Sebuah gedung perkantoran baru berdiri tegak di kawasan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Gedung berlantai 28 yang dibangun pengembang Medialand International ini sudah hampir rampung.
Kami sadar Medialand pendatang baru. Jadi kami harus punya konsep yang kuat. Kami pilih konsep ramah lingkungan. Ternyata pasar merespon. Ketika ada perusahaan mencari ruang perkantoran, mereka langsung tertarik dengan konsep gedung ini.
-- Teddy Surianto
Hari Kamis (28/10/10) pagi ini, penutupan atap terakhir (topping off) gedung perkantoran yang dirancang hemat energi dan ramah lingkungan ini digelar. Dan sesuai jadwal, gedung yang kini bernama Allianz Tower ini sudah dapat digunakan mulai Februari 2011.
Gedung perkantoran ini merupakan proyek pertama Medialand, anak perusahaan Grup Kompas Gramedia. Proyek pertama Medialand yang ramah lingkungan dan hemat energi ini mendapat respon positif. Perusahaan asuransi Allianz langsung menyewa 60 persen dari luas gedung.
Sebagai perusahaan pengembang, Medialand sebetulnya sudah relatif lama berkiprah di dunia properti. Tahun 1995, Medialand membangun ratusan rumah di lahan seluas 25 hektar di Puri Media Kembangan di Jakarta Barat. Saat ini masih ada sisa pengembangan klaster 70 rumah dan cadangan tanah untuk komersial. Luas tanahnya berkisar antara 100 m2 dan 500 m2.
Setelah lahan perumahan mulai habis, Medialand mencari peluang baru. Tahun 2007, Medialand membangun kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kawasan Serpong, Tangerang. Tahun 2009, Medialand membangun gedung perkantoran di kawasan segitiga emas di Kuningan, Jakarta Selatan.
“Tahun depan, Medialand kembali membangun kampus kedua UMN di Serpong berikut asrama mahasiswa berkapasitas 6.000 orang dan auditorium untuk acara wisuda dan seminar,” kata Presiden Direktur Medialand International dan Ketua Yayasan UMN Teddy Surianto (51) dalam percakapan dengan Properti.Kompas.com.
Teddy Surianto bergabung dengan Kompas Gramedia tahun 1984. Pada awalnya, Teddy bekerja sebagai Editor Science Penerbit Gramedia. Tahun 1988, pemilik perusahaan Jakob Oetama mendirikan PT Elex Media Komputindo dan meminta Teddy menjalankan perusahaan yang bergerak di bidang komputer, manajemen, publikasi, animasi, multimedia.
Tahun 1995, ketika Kompas Gramedia membuka unit usaha baru, Teddy Surianto memimpin Medialand, perusahaan pengembang ini. Tugas Teddy sebagai Presiden Direktur Medialand membantu pengembangan bisnis di Kompas Gramedia dengan melakukan pengkajian dan evaluasi bidang properti. Termasuk saat akan membangun UMN pada tahun 2007. Teddy Surianto yang menjabat sebagai Ketua Yayasan UMN ini juga menangani propertinya.
Lahir di Pontianak, 28 Februari 1959, Teddy Surianto melanjutkan pendidikan tinggi di IPB Bogor. Teddy yang mendapat beasiswa dari program penelusuran minat dan bakat ini, mendalami control digital mekanisasi pertanian. Di sinilah Teddy mengenal komputasi. Begitu lulus 1984, Teddy langsung masuk Kompas Gramedia.
Berikut ini wawancara Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Teddy Surianto, Presiden Direktur Medialand International di ruang kerjanya, Rabu (27/10/10) sore.
Gedung perkantoran Allianz Tower merupakan proyek pertama Medialand dengan konsep ramah lingkungan dan hemat energi. Green building seperti apa yang dibangun Medialand ini?
Gedung perkantoran di Kuningan ini proyek office building pertama bagi Medialand. Gedung ini milik Medialand, yang kemudian disewakan. Gedung ini unik karena betul-betul ramah lingkungan dan hemat energi.
Konsep ramah lingkungan ini dituangkan dalam desain. Pada pendekatan desain secara pasif, kami melakukannya dengan bantuan arsitek. Kami mencari posisi di mana panas matahari yang masuk ke gedung harus minimum, namun cahaya tetap bisa masuk. Jadi sisi utara dan selatan menjadi lebih lebar karena sinar matahari tidak langsung masuk gedung.
Sedangkan pada pendekatan aktif, kami lakukan dengan memilih kaca dua rangkap untuk mengurangi panas. Kaca ini di tengah-tengahnya ada udara, mampu menahan panas dan suara bising. Kami juga memilih mesin pendingin udara (AC) dan lampu penerangan LED yang hemat energi.
