektare (ha). Di sini juga ada pasar modern, 319 unit kios, serta dua lokasi eksebisi produk UKM.

Ruko Moderland terdiri dari 42 unit tipe tiga lantai dengan harga mulai dari Rp 900 juta per unit. "Dari unit yang dipasarkan, sudah terjual 90 persen," katanya.

Tak mau ketinggalan, PT Jaya Bangun Konstruksi juga terus menambah pasokan. Perusahaan ini memang khusus membangun ruko.

Jaya Bangun membangun 59 unit ruko di kawasan Sentra Bisnis, Cipondoh. Dari jumlah tersebut, 12 unit di antaranya akan dipasarkan November 2010. Sementara 47 unit lain sudah 85 persen terjual. "Sebanyak 30 unit terjual pada minggu pertama pemasaran," kata Hermawan, Project Manager Jaya Bangun.

Jaya Bangun menyediakan ruko tiga lantai ukuran 4x13m, dan dua lantai ukuran 4x10m. Harganya Rp 700 juta -Rp 1,1 miliar per unit. "Rata-rata pembeli membuka bisnis F&B," kata Hermawan.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!