Kamis, 04 November 2010

Dapur Dengan Meja Makan Mungil di Sudutnya

Tinggal di apartemen memiliki banyak keterbatasan. Ukuran ruang-ruang di dalam unit sangat terbatas. Jadi, pandai-pandailah menyiasatinya.

Rata-rata unit apartemen memiliki ruang utama yang nantinya difungsikan sebagai ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan ruang makan. Mmm, kalau luas total unitnya lumayan gede, misalnya di atas 60m2, penyatuan ruang itu tak bakal memberi masalah berarti lah. Penataan area untuk ruang ini dan itu, masih relatif lebih mudah. Namun, apa jadinya kalau luas total unit apartemen sekitar 28m2. Kita mesti jeli menata!

Awin, dari Dekorplus mengatakan bahwa ada parameter-parameter yang harus diperhatikan. Yang utama ya ukuran ruangan. Karena kecil, ia menyarankan untuk membuat dan menempatkan furnitur yang sesuai. Sesuai ukuran, sesuai kebutuhan. Dengan begitu, kebutuhan fungsi ruang tetap dapat diperoleh.

Misalnya, di ruang makan ini. Ruang merupakan solusi yang kompak untuk apartemen tipe 28m2 Di  ruang berukuran 3mx2,5m, di sana ada satu kitchen set dan satu ruang makan yang cukup nyaman. Aksen terkuat dari dapur tercermin dari pemanfaatan wallcover di area dapur dan ruang makan. Bentuk furnitur yang simpel dengan warna gelap tak menjadi pembuat kesan sempit, justru komposisi ruang terasa dinamis, dan akhirnya memberikan efek luas.

 Kunci desain agar nyaman adalah desain furnitur yang memiliki ukuran sesuai kebutuhan. Misalkan untuk meja makan, kita hanya membutuhkan lahan bidang sedalam 50cm dan lebar sekitar 140cm untuk mendapatkan kenyamanan bergerak saat menyantap makanan.

 Selain desain dapur yang serba kompak, tambahan aksen furnitur kursi bar berwarna jingga membuat ruangan lebih cantik. Dapur ini memiliki  komposisi warna dan komposisi bentuk yang menghasilkan ”hiburan” bagi pemiliknya. Pemilik bisa  menikmati waktu dengan  rekanan yang datang bermain atau bertamu.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Kamar Mandi Tanpa Pintu, Berani Coba?

Ruangan seprivat kamar mandi bisa dibuat tanpa pintu? Mungkin kening Anda berkerut saat ini mendengarnya. Tapi tidak mustahil, kok. Tinggal cari pengganti pintu.

Ide untuk menggantikan pintu dengan penutup lain, yang tidak perlu diayun, untuk dibuka tutup, yaitu roller blind atau tirai gulung. Tinggal gulung ke atas ketika ingin dibuka, dan tarik tuasnya hingga tirai tertutup.

Kalau biasanya kita menemui roller blind  di jendela, rupanya bisa juga dijadikan pengganti pintu. Itulah yang dilakukan pemilik rumah, dimana kamar mandi di foto ini berada, untuk menggantikan fungsi pintu. Apa alasannya?

Kamar mandi ini berada di lahan yang relatif sempit, kurang lebih 1,2m x 1m. Jika menggunakan pintu biasa, artinya perlu ada lahan untuk ayunan pintu. Area di depan kamar mandi pun sempit, karena kamar mandi ini berada di area lorong memanjang, di belakang rumah, bersisian dengan dapur.

Akhirnya muncullah ide untuk menggantikan pintu dengan penutup lain, yang tidak perlu diayun, untuk dibuka tutup, yaitu roller blind atau tirai gulung. Tinggal gulung ke atas ketika ingin dibuka, dan tarik tuasnya hingga tirai tertutup.