Dengan dua pendekatan ini, kami mewujudkan konsep ramah lingkungan dan hemat energi di gedung ini.
Konsep ramah lingkungan juga diwujudkan dalam daur ulang air. Kami menampung air hujan di water treatment, lalu menggunakannya kembali untuk menyiram taman dan membersihkan kamar mandi. Jadi 80 persen air hujan didaur ulang, sedangkan sisanya dibuang.
Memang investasi peralatan yang mendukung konsep hemat energi dan ramah lingkungan, lebih mahal 20-30 persen dibandingkan gedung perkantoran biasa. Tapi kami berhitung, ini akan menghemat biaya pemeliharaan untuk jangka panjang. Biaya penggunaan AC bisa hemat 20 persen, sedangkan biaya listrik bisa hemat sampai 30 persen.
Secara keseluruhan gedung ini benar-benar mencerminkan gedung ramah lingkungan dan hemat energi. Gedung dengan spesifikasi tinggi ini dicari banyak perusahaan multinasional.
Gedung ini tidak bising sehingga meningkatkan produktivitas mereka yang bekerja di dalamnya. Sirkulasi udaranya juga bagus.
Kami akan menggunakan konsultan dari Singapura untuk melakukan sertifikasi gedung ini. Kami bangga meskipun ini proyek gedung perkantoran pertama, namun kami mengerjakannya dengan serius sehingga hasilnya tidak mengecewakan.
Jika pada awalnya Medialand membangun landed house, ke depannya kami akan fokus pada office building. Setelah kami berhasil membangun gedung ini, sekarang sudah banyak yang mengajak kerja sama.
Investasi gedung dengan 28 lantai ini mencapai Rp 500 miliar. Sampai Oktober ini, sudah 75 persen tersewa. Dan 60 persen di antaranya disewa perusahaan asuransi Jerman, Allianz, termasuk lima besar di dunia. Karena itulah Allianz punya hak penamaan gedung sehingga gedung ini dinamakan Allianz Tower.
Kami targetkan gedung ini diserahterimakan kepada para penyewa pada 28 Februari 2011. Kami perkirakan pada saat itu, gedung ini sudah 100 persen disewakan. Penyewa yang berminat dengan gedung ramah lingkungan umumnya perusahaan-perusahaan multinasional.
Dari 160-an gedung perkantoran di Jakarta, yang mengklaim sebagai gedung ramah lingkungan baru sekitar enam gedung.
Selain ramah lingkungan, Allianz Tower juga menyediakan 70 persen dari luas lahan sebagai ruang terbuka hijau. Jadi bangunan hanya mengambil luas 30 persen dari 8.000 meter persegi. Selebihnya luas lahan dijadikan ruang terbuka hijau, taman, pepohonan hijau, menjadikan lingkungan di gedung ini teduh, asri, dan hijau. Bayangkan, luas taman di sini sekitar 4.000 meter persegi di kawasan pusat bisnis Jakarta.
Kami menyediakan gedung parkir berkapasitas 400 kendaraan, yang terkena sinar matahari. Lebih sehat jika dibangun di basement. Kami sudah menghitung rasio pengguna gedung dengan kapasitas parkir.
Bentuk gedung ini memang dibuat seperti bentuk buku yang terbuka. Di sana ada jendela yang bermakna sebagai jendela ilmu pengetahuan.
Kami merancang gedung ini dengan sungguh-sungguh dan serius sehingga hasilnya juga menggembirakan. Animo penyewa sangat besar. Bahkan kini Medialand menerima beberapa permintaan kerja sama.
Mengapa Medialand beralih membangun gedung perkantoran?
Setelah proyek perumahan di Puri Media Kembangan sudah mulai rampung, kami mulai melakukan riset, segmen properti mana yang punya peluang bagus. Akhirnya kami temukan jawabannya bahwa kebutuhan ruang perkantoran di Jakarta masih besar.
Medialand lalu fokus membangun gedung perkantoran. Kami membeli tanah dari induk perusahaan Kompas Gramedia, untuk dikembangkan menjadi gedung perkantoran yang disewakan.
Pernah terpikir apakah gedung ini akan dijual. Tapi kemudian diputuskan bahwa semua gedung perkantoran ini disewakan. Ke depan, kami akan membangun gedung perkantoran distratakan, yang dijual per lantai.
Kami sadar bahwa Medialand adalah pendatang baru. Jadi kami harus punya konsep yang kuat. Kami pilih konsep ramah lingkungan. Dan ternyata pasar merespon. Ketika ada perusahaan mencari ruang perkantoran, mereka langsung tertarik dengan konsep gedung perkantoran ini. Kami baru pertama membangun office building, tepat waktu dan sudah langsung terisi.
