Jumat, 01 Juni 2012

"Harga Rumah Sejahtera Bukan Naik, Tapi Sesuai Realita"

detail berita
Rumah murah tipe 36 (Foto: Runi Sari B/Okezone)
JAKARTA - Penetapan baru harga rumah sejahtera tipe 36 oleh Kementerian Perumahan Rakyat melalui Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) Nomor 07 dan 08 Tahun 2012, dinilai bukan naik, melainkan sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo.

"Sebenarnya harga tersebut bukan naik, tapi memang sesuai kenyataan yang ada, realitanya seperti itu. Rumah tipe 36 dengan harga Rp70 juta yang diatur dalam Permenpera No 04 dan 05 Tahun 2012 itu tidak logis dan tidak wajar. Harga baru yang ditetapkan sekarang hanya menyesuaikan dengan kondisi sebenarnya," kata Eddy saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Jumat (1/6/2012).

Menurutnya, Permenpera baru yang mengatur kenaikan harga rumah sejahtera tersebut belum serta merta dapat direalisasikan.

"Efeknya belum serta merta, karena untuk dilaksanakan harus ada sebelumnya perjanjian kerjasama operasional (PKO) antara Badan Layanan Umum (BLU) Kemenpera dengan bank-bank pelaksana yang memberikan KPR bersubsidi," paparnya.

Dia menambahkan, dampak dari Permenpera lama yang menetapkan harga rumah sejahtera tipe 36 maksimal Rp70 juta tersebut menyebabkan mandeknya penyaluran KPR bersubsidi melalui skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang baru tersalurkan sekira satu persen dari yang ditargetkan pemerintah.

SUmber : www.property.okezone.com/harga-rumah-sejahtera-bukan-naik-tapi-sesuai-realita

Cari rumah Propertykita ahlinya...!!

Cari rumah dijual yang aman nyaman asri serta siap huni..?

Ciputra Optimistis Hunian Vertikal Tetap Laris

detail berita
Pimpinan Ciputra meninjau maket Ciputra World Jakarta (foto: dok.okezone)
JAKARTA– PT Ciputra Property Tbk (CTRP) resmi meluncurkan proyek mix-used Ciputra World Jakarta 2 (CWJ2) yang berlokasi di Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan.

Direktur Utama PT Ciputra Property Tbk (CTRP) Candra Ciputra mengaku optimistis terhadap prospek properti, utamanya pada sektor high rise building (hunian vertikal) yang harganya tergolong masih murah di Indonesia.

"Properti di Indonesia masih termasuk negara paling murah dibandingkan negara-negara Asia lain, sekelas kondominium saja masih berada di kisaran USD2.000 per meter, sedangkan di Thailand sudah mencapai USD4.000 per meter. Padahal, populasi Indonesia sudah mencapai 240 juta jiwa," katanya, di Jakarta, kemarin.

Candra mengungkapkan, hingga April 2012 perseroan mencatatkan penjualan Rp475 miliar. Perseroan juga menargetkan marketing sales hingga akhir tahun ini mencapai Rp1,55 triliun. Hal itu didukung dengan tercapainya penjualan Ciputra World 2 Jakarta (CW2J) sebesar 80 persen.

"Target itu masih target pesimistis, kemungkinan bisa melebihi target itu. Dan sebagian besar ditopang dari CW2J," ujar Direktur Utama PT Ciputra Property Tbk (CTRP) Candra Ciputra . Dia optimistis dengan target tersebut, pasalnya investasi properti adalah investasi riil, walau saat ini tengah dalam kondisi krisis.

Direktur PT Ciputra Property Tbk (CTRP) Artadinata Djangkar juga menambahkan, CWJ2 dengan apartemen 200 unit rencananya akan beroperasi pada 2015. Di mana harga untuk apartemen yang disewakan akan disesuaikan dengan pasar.

Sumber : www.property.okezone.com/ciputra-optimistis-hunian-vertikal-tetap-laris

Cari rumah Propertykita ahlinya...!!

Cari rumah dijual yang aman nyaman asri serta siap huni..?

Bercerita Lewat Bingkai

detail berita
(foto: decor8blog)
BINGKAI kerap dianggap sebagai elemen yang bisa menghilangkan kesan kaku pada dinding bangunan. Bagaimana mengaplikasikannya agar terlihat bagus di rumah?

Bingkai memang hanya sebuah elemen kecil dalam interior. Namun, percaya atau tidak, dari hal yang kecil itu, kesan rumah yang awalnya biasa-biasa saja, bisa berubah menjadi luar biasa. Bingkai lazim dipadukan dengan foto, lukisan, poster, atau bahkan kain tradisional dari berbagai daerah. Karena itu, kehadiran elemen satu ini bisa menjadi nilai tambah bagi penghuni rumah. Itu karena isi yang terdapat di dalamnya rata-rata memiliki kenangan atau cerita tersendiri.