Tirai gulung hanya satu di antara banyak pilihan lain, yang bisa digunakan sebagai pengganti pintu ayun. Menggantinya dengan tirai biasa juga bisa, tapi perhatikan pilihan bahannya. Karena digunakan untuk kamar mandi, yang pastinya akan banyak terkena cipratan air, pilih bahan yang tahan terhadap air, seperti plastik.

Sebenarnya, pintu geser pun bisa jadi pilihan, tapi penggunaan tirai gulung atau tirai plastik, jelas lebih murah dibandingkan membuat pintu geser.

Mulai tertantang membuat sesuatu yang berbeda juga dengan kamar mandi Anda? Sesekali "melawan" kewajaran tidak ada salahnya, justru kerap menghasilkan keunikan, yang membuat rumah Anda berbeda. Selamat mencoba!


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Lippo Karawaci Akusisi Rumah Sakit di Jambi

JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hari ini mengumumkan telah mengakuisisi sebuah rumah sakit terkemuka di Jambi dengan investasi sebesar US$18 juta karena melihat rumah sakit ini mendominasi dearah Sumatera Timur yang kaya sumber daya alam.

Lippo Karawaci berharap untuk menutup tahun ini dengan menambah tiga rumah sakit menjadi tujuh rumah sakit dalam jaringannya, dan menjadi kelompok rumah sakit swasta terbesar di Indonesia

Akuisisi ini akan lebih mendorong dan meningkatkan strategi rumah sakit serta lebih memperluas jaringan nasionalnya. Investasi ini akan menggunakan dana dari sumber kas internal LPKR.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, LPKR memperoleh 83 persen kepemilikan dan akan mengendalikan rumah sakit swasta ternama di kota Jambi ini, dan juga sekaligus berinvestasi dalam peralatan medis tambahan yang nantinya akan sangat mengubah kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut. Investasi ini akan mencakup peralatan mutakhir 1.5 Tesla MRI, 64-slice CT-Scan, Cath-Lab dan mesin Ultrasound 4D yang baru.

Tujuan akuisisi ini adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat yang saat ini mencari layanan kesehatan dengan melintasi Selat Malaka menuju Singapura. Hal ini akan meningkatkan kualitas hidup dengan menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas internasional dengan biaya yang efisien.

Rumah sakit yang telah di-upgrade ini akan memiliki 105 tempat tidur, 24 Out-Patient suites, 3 Operating Theatre, serta spesialisasi di bidang Syaraf, Kardiologi, Ortopedik, Hemodialisa, Kemoterapi yang terhubung dengan MRCCC, serta Trauma Darurat.

Berlokasi di jalan protokol utama di Jambi dan hanya lima menit dari bandara, rumah sakit ini siap melayani masyarakat Jambi dan daerah sekitarnya dengan menjangkau 1,2 juta orang untuk daerah metropolitan yang lebih luas. Tanah, dengan ruang yang luas untuk ekspansi selanjutnya serta bangunannya dimiliki oleh rumah sakit.

LPKR mengharapkan setelah dilakukan perombakan dan peningkatan, rumah sakit ini akan diperkenalkan kepada pasar di bawah nama dan manajemen ‘Siloam Hospitals’ yang terkenal pada Januari 2011.

Dari rumah sakit baru ini LPKR mengharapkan kenaikan pendapatan pada tahun 2011 sebesar lima persen. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit kelima dalam jaringan Siloam Hospitals.

LPKR juga mengumumkan bahwa saat ini sedang dalam tahap akhir akuisisi rumah sakit lainnya yang diharapkan akan diumumkan dalam waktu satu bulan.

MRCCC

Selain itu, LPKR sedang dalam tahap persiapan terakhir untuk pembukaan rumah sakit andalannya yang berlokasi di pusat Jakarta, yaitu The MRCCC Cancer Hospital (Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center) pada pertengahan Desember 2010.

LPKR berharap untuk menutup tahun ini dengan menambah tiga rumah sakit menjadi tujuh rumah sakit dalam jaringannya, dan menjadi kelompok rumah sakit swasta terbesar di Indonesia. Pendapatan rumah sakit pada tahun 2011 diharapkan akan meningkat lebih dari 35 persen.