Secara bisnis, gedung ini sangat layak. Allianz menyewa dalam jangka panjang, bisa sampai 15 tahun. Kami memperhatikan masukan mereka soal sistem kabel dan keamanan.
Mereka menginginkan sistem keamanan dengan standar internasional. Misalnya pemasangan alat deteksi bom dan alat yang bisa memotret kendaraan dari bawah tanah. Ini wajar karena penyewa ingin merasa nyaman dan aman.
Gedung ini mulai dibangun 5 Juli 2009 dan serah terima pada 28 Februari 2011. Topping off 28 Oktober. Sebetulnya ini lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, yaitu bulan Maret.
Kami bersyukur karena pembangunan gedung ini lancar dan suplai alat-alatnya jugalancar. Dari lampu, listrik, AC, sudah diantisipasi konsultan konstruksi sehingga bisa tepat waktu.
Setelah ini, apa proyek Medialand lainnya yang sedang dan akan digarap?
Kami tetap fokus di strata office di Jakarta, dekat CBD. Kami lihat masih ada segmentasi di sana. Tapi kami belum main di apartemen.
Tahun 2005, Medialand membangun pusat perbelanjaan Mal Cibinong. Kami membangun sendiri dari lahan kosong, sebagian ada yang dijual secara strata dan sebagian lagi disewakan. Tahun ini, Medialand menunjuk Jakarta Land sebagai building management Mal Cibinong. Mal yang dibangun di lahan seluas 2 hektar ini akan ditingkatkan kelasnya. Bersama Jakarta Land, kami akan mengatur para penyewa dan mempertajam segmentasi. Beberapa produk yang belum masuk, akan diundang. Jika awalnya kelas menengah, Mal Cibinong akan naik kelas ke menengah atas. Layout kita sesuaikan.
Medialand juga memiliki bank tanah seluas 60 hektar di timur Jakarta, yaitu di daerah Setu, Bekasi. Dan di Bali, Medialand punya cadangan lahan yang kemungkinan untuk properti pariwisata, yang mengedepankan pelestarian lingkungan. Luasnya lebih dari 10 hektar.
Kabarnya Medialand akan membangun kampus kedua dan asrama mahasiswa UMN di Serpong...
Medialand sudah menangani pembangunan kampus pertama Universitas Multimedia Nusantara Serpong, dan tahun 2011, Medialand membangun perluasan kampus UMN berikut asrama mahasiswa berkapasitas 6.000 orang. Semua dibangun Medialand.
Respon terhadap UMN sangat bagus. Perkembangan UMN sejauh ini bagus sehingga UMN membutuhkan sarana baru seperti asrama. Karena mahasiswa UMN sebagian besar berasal dari luar kota.
Mahasiswa UMN selain belajar di kampus, diwajibkan belajar bersosialisasi di dalam asrama. Bagaimana mereka tinggal di kampus dan asrama. Ini untuk melatih kemandirian mahasiswa, selain mengasah ilmu.
Berapa luas kampus UMN seluruhnya?
Lahan kampus pertama UMN seluas 8 hektar. Setelah melihat respon yang luar biasa, Medialand membeli lahan lagi untuk perluasan kampus dan asrama sehingga luas kampus UMN seluruhnya mencapai 20 hektar. Antara kampus I dan II UMN akan dibangun lifestyle center.
Selain kampus kedua UMN dan asrama, Medialand juga akan membangun serviced apartment untuk keperluan dosen, orangtua mahasiswa dari luar kota, dan tamu-tamu peserta seminar internasional.
Kampus UMN dibangun dikaitkan dengan visi Kompas Gramedia. Pak Jakob Oetama membayangkan pendidikan dapat memberikan kontribusi pada industri kreatif, di mana lulusan UMN sudah siap bekerja, berwirausaha menciptakan lapangan pekerjaan. UMN dibangun untuk mengasah bakat-bakat itu sesuai filosofi Kompas, menjalankan bisnis sekaligus mencerdaskan bangsa.
Grup Kompas Gramedia punya pengalaman dalam bidang industri kreatf, informasi, komunikasi, teknologi sehingga fokus UMN pada bidang-bidang ini. Lulusan UMN harus punya keterampilan yang praktis dalam bidang ini. Mereka bisa terjun dalam usaha bidang public relations, production house, animasi, desain, keterampilan komputer.
Konsep ini ternyata diterima masyarakat dan mendapat respon yang bagus. Saat ini jumlah mahasiswa UMN tercatat 3.000 orang. Padahal awalnya kami mulai dengan 125 mahasiswa yang kuliah di gedung BNI 46.
