Senin, 01 Agustus 2011

Pengembang Properti Panen Untung Rata-rata di Atas 100%


Jakarta - Pengembang properti tengah menikmati panen untung karena harga perumahan dan apartemen terus mengalami kenaikan signifikan sejak awal tahun.
Para emiten properti yang mencatatkan sahamnya di pasar modal pun telah menikmati kenaikan keuntungan bersih rata-rata 105,49% sepanjang semester I-2011.

Berdasarkan data laporan keuangan semester I-2011 delapan emiten properti besar yang tercatat di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip detikFinance di Jakata, Minggu (31/7/2011) terlihat mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan.

Pertumbuhan paling tinggi terlihat pada PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Anak usaha Grup Lippo ini mencatat pertumbuhan laba bersih 193,81% menjadi Rp 98,49 miliar hingga Juni 2011, dari posisi tahun lalu Rp 33,46 miliar. Prestasi LPCK ini disebabkan oleh akumulasi pendapatan usaha yang mencapai Rp 388,701 miliar. Pendapatan perseroan naik 85,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 209,025 miliar.

Perseroan semakin menebalkan pundi-pundi keuntungan setelah mencatat pendapatan lain-lain Rp 1,793 miliar, setelah pada periode yang sama tahun lalu hanya membukukan pendapatan lain-lain Rp 425,54 juta. Laba bersih per saham LPCK hingga Juni pun mencapai Rp 141,51, naik dari sebelumnya Rp 48,08 per lembar.

Emiten properti lain yang juga anak usaha keluarga Riyadi adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih Rp 357,101 miliar atau meningkat 39,97% dari periode sebelumnya Rp 255,11 miliar. Laba bersih per saham hingga Juni ini mencapai Rp 13,65, naik tipis dari sebelumnya Rp 12,78.

Pencapaian laba bersih di semester I-2011 ini tidak lepas dari pendapatan perseroan yang juga tumbuh dari Rp 1,463 triliun tahun lalu menjadi Rp 1,883 triliun.

Kemudian, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang mencatat kenaikan laba 148,54% dari Rp 182,54 miliar di semester I-2010 menjadi Rp 435,69 miliar di semester I-2011. Laba bersih per saham Rp 22,17 naik dari sebelumnya Rp 16,69 per saham.

Laba BSD City disumbang oleh pendapatan yang naik tipis menjadi Rp 1,286 triliun, dari periode sebelumnya Rp 1,117 triliun.

Pertumbuhan laba juga dialami perusahaan grup Sinarmas Land lainnya, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI). Laba perusahaan pengelola trade center ini hingga semester I-2011 mencapai Rp 154,932 miliar atau naik 5,34% dari periode yang sama tahun lalu Rp 147,072 per lembar.

Laba bersih per saham tercatat Rp 70,62 atau tumbuh dari periode sebelumnya, Rp 64,66. Peningkatan laba disebabkan oleh pendapatan yang juga naik tipis dari Rp 445,68 miliar menjadi Rp 457,09 miliar.

Pengembang properti lain mencatat prestasi mengesankan adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). Mereka mencatat laba bersih Rp 289,92 miliar, naik 133,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesarr Rp 124,09 miliar.

Laba bersih per saham Alam Sutera mencapai Rp 16,2, naik dari periode sebelumnya yang hanya Rp 6,94 per saham. Laba yang naik dua kali lipat ini tidak lepas dari hasil penjualan bersih perseroan yang mencapai Rp 706,392 miliar di semester I-2011. Penjualan melesat dibandingkan tahun lalu, Rp 396,77 miliar.

Perusahaan properti grup Bakrie, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga mengalami kenaikan laba yang fantastis sebesar 155,85%. Laba per Juni perseroan mencapai Rp 180,89 miliar. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 70,7 miliar.

Laba bersih per saham dasar juga meningkat dari Rp 4,08 per lembar di semester I-2010 ke Rp 4,11 per lembar tahun ini. ELTY memang mencatat kenaikan pendapatan bersih 94,4% menjadi Rp 1,044 triliun di semester I-2011, dari periode sebelumnya Rp 537,5 miliar.

Grup properti lain adalah Ciputra, melalui anak usahanya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) yang proyeknya banyak di wilayah Jawa Timur. Laba CTRA naik 40,25% menjadi Rp 217,18 miliar, dari periode yang sama tahun lalu Rp 152,84 miliar.

Sementera CTRS mengalami peningkatan lainnya 126,55% dari tahun lalu Rp 47,98 miliar menjadi Rp 108,7 miliar di semester I ini. Namun tetap saja ada emiten properti yang mengalami penurunan laba, yakni PT Ciputra Property Tbk (CTRP). Anak usaha Ciputra yang fokus pada pengembangan apartemen dan pusat perbelanjaan ini mencatat laba besih Rp 83,13 miliar, turun tipis 0,74% dari periode yang sama tahun lalu Rp 83,76 miliar.