Baru-baru ini LPKR mengumumkan bahwa Perseroan bermaksud meningkatkan divisi Siloam sebesar 4 kali lipat menjadi 25 rumah sakit dan memberikan pendapatan tahunan sebesar US$500 juta dalam lima tahun sebagai kontribusinya bagi transformasi sosial Indonesia dalam meningkatkan standar dan kualitas hidup masyarakat.

Akuisisi ini merupakan bukti lebih lanjut dari komitmen Siloam Hospitals dalam menyampaikan visi Perseroan untuk menjangkau dan menciptakan aksesbilitas bagi layanan yang kritis dan penting bersama dengan keahlian berkualitas internasional bagi masyarakat Sumatera Timur, untuk menyediakan layanan kesehatan, diagnosa dan teknologi terdepan yang saat ini belum tersedia di daerah tersebut. Dan selanjutnya akan menyediakan perawatan yang terjangkau yang dekat dengan tempat tinggal bagi wilayah kaya Indonesia.

Rumah sakit ini akan mengubah konfigurasi layanan untuk wilayah tersebut, menciptakan akses dan layanan yang terjangkau, termasuk sistem mutu klinis dan internal terdepan.

Pada Rabu, 27 Oktober 2010 kelompok layanan kesehatan kelas dunia Frost & Sullivan dari Amerika Serikat menganugerahkan Siloam Hospitals Group penghargaan Frost & Sullivan Healthcare Services Provider of the Year 2010 untuk kategori Best Practices.

Didirikan tahun 1996, Siloam Hospitals Group merupakan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh LPKR dan merupakan kelompok rumah sakit swasta terbesar dan paling menonjol di Indonesia, dengan memiliki jaringan lima rumah sakit umum dan rumah sakit spesialis di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan Jambi.

Siloam melayani masyarakat kelas menengah Indonesia dan memiliki lebih dari 2.000 dokter, perawat dan tenaga medis yang melayani lebih dari satu juta pasien setiap tahunnya.

Siloam terkenal dengan keunggulan medis dan klinis. Rumah sakit utamanya merupakan rumah sakit internasional pertama dan satu-satunya di Indonesia dan juga satu dari dua puluh rumah sakit di Asia Tenggara yang mendapat akreditasi dari Joint Commission International (JCI) dari Amerika Serikat.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa hanya rumah sakit yang mendapat akreditasi dari JCI yang diizinkan menggunakan nama ‘Rumah Sakit Internasional”. Akreditasi JCI merupakan pengakuan dunia untuk kualitas dan standar pelayanan kesehatan berskala internasional di industrinya.

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) milik Siloam juga akan menjadi rumah sakit pengobatan kanker terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia.

Siloam merupakan satu-satunya kelompok rumah sakit yang terintegrasi dengan riset (melalui Mochtar Riady Institute of Nanotechnology – MRIN) dan pendidikan (melalui Universitas Pelita Harapan - Medical School and School of Nursing) untuk memberikan perawatan mutakhir melalui penelitian dan pasokan sumber daya manusia yang penting bagi pengembangan rumah sakit yang ada serta ekspansi di masa mendatang.

Semua rumah sakit Siloam dilengkapi dengan peralatan tercanggih dan memiliki kerjasama dengan lembaga bereputasi internasional untuk memberikan perawatan klinis modern dan evidence based.

Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya merasa optimis, “Kami berharap penambahan tiga rumah sakit sebelum akhir tahun akan memperkuat strategi pertumbuhan Perseroan yang akan menambah value bagi kepentingan para pemegang saham. Kami bermaksud mengejar akuisisi lainnya dan membangun rumah sakit-rumah sakit baru untuk mencapai pendapatan tahunan rumah sakit sebesar US$500 juta dalam lima tahun."