Mengapa memilih Serpong?
Sebenarnya ada beberapa pilihan yang kami jajaki. Kami mencari lahan yang luas sehingga kehadiran kampus tidak mengganggu lingkungan. Kita menghindari jalan-jalan protokol yang padat di Jakarta. Karena itulah kami memilih daerah yang baru, yang masih bisa atur lalu lintasnya. Lingkungannya mudah dibangun sehingga konsep green campus dapat diwujudkan.
Kami memutuskan memilih Serpong karena berbagai pertimbangan. Antara lain karena aksesnya bagus dan sudah banyak permukiman. Di Serpong sudah banyak sekolah berkualitas mulai dari St Ursula, Tarakanita, Laurensia, BPK Penabur, Al Azhar dan lainnya. Lulusan SMA-SMA ini dapat melanjutkan pendidikan ke UMN.
Kami berpendapat UMN harus mendekat ke permukiman sehingga mahasiswa dimudahkan. Lingkungan kampus asri, jalannya lebar-lebar, sehingga tidak menghabiskan tenaga. Ternyata konsep ini diterima.
Kami sangat bersyukur UMN mendapat respon yang baik. Pada awalnya sempat terlintas keraguan, di lokasi yang relatif jauh dari Jakarta, apa orang mau datang ke sini? Tapi kami punya keyakinan, jika kami membangun sarana yang bagus, memiliki dosen yang bagus, pasti orang punya alasan mengapa memilih UMN.
Tahun 2011, UMN menerima 1.500 mahasiswa baru lagi. Karena itulah kapasitas kampus harus ditingkatkan. Kami membangun kampus baru, yang luasnya sama dengan kampus pertama. Kami akan membangun kampus dengan kapasitas hingga 20.000 mahasiswa, termasuk sarana penunjang seperti klinik, sarana olahraga, ruang serba guna untuk acara wisuda, perpustakaan, dan tentunya fasilitas wifi.
Apakah pada suatu saat, Medialand membangun gedung perkantoran di Serpong? Melihat perkembangan daerah Serpong yang sangat pesat, kemungkinan membangun kantor baru di Serpong, masuk akal. Dan memang ada tren, beberapa perusahaan pindah ke arah sana. Jadi kemungkinan itu ada. Sebab saat ini orang cenderung memilih kantor yang efisien, mobilitas karyawan dan tamu yang relatif mudah. Jadi memang tepat jika kami memilih daerah Serpong.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/28/05292611/Allianz.Tower..Green.Building.Pertama.Medialand-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Kamis, 28 Oktober 2010
Rabu, 27 Oktober 2010
9 Cara Penting Memilih Media Tanam
Bagi tanaman, media tanam memliki banyak peran. Bahan ini merupakan tempat bertumpu agar tanaman bisa berdiri tegak. Di dalamnya juga terkandung hara, air, dan udara yang dibutuhkan oleh tanaman.
Tiap jenis media tanam memiliki kapasitar menyimpan hara, air dan udara yang berlainan. Demikian pula dengan tanaman, tiap jenis butuh persyaratan hidup yang berbeda. Berikut 9 petunjuk praktis memilih media tanam.
Mengenal jenis dan sifat
Ada banyak jenis media tanam yang bisa dibeli. Tiap jenis memiliki bentuk, ukuran dan sifat yang berlainan. Media tanam berbentuk serpihan mampu menyimpan air lebih lama dan dalam jumlah banyak. Contohnya humus bambu. Sebaliknya, media tanam berbentuk silindris dan bulat bersifat mudah melepas air, semisal akar pakis dan coco fiber . Sedangkan media tanam berbentuk bulat diantaranya adalah pasir malang dan tanah. Ukuran butiran juga menentukan kemampuan benda tersebut menyimpan air. Semakin kecil diameternya, kian besar kemampuannya menyimpan air.
Sesuaikan dengan jenis tanaman
Tiap jenis tanaman butuh jenis media tanam berlainan. Tanaman penghuni daerah kering seperti Kaktus , Adenium , Euphorbia , dan Pachipodium sebaiknya ditanam menggunakan media tanam yang bersifat porus dan mudah membuang air. Tanaman seperti itu dicirikan oleh jumlah daun sedikit dan berukuran kecil. Sebaliknya, jenis tanaman penyuka kondisi lembap harus ditanam menggunakan media tanam yang mampu menyimpan air secara baik. Flora ini dicirikan oleh ukuran daunnya yang lebar. Semisal Aglaonema , Philodendron , dan Anthurium .