Sumber : www.finance.detik.com/penjualan-2-superblok-dongkrak-laba-agung-podomoro-hingga-105
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Bangun Apartemen, Agung Podomoro Incar 3 Lahan Baru di Jakarta



Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tengah mengincar tiga lahan baru di wilayah Jakarta. Lahan ini kemudian akan didirikan unit apartemen yang menjadi spesialisasi perseroan. Dana Rp 800 miliar sudah disiapkan perseroan dari hasil penerbitan obligasi yang hari ini mulai ditawarkan.

Demikian disampaikan Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Indra Wijaya di Central Park, Jakarta, Jumat (29/7/2011).

Menurutnya, ketiga proyek tersebut berlokasi di Jakarta Utara, Selatan, dan Barat. Lahan di Utara Jakarta tersebut sudah berdiri bangunan dan kemudian akan dikembangkan perseroan dalam dua tahun mendatang.

"Semester II, ada tiga proyek yang diincar. Mudah-mudahan uang dari obligasi mencukupi. Kalau tidak di-drop. Proyek ada di Jakarta Utara masih nego. Juga ada lokasi tanah di Selatan dan Barat. Sudah dekat (closing)," jelasnya.

Ia menambahkan, properti yang sedang booming membawa dampak positif bagi marketing sales perseroan. Agung Podomoro optimistis dapat menghasilkan angka penjualan Rp 2,2 triliun hingga akhir Juni 2011.

"Marketing sales kami di triwulan satu Rp 1 triliunan, ini yang tertinggi dibandingkan yang lain. Pada triwulan II bisa dua kali lipat," ungkapnya.

Posisi utang perseroan hingga semester I-2011 mencapai Rp 3 triliun. Dari jumlah itu, Rp 1,5 triliun diantaranya merupakan dana atau uang muka konsumen hasil penjualan unit properti perseroan.

"Sekitar Rp 1,5 triliun itu uang muka loh. Tapi harus dicatatkan sebagai utang," tegasnya.

Terkait penerbitan obligasi Rp 800 miliar, perseroan optimistis seluruhnya dapat terserap pasar. Bahkan ada potensi upsize dengan melihat permintaan yang sangat tinggi dari investor.

Menurut Direktur PT Mandiri Sekuritas, Iman Rachman, penjualan obligasi Agung Podomoro lebih diprioritaskan untuk investor institusi domestik. Diantaranya, perusahaan aset manajemen (mutual funds) dan dana pensiun.

"Namun investor ritel juga tidak tertutup kemungkinan untuk menyerap obligasi ini. Apalagi ada tranche 3 dan 5 tahun. Pada semester satu ini kan obligasi yang banyak terbit dari perbankan, jadi kami yakin ini akan terserap," tutur Iman.

Sumber : www.finance.detik.com//bangun-apartemen-agung-podomoro-incar-3-lahan-baru-di-jakarta
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Properti Cirebon Naik, Pertanian Tercekik

 

Properti Cirebon Naik, Pertanian TercekikCIREBON, Bisnis dunia properti di Kabupaten Cirebon menunjukan geliat peningkatan signifikan selama tiga tahun terakhir. Selain karena lokasi lahan terbuka lebar dengan posisi strategis, program subsidi perumahan dari pemerintah juga menjadi indikator peningkatan tersebut.

Data dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Cirebon, per-Juli tahun 2011, BPPT sudah mengeluarkan 32 izin pembangunan perumahan. Menurut Kepala BPPT Kabupaten Cirebon Abdul Tolib, jika saja selama enam bulan ke depan juga mengeluarkan izin dengan jumlah sama, maka akan melampui tahun sebelumnya.

Sebagai gambaran, pada 2007 pelaku usaha di bidang perumahan yang berminat berinvestasi di Kabupaten Cirebon hanya dua. Setahun kemudian jumlah tersebut naik menjadi 16, dan pada 2009 menunjukan peningkatan menjadi 29, sementara pada 2010 naik secara signifikan menjadi 58 perusahaan.

"Peningkatan ini selain karena kondisi wilayah Cirebon yang strategis, terlebih karena di sini sudah dibangun jalan Palikanci dan Tol Kanci-Pejagan," kata Abdul Tolib didampingi Kasubsi Pelayanan Administrasi Perijinan, Dede Sudiana, Jumat (29/7/2011).

Meski menjadi primadona perumahan, pihaknya tidak serta merta memberikan izin setiap pengajuan yang masuk. Koordinasi dengan instansi terkait akan tetap dilakukan. Misalnya berkoordinasi dengan Dinas Pertaniana.