"Untuk Jambi, kami sangat senang dengan kesempatan untuk dapat berkontribusi dalam transformasi sosial. Investasi ini hanyalah awal dari rencana pertumbuhan intensif kami  untuk memperluas jangkauan nasional yang dimiliki. Dengan lebih dari dua atau tiga akuisisi, ekspansi transformasi kami akan menjadi campuran dari perkembangan lapangan hijau. Kami memiliki 20 rumah sakit dalam jaringan dimana tidak akan ragu untuk mengakuisisi rumah sakit-rumah sakit lainnya, ketika kesempatan itu datang," kata Ketut.

Siloam Hospitals Group juga mengembangkan kemampuan intelektual dan teknik dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang andal, teknologi baru, termasuk sistem informasi yang canggih serta sistem manajemen operasional yang inovatif.

Hal ini ditunjukkan dengan pembentukan “Medical Sciences Group” yang menciptakan sinergi dengan Mochtar Riady Institute of Nanotechnology (MRIN) dan Universitas Pelita Harapan School of Medicine and School of Nursing, yang menyediakan tenaga medis yang cakap yang dibutuhkan oleh Siloam Hospitals Group dan masyarakat Indonesia.

LPKR berada di garis terdepan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan proyeksi pertumbuhan melebihi enam persen per tahun. Hal ini tercermin dari kinerja yang kuat di seluruh unit strategis Perseroan.

Dengan pendapatan per kapita yang akan melewati US$3.000 per tahun, penjualan residensial/township akan sangat menjanjikan, dan meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan yang berkualitas di Indonesia akan mendorong pertumbuhan kelompok rumah sakit Perseroan.

Meningkatnya investasi dan infrastruktur, deregulasi, dan desentralisasi pertumbuhan ke daerah telah mendorong pertumbuhan riil PDB lebih dari 6 persen per tahun. Pendapatan per kapita sekarang siap untuk melewati US$3.000 per tahun dalam 12 bulan ke depan, menciptakan pertumbuhan yang didorong oleh konsumsi.

Sektor properti Indonesia akan menjadi proxy yang sangat baik bagi pertumbuhan Indonesia, dengan proyeksi jauh melebihi pertumbuhan rata-rata GDP nasional. Di sektor properti yang terfragmentasi, hanya segelintir perusahaan properti yang mampu menjawab tantangan dan peluang. Lippo Karawaci, dengan visi, profesionalisme, semangat kewirausahaan, dan divisi usaha yang solid telah memimpin di garis depan perkembangan positif ini.

LPKR mengharapkan pencapaian kuartal keempat 2010 yang solid, serta pendapatan dari proyek-proyek dan laba bersih pada akhir 31 Desember 2010 akan mencapai Rp3 triliun dan Rp524 miliar, masing-masing meningkat 17 persen dan 35 persen dibandingkan 2009. Nilai ini sebanding dengan laba bersih Rp30,29 per saham.

Seluruh divisi usaha LPKR mencatatkan pertumbuhan yang memuaskan pada kuartal ketiga dengan kinerja luar biasa di divisi usaha residensial/township dimana pendapatan meningkat sebesar 50,5 persen menjadi Rp352,7 miliar. Pendapatan divisi rumah sakit naik 12,5 persen sedangkan bisnis retail mall menorehkan peningkatan pendapatan sebesar 15 persen.

Meskipun masih merupakan bagian yang relatif kecil dalam group LPKR, divisi manajemen aset mencatat kenaikan 63 persen dari pendapatan management fee. Pendapatan recurring LPKR terus meningkat dan merupakan 52 persen dari total pendapatan Perseroan pada kuartal ini.

LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset, pendapatan, laba bersih dan kapitalisasi pasar, diperkuat dengan landbank yang luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 11 triliun.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Rabu, 03 November 2010

BNI Lelang Agunan Kredit Usaha Kecil di 4 Kota

JAKARTA - Sebagai bentuk transparansi, BNI memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk mengetahui informasi lelang agunan, yang umumnya berbentuk properti, dalam sebuah acara pre-lelang BNI Property Open House 2010 (2-4 November 2010). Acara ini digelar di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.