Perhatikan kondisi lingkungan
Pemilihan media tanam juga harus disesuaikan dengan keadaan lingkungan. Bila cuaca di tempat Anda berhawa panas dan kering, disarankan memilih jenis media tanam yang memiliki kemampuan menyimpan air yang kuat. Sebaliknya, bila kondisi cuaca tempat tinggal sering berkabut dan lembap, disarankan agar memilih media tanam yang porus. Media tanam seperti ini mudah mengaliirkan air. Sehingga membuat sistem perakaran tidak terlalu lembap dan menjadi busuk.
Kenali pertumbuhan tanaman
Umumnya, tanaman muda yang masih dalam persemaian belum butuh pasokan hara dari luar karena masih memiliki cadangan makanan. Pada saat itu, Anda cukup menggunakan pasir malang, akar pakis atau coco peat sebagai media tanam. Media tanam dengan campuran pupuk yang kaya zat hara baru disuguhkan setelah daun lembaga telah gugur. Atau setelah daun asli yang pertama telah tumbuh.
Indoor vs outdoor
Tanaman yang ditaruh di luar ruangan butuh pasokan air lebih banyak dari pada tanaman yang ditaruh di dalam ruangan. Sebab, tanaman di luar ruangan melangsungkan proses fotosintasa lebih cepat dibandingkan dengan tanaman yang berada di dalam ruangan. Selain itu, tiupan angin dan intensitas matahari di luar ruangan membuat laju penguapan lebih cepat dibandingkan dengan di dalam ruangan. Dengan demikian, tanaman yang ditaruh di luar ruangan sebaiknya di tanam memakai media tanam yang mampu menyimpan air dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama.
Sesuai dengan jenis pot
Pot berbahan plastik memiliki pori-pori lebih sedikit dibandingkan dengan pot gerabah. Sehingga pot plastik mampu menahan kelembapan media tanam lebih baik dibandingkan dengan pot gerabah. Namun, jumlah pori-pori sedikit itu membuat aerasi di dalam pot plastik tidak sebaik aerasi dalam pot gerabah. Bila Anda memilih pot plastik, disarankan agar media tanam yang digunakan adalah jenis yang mudah mengalirkan air dan porus. Sementara media tanam untuk pot gerabah dipilih yang memiliki kemampuan menyimpan air dalam waktu lama.
Pertimbangkan potensi penyakit
Media tanam yang telah dicampur dengan pupuk kandang atau mengandung hara biasanya lebih mudah mengundang bibit penyakit. Campuran media tanam dengan pupuk kandang paling rawan mengundang bibit penyakit penyebab busuk akar. Media tanam tersebut cocok digunakan untuk menanam jenis tanaman yang menyukai kondisi kering. Misal Adenium , Pachipodium , dan Euphorbia .
Usia pakai
Jangan lupa pertimbangkan pula usia pakainya. Media tanam bertekstur lunak dan mengandung hara biasanya lebih mudah melapuk dan terurai. Sedangkan media tanam bertekstur keras umumnya bersifat awet. Contoh media tanam berusia pendek adalah humus bambu, humus kaliandra dan coco peat. Sedangkan media tanam berusia panjang diantaranya akar pakis dan sekam padi. Bila Anda menggunakan media tanam berumur pendek, Anda harus lebih rajin melakukan repotting dibandingkan dengan memakai media tanam berumur panjang.
Sintetis atau alami
Anda juga bisa memilih media sintetis. Media tanam seperti ini bersifat lebih bersih dan bebas kuman dibandingkan dengan media tanam alami. Contoh media sintetis yang banyak diperjualbelikan adalah media gel. Benda ini banyak diterapkan dalam sistem hidroponik Harga media tanam sintetik tentu lebih mahal bila dibanding dengan media tanam alami. Anda juga harus rajin menambahkan larutan hara dengan dosis tepat menuju media tanam ini.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/26/19020551/9.Cara.Penting.Memilih.Media.Tanam-1]
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Banjir, Pengusaha Properti Tak Mau Disalahkan
Mudahnya Jakarta dilanda banjir sehingga menimbulkan kemacetan di mana-mana ditengarai akibat cepatnya pertumbuhan pembangunan di Jakarta.
Namun, asosiasi pengembang perumahan dan permukiman, Real Estat Indonesia (REI) tidak ingin dituding sebagai biang banjir karena semua pembangunan di Indonesia sudah seizin pemerintah daerah.
"Pertumbuhan pembangunan di Jakarta begitu pesat," ujar Alwi Bagir Mulachela, Sekretaris Jenderal REI di Jakarta, Selasa 26 Oktober 2010.
Menurut Bagir, REI sebagai pengayom para pengembang mengklaim telah melaksanakan aturan yang berlaku. Semua pembangunan rumah, pusat perbelanjaan, dan apartemen telah memperoleh izin dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
"Jangan salahkan pembangunan, kami semua sesuai izin. Kalau tidak ada izin silakan dibongkar," kata pria yang mencalonkan diri sebagai ketua umum REI periode 2010-2013 itu.