Dilihat dari bahan dasar pembuatnya, bingkai terbagi menjadi empat jenis yakni kayu, fiber, gypsum (cetakan), dan aluminium. Dari empat jenis bahan tersebut, yang paling digemari adalah bingkai kayu karena karakternya natural sehingga cocok untuk desain rumah apa saja. Bentuknya pun cukup beragam, bergantung pada tema yang ingin ditampilkan.

Kendati demikian, bentuk cantik bingkai akan menjadi percuma jika teknik pemasangannya di dalam ruangan tidak tepat. Karena itu, sebaiknya Anda mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan agar saat hendak memasang frame, tampilannya menjadi bagus.

Arsitek Briyan Talaosa menuturkan, cara pengaplikasian frame ada dua, yakni digantung di dinding dan diletakkan di atas furnitur lain seperti meja konsol, ambalan, atau lemari kabinet. Bingkai gantung hanya berinteraksi dengan dinding, tidak dengan furnitur, tetapi secara tema atau gaya dekorasi interior tetap berkaitan.

Untuk pemasangan pada dinding, hal yang harus diperhatikan adalah proporsi ukuran frame terhadap besaran dinding. Dalam arti, ukuran frame harus disesuaikan dengan luas dinding. Dimensi frame sangat menentukan estetika penempatan frame. Ukuran bingkai umumnya berkaitan dengan unsur lain, seperti besaran sisi dinding sebagai media untuk meletakkan bingkai itu. Artinya, komposisi sangat menentukan kenyamanan mata penikmatnya.

Jangan sampai pada bidang yang cukup luas, Anda hanya meletakkan frame yang komposisinya amat kecil hingga nyaris tak terlihat karena terlalu mungil. Begitupun dengan komposisi yang dipilih, sangat bergantung pada luas dan bentuk sisi dinding yang hendak Anda dekorasi dengan bingkai.

Jika pada satu sisi dinding Anda ingin tempatkan frame foto yang jumlahnya lebih dari satu, yang harus Anda lakukan adalah jeli dalam mengorganisasi komposisi peletakan bingkai tersebut berdasarkan ukuran dan komposisi gambar yang ada di frame.

"Bisa saja pada satu sisi dinding Anda meletakkan frame foto dalam jumlah yang sangat banyak, atau bahkan full sampai satu area dinding ditutupi dengan frame, sepanjang peletakan dan kesesuaian materi foto tidak acak-acakan," kata Briyan. Sebagai contoh, foto kenangan dari usia bayi sampai lansia diatur seperti alur cerita, lalu letakkan pada satu area dinding yang cukup besar.

Sementara, bingkai yang diaplikasikan dalam posisi duduk, biasanya akan bersentuhan dengan furnitur sebagai tempat display. Dalam hal ini, pengaturan komposisinya harus ada yang diperhatikan. Misalnya, Briyan menyebutkan, kesesuaian warna bingkai dengan furnitur sebagai wadah atau malah kesesuaian antara material dan finishing bingkai dengan furnitur itu sendiri.

Alternatif komposisi peletakan bingkai yang lain bisa didasarkan pada ukuran atau tema materi fotonya. Meski demikian aturannya, hal tersebut tidak lantas dijadikan patokan baku.

Sumber : www.property.okezone.com/bercerita-lewat-bingkai

Cari rumah Propertykita ahlinya...!!

Cari rumah dijual yang aman nyaman asri serta siap huni..?

Tepat Mendekorasi Ruangan

detail berita
(foto: interiorholic)
DALAM mendekorasi ruangan, Anda masih boleh bereksplorasi dan memadukan berbagai material atau warna. Seperti yang dikatakan arsitek Briyan Talaosa, asalkan sepanjang hal tersebut tetap berada dalam koridor keindahan, baik menurut desainer, pemilik rumah, maupun penikmat lain, semisal tamu.

Pendapat senada disampaikan arsitek Nunung Adywijaya. Menurutnya, luas ruangan menjadi faktor yang penting diperhatikan dalam pengaplikasian bingkai. Pasalnya, hal tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi Anda dalam menentukan sisi dinding yang tepat untuk peletakan bingkai. Paling tidak, jika ruangan sempit, maka untuk alasan komposisi, pilih model bingkai yang sederhana, berwarna ringan, dan berukuran sesuai dengan luas ruang.