"Dengan kegiatan ini, BNI menginginkan hasil yang optimal dari hasil penjualan agunan ini dengan tetap berprinsip pada transparansi, membuka kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk mendapat informasi dan mengikuti lelang," kata Direktur Jaringan dan Layanan BNI, Honggo Widjojo Kangmasto, pada pembukaan BNI Property Open House 2010, di Hotel Shangri La, Jakarta (02/11/2010).

"Semua agunan yang dilelang telah diverifikasi secara legalitas untuk mengindari permasalahan di kemudian hari ini," katanya.

Di even pre-lelang ini, masyarakat dapat mengetahui informasi properti yang dilelang. Lokasi properti ini tersebar di 15 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Pekanbaru, Palembang, Serang, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Manado.

Total barang jaminan yang ditawarkan berjumlah 603 unit, dengan rincian agunan sebagai berikut, rumah 300 unit, ruko dan toko 145 unit, pabrik dan gudang 72 unit, lahan kosong 59 unit, serta 3 unit SPBU, dan 1 unit Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang berlokasi di pantai Jakarta.

Dalam event BNI Property Open House 2010 tersebut juga disertai dengan adanya program edukasi tentang tata cara lelang jaminan dan hukum pengikatan hak tanggungan, dan selama tiga hari pakar Feng Shui akan melayani konsultasi bagi para undangan dan pengunjung datang ke event tersebut.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Terus Merugi, Harvey Nichols Ditutup

JAKARTA - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menutup gerai ritel premium Harvey Nichols (HN) sejak tanggal 31 Oktober lalu. Penyebab penutupan gerai yang menjual produk fashion supereksklusif itu tak lain karena penjualan yang tak memuaskan. "Sejak dibuka tahun 2008, kontribusi HN ke penjualan perusahaan hanya 1 persen," ujar Fetty Kwartati, Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa.

Sejak dibuka tahun 2008, kontribusi Harvey Nichols ke penjualan perusahaan hanya 1 persen.
-- Fetty Kwartati

Fetty menambahkan, department store asal Inggris itu selama ini hadir untuk memenuhi kebutuhan produk fashion masyarakat kelas atas. Namun, ternyata, konsumen yang diincar HN lebih suka berbelanja ke luar negeri. HN pun sulit mencapai target penjualan. Fetty menambahkan, timing pembukaan gerai HN di Indonesia juga kurang pas, yaitu 31 Oktober 2008, tak lama setelah krisis finansial.

Fetty enggan mengungkapkan nilai kerugian MAPI akibat penutupan HN. Ia hanya menyebut, nilainya tidak besar karena pemilik Grand Indonesia (GI) juga turut mengeluarkan dana untuk pembangunan gerai HN. MAPI juga dibebaskan dari biaya sewa ruang seluas 10.000 meter persegi di mal milik grup Djarum itu. "Kami dibebaskan dari biaya sewa HN oleh pengelola mal," jelas dia.

Menurut sumber KONTAN, pembangunan gerai HN tahun 2008 menghabiskan biaya sekitar Rp 110 miliar. Namun, biaya itu ditanggung fifty-fifty oleh MAPI dan pengelola GI. "Lantaran pengunjung GI tak sesuai target yang disepakati antara MAPI dan Djarum, biaya sewa Harvey lantas dibebaskan," kata si sumber.

Fetty menuturkan, setelah penutupan HN, MAPI tidak akan lagi bermain di pasar supereksklusif. "Kami akan fokus ke segmen menengah atas," tuturnya. Saat ini, MAPI memiliki 11 gerai Sogo, dua gerai Dabenhams, tiga gerai Java Department Store dan satu gerai Seibu.