Bagir menuturkan, selain pembangunan yang pesat, buruknya sistem drainase turut membuat Jakarta cepat lumpuh jika hujan deras menerjang.
Sebenarnya, dia melanjutkan, aturan tata kota di Jakarta telah cukup baik. Namun, tidak ada komitmen pemerintah DKI Jakarta untuk menjalankan aturan tersebut. Sebagai contoh, dalam aturan disebutkan sungai minimal memiliki ukuran 5-20 meter, sedangkan di Jakarta sekarang rata-rata lebarnya 1-3 meter.
Selain itu, Bagir mempertanyakan komitmen pemerintah daerah sekitar Jakarta dalam mengatasi banjir. Karena, banjir di Jakarta umumnya imbas dari banjir 'kiriman'. Apalagi, banyak aturan timpang tindih antara Jakarta dan daerah di sekitarnya.
"Jabodetabek harus melaksanakan kesepakatan bersama dalam menangani daerah resapan air, karena banyak aturan timpang tindih. Di Jakarta itu daerah resapan, namun sewaktu masuk ke daerah luar Jakarta jadi permukiman," katanya
[Sumber: http://bisnis.vivanews.com/news/read/185094-banjir-bukan-salah-rei]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Namun, asosiasi pengembang perumahan dan permukiman, Real Estat Indonesia (REI) tidak ingin dituding sebagai biang banjir karena semua pembangunan di Indonesia sudah seizin pemerintah daerah.
"Pertumbuhan pembangunan di Jakarta begitu pesat," ujar Alwi Bagir Mulachela, Sekretaris Jenderal REI di Jakarta, Selasa 26 Oktober 2010.
Menurut Bagir, REI sebagai pengayom para pengembang mengklaim telah melaksanakan aturan yang berlaku. Semua pembangunan rumah, pusat perbelanjaan, dan apartemen telah memperoleh izin dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
"Jangan salahkan pembangunan, kami semua sesuai izin. Kalau tidak ada izin silakan dibongkar," kata pria yang mencalonkan diri sebagai ketua umum REI periode 2010-2013 itu.
Bagir menuturkan, selain pembangunan yang pesat, buruknya sistem drainase turut membuat Jakarta cepat lumpuh jika hujan deras menerjang.
Sebenarnya, dia melanjutkan, aturan tata kota di Jakarta telah cukup baik. Namun, tidak ada komitmen pemerintah DKI Jakarta untuk menjalankan aturan tersebut. Sebagai contoh, dalam aturan disebutkan sungai minimal memiliki ukuran 5-20 meter, sedangkan di Jakarta sekarang rata-rata lebarnya 1-3 meter.
Selain itu, Bagir mempertanyakan komitmen pemerintah daerah sekitar Jakarta dalam mengatasi banjir. Karena, banjir di Jakarta umumnya imbas dari banjir 'kiriman'. Apalagi, banyak aturan timpang tindih antara Jakarta dan daerah di sekitarnya.
"Jabodetabek harus melaksanakan kesepakatan bersama dalam menangani daerah resapan air, karena banyak aturan timpang tindih. Di Jakarta itu daerah resapan, namun sewaktu masuk ke daerah luar Jakarta jadi permukiman," katanya
[Sumber: http://bisnis.vivanews.com/news/read/185094-banjir-bukan-salah-rei]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
'Garden Party' dengan Kursi dan Meja Beton
Sebuah garden party yang berkesan mungkin akan sempurna bila dilengkapi perabot yang dibeli dari toko furnitur khusus taman. Namun, dengan kursi dan meja beton saja, pesta taman kita tetap bisa berkesan, kok.
Rumah di kawasan Kebayoran Village ini memiliki taman rumput di halaman belakang. Taman ini diisi calathea, bambu jepang, tagetes, zodia, kamboja dan pucuk merah. Di salah satu sudut taman terdapat area khusus untuk membuat pesta taman yang sederhana. Dua kursi dan dua meja yang ada di sana terbuat dari cor beton yang ditanam di atas permukaan lantai. Bentuknya simpel, hanya berupa bidang geometris yang disusun tegak lurus menjadi meja dan kursi.
Dua kursinya berukuran tinggi 40 cm, panjang 100 cm, dan lebar 30 cm. Bagian dudukan kursi dilapisi kayu merbau yang di-finishing melamik doff berwarna coklat natural. Sementara itu, dua mejanya, yang disediakan sebagai meja untuk menyajikan makanan dan minuman, memiliki tinggi berbeda: 60 cm dan 40 cm. Lebar setiap meja itu 40 cm, sedangkan panjangnya 80 cm. Permukaan meja ditutup batu andesit abu-abu. Meja dan kursi beton itu berdiri di atas lantai yang ditutup keramik eksterior berdesain rustik.