Sementara, untuk ruang yang luas, Anda boleh mendesainnya sesuai keinginan. "Malah bisa saja salah satu ruang dijadikan semacam galeri foto dengan komposisi bingkai yang tertata baik, ditambah dengan pencahayaan buatan sebagai pelengkap," imbuh Briyan.

Hal ini juga bergantung pada fungsi ruang. Menurut Nunung, rumah dibagi menjadi dua area, yakni formal dan nonformal. Area formal misalnya ruang tamu dan ruang kerja. Kesan yang bisa ditangkap di ruangan tersebut umumnya rapi, teratur, dan simetris.

Gara-gara kesan yang seperti itu, maka karakter jenis frame yang dipilih juga harus mencerminkan kesan formal. "Mungkin bisa dipilih hiasan frame yang lebih teratur dan tidak banyak ornamen namun tetap elegan," saran Nunung.

Sementara, area nonformal, contohnya ruang keluarga dan kamar tidur. Ruang-ruang yang bersifat nonformal boleh mengaplikasikan bingkai lebih banyak guna menampilkan kesan ekspresi. Hal ini berkaitan dengan isi bingkai tersebut dan disesuaikan dengan keinginan penghuni rumah.

Sumber : www.property.okezone.com/tepat-mendekorasi-ruangan

Cari rumah Propertykita ahlinya...!!

Cari rumah dijual yang aman nyaman asri serta siap huni..?

Pemerintah Setengah Hati Tuntaskan Masalah Perumahan



BOGOR, Pemerintah dinilai masih setengah hati menyelesaikan permasalahan backlog perumahan yang mencapai 13,6 juta unit ditambah 800.000 unit per tahunnya. Adanya program perumahan rakyat selama ini belum mampu mengatasi permasalahan tersebut.

"Pemerintah itu setengah hati mengatasi backlog perumahan. Seperti program FLPP, itu terlalu banyak ketentuannya dan tidak fleksibel, makanya banyak pengembang tidak mau memakainya," kata pakar hukum properti, Erwin Kallo, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/5/2012) petang.

Ia mengatakan, jika pemerintah memang berkomitmen tinggi mengentaskan permasalahan perumahan layak huni bagi warganya, pemerintah membutuhkan formula tepat, seperti pembebasan pajak rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut dia, sulitnya MBR memiliki rumah adalah akibat kesenjangan antara mahalnya biaya produksi rumah dan daya beli masyarakat.

Saat ini, untuk mencicil rumah masyarakat harus mengeluarkan uang Rp 750 ribu - Rp 1 juta. Sementara MBR sendiri masih banyak berpenghasilan di bawah Rp 3 juta, sehingga kesempatan mencicil masih terasa berat.

"Pajak juga harus dikurangi. Jadi, Menpera harus bisa meyakinkan Menkeu, kemudian meminta Kementerian Pekerjaan Umum membangun infrastruktur, berkoordinasi dengan BPN untuk penyediaan tanah, serta bekerjasama dengan Mendagri untuk memerintahkan pemerintah daerah menyediakan tanah, maka backlog perumahan bisa teratasi," ujarnya.

Selain masih sulitnya program pemerintah terrealisasi, kinerja Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dalam penyaluran rumah subsidi juga dipertanyakan. Pasalnya, hingga triwulan pertama tahun ini, penyaluran rumah bersubsidi baru mencapai 6.000 unit dari target 240.000 unit rumah.

Riswan Tony, anggota Komisi V DPR RI, juga mempertanyakan kinerja Menpera. Ia menilai, Menpera kurang luwes bekerjasama dengan para pembuat kebijakan perumahan.

"Menpera tidak bisa bekerjasama dengan REI dan Apersi. Mereka kesulitan terhadap banyaknya ketentuan yang ada pada skema FLPP baru. Menpera harus mengalah, kecuali sudah mampu," katanya.


Sumber : www.properti.kompas.com/Pemerintah.Setengah.Hati.Tuntaskan.Masalah.Perumahan.

Cari rumah Propertykita ahlinya...!!

Cari rumah dijual yang aman nyaman asri serta siap huni..?

KPR Murah Perbankan Bakal Kalahkan Skema FLPP



BOGOR, Maraknya perbankan memberikan fasilitas pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) murah akan mengalahkan minat masyarakat menggunakan KPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah. Seperti diketahui, belakangan ini perbankan menawarkan KPR dengan bunga menarik dan tenor lebih panjang.

"Skema FLPP sekarang itu terlalu banyak aturan dan tidak fleksibel, sehingga banyak pengembang yang tidak mau salurkan lagi," kata pakar hukum properti, Erwin Kallo, di Bogor, Kamis (31/5/2012) petang.

Erwin mengatakan, dengan kondisi demikian, masyarakat akan lebih tertarik memakai fasilitas KPR murah dari perbankan ketimbang memilih FLPP.