"Jangan karena ada investor masuk lalu kemudian mengesampingkan kepentingan yang lebih besar. Intinya kami akan selalu mengacu terhadap RUTR yang ada," tegasnya.

Pertanian terancam

Terkait menjamurnya lokasi-lokasi perumahan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi mengatakan, pada satu sisi dirinya merasa bangga melihat banyaknya investor masuk ke Kabupaten Cirebon. Hal ini menunjukan, Cirebon dinilai semakin bagus di mata investor. Namun di sisi lain sempat muncul kekhawatiran, bahwa peningkatan itu akan semakin menyempitkan lahan pertanian karena terus "termakan" oleh lokasi perumahan.

Untuk itulah, lanjut dia, untuk mempertahankan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu lumbung padi (beras) di Jawa Barat, dirinya mengharapkan agar wilayah utara dan barat Cirebon tidak diganggu pembangunan.
"Kita tahu kalau dari utara dan barat, misalnya Panguragan dan Kapetakan, selama ini sebagai lahan pertanian. Sebab wilayah barat dan utara memang menghasilkan produk pertanian handal. Karena itu, silahkan dibangun tapi jangan di kedua kecamatan itu," kata Ali tanpa merinci angka pasti jumlah produksi pertanian di kedua wilayah tersebut.

Sumber : www.properti.kompas.com/Properti.Cirebon.Naik.Pertanian.Tercekik
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


"Tipuan" yang Menawan, Dinding Makin Rupawan

 Kaya akan tekstur yang unik dan tiada duanya memang menjadi keunggulan kayu. Karena itulah, kayu begitu diminati baik sebagai fasad maupun interior rumah.

Natural, unik, dan hangat adalah sifat-sifat yang bisa didapatkan dengan mengaplikasikan kayu dalam hunian. Namun, semakin banyaknya penebangan pohon-pohon untuk kayu, banyak arsitektur maupun desainer mengakali dengan cara-cara lain namun tetap mempertahankan agar nuansa kayu kental terasa.

Sebut saja, misalnya, dengan memilih furnitur dengan pelapis laminate bertekstur kayu. Pelapis laminate berbahan fiber ini dibuat dengan motif kayu dengan tampilan cenderung glossy.

Pelapis laminate bertekstur kayu tak hanya untuk lantai, tetapi juga pada furnitur lainnya. Seperti pada dinding ruang tamu di rumah contoh Melia Garden, perumahan Graha Raya, Serpong, Tangerang, ini. Dinding ditutup dengan pelapis laminate bertekstur kayu berwarna coklat gelap dari atas sampai bawah.

Sebagai tambahannya, ada ambalan dan laci gantung yang berguna sebagai tempat penyimpan. Meskipun bukan terbuat dari kayu solid, ruangan tetap berkesan hangat dan nyaman karena satu dindingnya bertekstur unik, seperti tekstur kayu. Ruangan pun jadi lebih santai, lebih sejuk, serta "seolah-olah" kembali ke alam.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Sssttt... Yuk, Mandi di Bawah Tangga!

Keberadaan ruang bawah tangga acapkali tidak efektif. Padahal, area ini bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan, bahkan kamar mandi.

Seperti rumah contoh Melia Garden, di Perumahan Graha Raya, Serpong, Tangerang, ini misalnya. Di rumah terdiri dari dua lantai ini terdapat tangga untuk naik-turun. Agar mengoptimalkan ruangan di bawahnya, dibuatlah kamar mandi yang bisa digunakan oleh tamu.

Letak kamar mandi ini dibuat semi level dengan posisi langit-langit tetap memiliki ketinggian rata-rata dan tidak menyulitkan orang ketika masuk. Karena bertujuan mengoptimalkan ruang bawah tangga, kamar mandi di ruang tamu ini dibuat menyesuaikan sisa ruang.

Bentuk kamar ini memanjang dan tidak memberi space yang melebar. Di dalamnya, terdapat satu kloset dan perlengkapan kamar mandi lainnya meskipun tidak terlalu banyak.

Sebagai sebuah saran, kamar mandi di bawah tangga dapat dibuat bila level rumah terletak cukup jauh dengan ketinggian jalan raya. Ini terkait dengan saluran pembuangan yang efektif.

Pencahayaan dan sirkulasi udara juga cukup penting untuk diperhatikan. Pasalnya, di bawah tangga pemakaian exhaust fan bisa menjadi solusi untuk perputaran udara.

Sumber : www.properti.kompas.com/Sssttt.Yuk.Mandi.di.Bawah.Tangga.
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Coba Deh, Ganti Raknya dengan Ambalan!


Agar tak terkesan penuh di rumah berkonsep minimalis, salah satu cara bisa Anda lakukan adalah mengganti rak yang penuh aksesoris dengan sebuah ambalan. Ruangan jadi lebih praktis dan lega.