Meski sederhana, meja dan kursi taman ini tampil cukup menarik di antara hijau tanaman di sekitarnya. Anda pun dapat membuat meja dan taman taman seperti ini, tentu saja dengan bantuan tukang yang berpengalaman. Jangan lupa untuk memberi jalan setapak menuju ke sana agar rumput dan tanaman tidak rusak terinjak.
Sekarang, menjamu sahabat dalam suasana rileks bisa dilakukan di taman rumah Anda sendiri.
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Empat Hal Penting Membangun Kolam Ikan Koi
Ukuran tubuh koi dewasa relatif besar. Warna-warni pada tubuhnya membuat kolam ikan semarak. Tak heran, makin banyak orang yang jatuh cinta memelihara ikan koi.
Jika Anda juga tertarik memelihara ikan koi, maka beberapa persiapan mesti dilakukan. Persiapan ini perlu dilakukan agar ikan koi yang harganya ratusan hingga jutaan rupiah per ekor itu dapat hidup sehat. Kira-kira begini persiapan yang mesti dilakukan:
Mempersiapkan dimensi kolam. Ketika memutuskan untuk memelihara koi, perhatikan dimensi kolamnya. Volume air sangat memengaruhi kesehatan ikan koi. Jika ikan tidak terlalu besar, maka buatlah kolam ikan yang tidak terlalu dalam, begitu pula sebaliknya. Kemudian, perhatikan pula jumlah populasinya di dalam kolam. Seimbangkan luasnya kolam dengan jumlah koi yang akan dipelihara. Kolam yang terlalu besar bisa menyulitkan koi untuk mencari makan.
Pasang aerator di dalam kolam. Selain berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam kolam, aerator juga berguna untuk menciptakan arus. Gelembung arus yang ditimbulkan aerator membuat koi sering bergerak. Hal itu bagus untuk koi sebab, makin besar ototnya, makin gendut pula tubuhnya.
Haluskan dinding kolam. Sifat koi yang gemar menggesekkan tubuhnya ke dinding kolam perlu diwaspadai. Dinding kolam yang bertekstur kasar bisa membuat sirip ikan koi terluka. Oleh karena itu, pilih jenis material yang halus untuk dinding kolam ikan. Keramik, misalnya.
Penyinaran. Sinar matahari berperan penting pada kesehatan ikan koi. Dalam sehari, koi membutuhkan hangatnya sinar matahari minimal tiga jam, apalagi untuk jenis koi hikari atau bersisik mengilap. Kekurangan cahaya matahari membuat warna pada tubuh koi memudar. Maka dari itu, ciptakan kolam yang cukup terang. Bila kolam ikan berada di dalam ruangan, maka Anda bisa menyinarinya dengan lampu pijar.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/26/19085870/Empat.Hal.Penting.Membangun.Kolam.Ikan.Koi-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Jika Anda juga tertarik memelihara ikan koi, maka beberapa persiapan mesti dilakukan. Persiapan ini perlu dilakukan agar ikan koi yang harganya ratusan hingga jutaan rupiah per ekor itu dapat hidup sehat. Kira-kira begini persiapan yang mesti dilakukan:
Mempersiapkan dimensi kolam. Ketika memutuskan untuk memelihara koi, perhatikan dimensi kolamnya. Volume air sangat memengaruhi kesehatan ikan koi. Jika ikan tidak terlalu besar, maka buatlah kolam ikan yang tidak terlalu dalam, begitu pula sebaliknya. Kemudian, perhatikan pula jumlah populasinya di dalam kolam. Seimbangkan luasnya kolam dengan jumlah koi yang akan dipelihara. Kolam yang terlalu besar bisa menyulitkan koi untuk mencari makan.
Pasang aerator di dalam kolam. Selain berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam kolam, aerator juga berguna untuk menciptakan arus. Gelembung arus yang ditimbulkan aerator membuat koi sering bergerak. Hal itu bagus untuk koi sebab, makin besar ototnya, makin gendut pula tubuhnya.
Haluskan dinding kolam. Sifat koi yang gemar menggesekkan tubuhnya ke dinding kolam perlu diwaspadai. Dinding kolam yang bertekstur kasar bisa membuat sirip ikan koi terluka. Oleh karena itu, pilih jenis material yang halus untuk dinding kolam ikan. Keramik, misalnya.