"FLPP bersaing dengan fasilitas pembiayaan bank-bank lain, dan implementasinya bakal kalah," katanya.

Pernyataan ini cukup beralasan karena saat ini penyaluran rumah dengan FLPP baru terserap 6.000 unit. Sementara target Kemenpera pada 2012 ini sudah direvisi menjadi 240.000 unit dari sebelumnya 600.000 unit. Target itu meliputi 239.000 rumah sejahtera tapak dan 1.000 rumah sejahtera susun.

Penyaluran rumah dengan KPR FLPP ini memang masih jauh dari target. Kemenpera bahkan meminta tambahan anggaran lagi untuk mengejar target itu. Namun, permintaan ini mendapat kritik dari Komisi V DPR RI.

Pada rapat dengar pendapat antara Kemenpera dan Komisi V DPR, Rabu (30/5/2012), Riswan Tony, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar mempermasalahkan alasan Kemenpera meminta tambahan anggaran. Karena menurut dia, realisasi rumah subsidi dari anggaran sebelumnya belum juga memenuhi target.

"Ini ada apa minta tambahan anggaran lagi Rp 2,1 triliun. Padahal, dari anggaran sebelumnya, Rp 7,1 triliun, belum direalisasikan. Saya tahu benar, realisasi rumah FLPP itu baru 6.000 unit dari target 240.000 unit," katanya.


Sumber : www.properti.kompas.com/KPR.Murah.Perbankan.Bakal.Kalahkan.Skema.FLPP

Cari rumah Propertykita ahlinya...!!

Cari rumah dijual yang aman nyaman asri serta siap huni..?

Dibentuk, Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rusun



BOGOR, Mekanisme pengelolaan tinggal di rumah susun lebih rumit ketimbang rumah sejahtera tapak. Pasalnya, tinggal di rusun berkaitan dengan hubungan antarpenghuni, pengurus perhimpunan penghuni, serta badan pengelola dan pengembang.

Ketua Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), Mualim, mengatakan lantaran terlalu banyak permasalahan dalam pembangunan rumah susun, perlu dibentuk organisasi yang mengurus kepentingan bersama para pemilik dan penghuni. Persoalan tersebut terutama masalah kepemilikan, kepenghunian, dan pengelolaan rusun.

"Kita ketahui banyaknya permasalahan dalam dinamika kehidupan rumah susun melibatkan berbagai kepentingan, sehingga masalah yang timbul sulit diselesaikan secara musyawarah mufakat," ujar Mualim saat deklarasi pengurus P3RSI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/5/2012) petang.

Ia mencontohkan, ketika biaya operasional rusun naik dan penghuni diharuskan membayar service charge, bisa dipastikan timbul gejolak. Belum lagi, lanjut dia, permasalahan lain akibat perubahan regulasi rumah susun.

"Apabila tidak dikelola dengan baik, maka akan kontraproduktif bagi kelangsungan kehidupan rusun," ujarnya.

Berlarut-larutnya permasalahan rusun, kata Mualim, bisa disebabkan banyak faktor, di antaranya masih terbatasnya pemahaman para pelaku pembangunan, pengurus perhimpunan penghuni, serta penghuni terhadap hak dan kewajiban bersama di rusun. Selain itu, regulasi pemerintah akan rusun kurang memadai, minim komunikasi dan muncul konflik antarkepentingan.

Ia menambahkan, masalah semakin pelik karena ketiadaan induk organisasi perhimpunan penghuni. Hal ini mengakibatkan banyak aspirasi tidak terakomodir dan tidak memiliki tempat mencari jalan keluar permasalahan rusun.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI), Setyo Maharso mendukung dibentuknya pengurus P3RSI. Menurut dia, perhimpunan ini bisa menaungi semua anggota P3RSI serta menjadi wadah komunikasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan di rusun.

Sementara itu, menurut pakar hukum properti, Erwin Kallo, hadirnya P3RSI cukup strategis. Bahkan, P3RSI nantinya dapat menjadi mitra pemerintah dalam membuat undang-undang rusun. Mengenai keraguan, bahwa P3RSI adalah bentukan pengembang, Erwin mengatakan, sebaiknya kini menghilangkan konotasi bentukan pengembang dan bukan pengembang.

"Konotasi itu dihilangkan saja, karena ini adalah pengurus yang akan mewakili pemilik dan penghuni rumah susun," katanya.


Sumber : www.properti.kompas.com/Dibentuk.Perhimpunan.Pemilik.dan.Penghuni.Rusun

Cari rumah Propertykita ahlinya...!!

Cari rumah dijual yang aman nyaman asri serta siap huni..?