Hingga akhir kuartal III, MAPI meraup penjualan Rp 3,39 triliun, naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp 3,02 triliun. Dari pendapatan itu, kontribusi bisnis department store mencapai Rp 916,11 miliar atau 27% dari total pendapatan MAPI. Tapi, laba bersih MAPI turun dari Rp 166,30 miliar jadi Rp 148,27 miliar akibat penurunan laba kurs.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Tips Memilih Hunian di Jabodetabek (2)

"Ketika memutuskan untuk mencari lokasi hunian, ketersediaan sekolah yang bagus dan sesuai dengan kriteria yang Anda bayangkan tentang lembaga pendidikan seharusnya menjadi faktor pertama dalam memilih lokasi hunian"
Jika jarak bukan lagi dewa yang harus diagungkan dalam mencari rumah, maka hal apa yang perlu dipertimbangkan saat kita berburu rumah untuk tempat tinggal? Perhatikan yang satu ini: layanan publik, terutama sekolah untuk si kecil!

Sayangnya, sering kali layanan publik berbanding lurus dengan lokasi di pusat kota. Nyaris tidak ada tempat pelayanan dan hiburan yang bisa diakses publik jika hunian berada di tempat terpencil atau jauh dari keramaian.

Semua fasilitas pelayanan atau fasilitas untuk publik, baik yang sifatnya komersial (mal, pasar, rumah sakit, dan sekolah) maupun yang non-komersial (taman publik, tempat pengurusan surat kendaraan, perpanjangan SIM dan STNK, pengurusan paspor, pengurusan pajak, dan sebagainya) sudah menjadi kodratnya untuk berada di tengah kota.

Namun bila Anda jeli dan pintar, maka ada jenis layanan yang sifatnya rutin setiap hari (sekolah anak-anak) dan ada yang sifatnya rutin, tetapi cuma sekali seminggu atau sebulan (belanja di mal atau pasar). Malah, ada yang cuma sekali setahun (misalnya perpanjangan STNK) atau bahkan lima tahun (paspor dan SIM). Ada pula yang sifatnya tidak rutin tergantung kebutuhan, misalnya rumah sakit.

Maka dari itu, konyol sekali memilih atau mencari lokasi rumah hanya karena pertimbangan lokasi dekat dengan kantor Samsat. Urusan ini setahun sekali saja, bahkan kadang-kadang kita minta tolong jasa calo....

Layanan publik yang rutin kita akses setiap hari, seperti sekolah, sebaiknya dekat dari calon lokasi rumah. Namun, kadang-kadang ada yang beranggapan bahwa kualitas sekolah berbanding lurus dengan umurnya. Makin tua sekolahnya, makin bagus kualitasnya. Pada umumnya, sekolah-sekolah yang berumur bangkotan lokasinya berada di tempat strategis, sementara harga tanah atau rumah di sekitarnya sudah melambung ke langit ketujuh.

Kawasan yang dirancang secara tepat dan benar umumnya dipikirkan juga secara baik apakah ketersediaan fasilitas umum semacam sekolah ini ada. Cara yang diambil juga jitu, yakni pengembang memberikan kemudahan bagi pengelola sekolah ternama dan sudah dipercaya masyarakat luas karena reputasinya, seperti Al-Azhar, Santa Ursula, BPK Penabur, Marsudirini, dan  Tarakanita, untuk dapat mendirikan sekolah di kawasan permukiman tersebut.

Ada juga pengembang-pengembang besar yang menyediakan layanan pendidikan karena grup pengembang tersebut juga berkecimpung di sektor pendidikan. Lippo Group dan Pembangunan Jaya adalah beberapa contoh di antaranya. Adapun pengembang yang tidak memiliki portofolio atau kiprah di sektor pendidikan lebih memilih menggandeng lembaga pendidikan yang sudah kredibel seperti disebut di atas.

Ketika memutuskan untuk mencari lokasi hunian, ketersediaan sekolah yang bagus dan sesuai dengan kriteria yang Anda bayangkan tentang lembaga pendidikan seharusnya menjadi faktor pertama dalam memilih lokasi hunian.