Dengan ambalan yang dipasang dengan sistem kantilever ini, misalnya, ruangan terasa lebih lega. Anda melihat contohnya seperti pada gambar ambalan ini, yang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan aksesoris seperti foto keluarga, pernak-pernik, atau aneka koleksi lainnya.

Ambalan ini dipasang dengan ukuran tinggi rata-rata yang bisa dijangkau sehingga mudah perawatannya. Pemilihan bahan dari kayu dan coraknya pun menyerupai serat kayu sehingga memberi kesan "pembatas" ruang tamu dan ruang makan secara tidak langsung.

Sumber : www.properti.kompas.comCoba.Deh.Ganti.Raknya.dengan.Ambalan.
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tangcity Mall Hadir di Tengah Masyarakat Tangerang

 

TANGERANG, Beberapa artis ibu kota seperti Tompi, Citra Idol, Kahitna, Radja Cilik, serta Keysha “Pasha Ungu”, akan menyemarakkan rangkaian soft opening Tangcity Mall, di Jalan Sudirman, Kota Tangerang, Banten, hingga 31 Juli 2011.

“Sampai sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, masyarakat Tangerang dan sekitarnya, akan dihibur penyanyi-penyanyi terkenal itu,” ucap Mustofa Kamaluddin, dari Public Relations Tangcity, Jumat (29/7/2011).

Dalam siaran pers melalui surat elektronik, Jumat, disebutkan, soft opening Tangcity Mall sebagai bagian penting dari proyek superblok Tangerang City, telah dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Juli 2011.  Soft  opening dipandu MC Choky Sitohang dan Yuanita Christiani, serta penampilan eksklusif dari penyanyi Rossa
“Tangcity Mall merupakan Golden Icon pusat perbelanjaan dan hiburan eksklusif di kawasan Tangerang, dan hanya berjarak 10 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. One stop shopping and entertainment ini dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya, yang menginginkan berbelanja dengan nyaman dan memenuhi gaya hidup modern dengan beragam fasilitas yang tersedia,” papar Ian Wisan, MBA, CEO PT Pancakarya Griyatama, pengembang dari Tangcity Mall.

Konsep superblok seluas 10 hektar yang dikembangkan oleh Tangcity, merupakan solusi jangka panjang terhadap keterbatasan lahan perkotaan. Pembangunan Tangcity Mall yang merupakan bagian dari Tangcity Superblock, bisa dikatakan memiliki rencana jangka panjang yang sangat maju dan prestius. 

“Secara makro, daerah Jakarta bisa dikatakan sudah jenuh. Maka terjadi pergeseran pengembangan ke kota-kota satelit. Untuk wilayah timur, Bekasi cukup pesat perkembangannya. Sementara bagian Barat, Tangerang sangat berkembang. 

Selaras dengan hal itu, PT Pancakarya Griyatama melihat sisi Barat Jakarta ini sangat potensial untuk dikembangkan. Pemerintah sendiri mempunyai visi untuk mengembangkan kawasan ini. Rencana pembangunan infrastruktur dari Sumatera dan Banten juga terus berkembang, dengan akan dibangunnya Jembatan Selat Sunda dan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta. Tangerang sendiri termasuk dalam master plan pengembangan tersebut,” tambah Robert Yapari, President Director PT Pancakarya Griyatama.
Tangcity Mall yang  merupakan salah satu bagian terpenting dari Tangcity Superblock, mendapat sambutan yang sangat besar semenjak proyek ini diluncurkan. Tangcity Mall yang terdiri atasi 8 lapis lantai ini, juga mengusung beragam fasilitas dengan konsep terdepan dan tercatat lebih dari 90 persen unit shop dan counter Tangcity Mall diserbu oleh para tenant. 

“Untuk mewujudkan pencapaian serta totalitas dalam pembangunannya, Tangcity Mall  mensinergikan keahlian 18 konsultan seperti Airmas Asri, BOBOS, Dedato, Jones Lang LaSalle, dan lainnya dalam melakukan desain dan konsep mulai dari infrastuktur, arsitektur, seismic hazard analysis, hingga interior design. Untuk mewujudkan bangunan yang berkualitas prima, Tangcity Mall tetap menggandeng PT Pembangunan Perumahan,” papar Drs Calvin Lukmantara, Vice President Director PT Pancakarya Griyatama.

Adapun perkembangan dari pembangunan saat ini berlanjut pada pembangunan Novotel yang telah dimulai, The Suites at Tangcity Residents, kondominium, kondotel, serviced apartment & Office, Hotel Amaris, serta Park Plaza. Diharapkan ke depannya seluruh rencana Tangcity Superblock dapat diselesaikan dalam waktu 2 tahun hingga 3 tahun.

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)