Pendidikan untuk anak-anak bersifat jangka panjang dan setidaknya diperlukan waktu 8-9 tahun sebelum si anak dapat kita lepas secara lebih mandiri untuk mengakses pendidikan di tempat yang lebih jauh, yakni ketika mereka sudah memasuki jenjang SMP. Bisa dibayangkan jika sang anak yang masih bersekolah di TK atau SD harus menempuh jarak lebih dari 15 km hanya untuk belajar. Energinya sudah habis di jalan. Jarak yang ideal adalah sampai dengan 10 km dari rumah.

Nah, jika Anda sedang mencari-cari informasi rumah, coba deh cari dulu informasi tentang ketersediaan layanan pendidikan ini. Apakah jenis lembaga pendidikannya sesuai dengan kriteria Anda?


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Tips Memilih Hunian di Jabodetabek (1)

Faktor jarak sering menjadi pertimbangan kita saat memilih lokasi hunian yang hendak dibeli. Ternyata, hal itu tak cukup bisa dijadikan patokan untuk menjadi satu-satunya kriteria dalam memilih hunian yang ideal. Mengapa demikian?

Mengukur waktu tempuh berdasarkan jarak di Jakarta ini sama seperti menebak ke arah mana bajaj hendak berbelok. Hanya si sopir bajaj dan Tuhan yang tahu dia hendak belok ke mana. Tingkat kemacetan sudah bukan lagi tidak bisa ditebak. Jakarta sudah pasti macet. Menebak titik-titik mana yang rawan macet juga sudah mustahil. Semua titik nyaris macet.

Maka dari itu, jika Anda mempertimbangkan memilih atau membeli rumah dari brosur hanya karena Anda tergoda lokasinya hanya 30 menit dari Semanggi, 5 menit dari bundaran hotel anu, 2 menit dari Perempatan Pepsi, 10 menit dari patung selamat tinggal, itu seperti Anda naik angkutan salah trayek. Pasti bakal kesasar.

Di Jakarta, waktu tempuh berbanding lurus dengan akses dan infrastruktur jalan, bukan dengan jarak. Maka dari itu, pilihan terbaik untuk mencari lokasi pertama-tama adalah ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai menuju lokasi. Jarak 10 kilometer dengan infrastruktur jalan hanya 2 atau 3 jalur sudah jelas berbeda dibanding jarak 20 kilometer dengan jalan 4 atau 5 jalur.

Jarak juga berkaitan dengan sarana transportasi. Lokasi hunian di Bogor yang berjarak 60 km dari Jakarta atau di Serpong yang berjarak sekitar 25 km dari Jakarta pasti berbeda jika kita tempuh dengan sarana kereta api dibandingkan dengan mobil misalnya.

Nah, karena pilihan transportasi ini sifatnya sangat terbuka dan banyak pilihannya, memilih lokasi hunian sebaiknya juga mempertimbangkan moda transportasi apa yang akan Anda gunakan sehari-hari?

Kita sering kali keliru menetapkan pilihan, semata-mata hanya karena sebuah moda transportasi sudah lazim kita gunakan. Mobil atau motor misalnya. Kita memilih menggunakannya hanya karena kita sudah familiar dan terbiasa, lalu menutup kemungkinan untuk beralih dengan moda transportasi lain hanya lantaran kita tidak pernah menggunakannya atau hanya menggunakannya sesekali dalam setahun.

Kita khawatir bahwa moda itu tidak bersahabat, sarana transportasi itu berbahaya, atau pilihan itu mengerikan. Padahal, kita belum mengenalinya lebih dalam dan menilainya sekadar dari permukaan atau bahkan cuma dari cerita orang dan kabar burung.

Oleh karenanya, jangan lagi pernah mempertimbangkan membeli atau memiliki hunian hanya karena faktor jarak. Pertimbangkan faktor lainnya. Simak apa saja faktor yang lain di seri berikutnya.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!