Penyinaran. Sinar matahari berperan penting pada kesehatan ikan koi. Dalam sehari, koi membutuhkan hangatnya sinar matahari minimal tiga jam, apalagi untuk jenis koi hikari atau bersisik mengilap. Kekurangan cahaya matahari membuat warna pada tubuh koi memudar. Maka dari itu, ciptakan kolam yang cukup terang. Bila kolam ikan berada di dalam ruangan, maka Anda bisa menyinarinya dengan lampu pijar.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/26/19085870/Empat.Hal.Penting.Membangun.Kolam.Ikan.Koi-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!
Angkasa Pura I Cari Mitra Bisnis Hotel di Bandara Hasanuddin
PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I tengah mencari mitra untuk memulai bisnis perhotelan di Bandara Hasanuddin Makassar.
Direktur Operasi dan Teknik AP I Harjoso Tjatur Prijanto menjelaskan, bisnis perhotelan sebenarnya bukan barang baru bagi perseroan. Sebelumnya, AP I sudah bekerjasama dengan PT Sepinggan Sarana Utama untuk menggarap Hotel Santika di lingkungan Bandara Sepinggan Balikpapan.
Namun, karena tahun depan bisnis air traffic services (ATS) diambil alih oleh institusi baru yang dibentuk Ditjen Perhubungan Udara maka AP I harus mencari peluang bisnis lain yang akan menambah pendapatan non aeronautikanya. Soalnya, ATS selama ini menyumbang pendapatan aeronautika perseroan.
"Dalam waktu dekat kami akan mengoptimalkan aset tanah seluas 2,5 hektare di sekitar Bandara Hasanuddin untuk dijadikan hotel transit. Skemanya sedang dibahas Direktorat Komersial, intinya kerjasama dengan pihak ketiga," kata Harjoso, Selasa (26/10).
Sayangnya, Harjoso enggan menyebut berapa investasi yang dibutuhkan untuk membangun hotel tersebut. Untuk menemukan calon mitra tersebut, AP I akan menggelar tender terbuka.
"Sesuai permintaan pemerintah, kami harus merestrukturisasi bisnis aeronautika karena tahun depan ATS tidak lagi kami tangani. Makanya AP I akan coba mengembangkan bisnis properti," jelasnya.
Dalam waktu dekat kami akan mengoptimalkan aset tanah seluas 2,5 hektare di sekitar Bandara Hasanuddin untuk dijadikan hotel transit. Skemanya sedang dibahas Direktorat Komersial, intinya kerjasama dengan pihak ketiga.
-- Harjoso Tjatur Prijanto
Pemisahan pembukuan pendapatan
Sembari menunggu institusi baru tersebut terbentuk, AP I menurut Harjoso sudah melakukan pemisahan pembukuan pendapatan ATS dari pendapatan AP I lainnya.
"Intinya sampai pemerintah ketok palu, ATS masih kami tangani. Namun pembukuan dan asetnya sudah dipisahkan, sehingga sewaktu-waktu ditarik pemerintah kami sudah siap," pungkas Harjoso.
Sebagai informasi, tahun lalu pendapatan aeronautika mencapai Rp 1,41 triliun atau 62,1% dari total pendapatan 13 bandara yang dikelola AP I sebesar Rp 2,46 triliun. Sementara pendapatan lainnya terdiri dari pendapatan non aeronautika sebesar Rp 519,9 miliar, pendapatan operasional Rp 2,05 triliun dan pendapatan lain-lain Rp 405,3 miliar.
"Karena itu, kami sudah mengkomunikasikan dengan Kementerian BUMN selaku pemegang saham untuk bisa memahami kondisi kehilangan pendapatan ini. Sehingga diharapkan tahun depan Kementerian BUMN tidak menargetkan pertumbuhan pendapatan yang terlalu tinggi," pungkasnya.
Sementara, Direktur Utama AP II Tri S Sunoko mengaku tidak terlalu khawatir bahwa bisnis ATS akan dicabut dari pos pendapatan perusahaannya tahun depan. AP II akan lebih fokus untuk mengembangkan bisnis terminal kargo di Bandara Soekarno-Hatta untuk meningkatkan pendapatan non aeronautikanya.
"Pendapatan aeronautika yang akan hilang dari pos pendapatan AP hanyalah Pelayanan Jasa Penerbangan (PJP) yang besarnya sekitar Rp 415 miliar tahun depan. Sementara jenis pendapatan aeronautika lainnya masih dikelola AP," jelas Tri.
Secara garis besar pendapatan di bandara terbagi menjadi dua, yaitu aeronautika atau pelayanan lalu lintas udara dan non aeronautika atau pelayanan kebandarudaraan. Beberapa jenis pendapatan aeronautika yaitu PJP, JP4U (Jasa Pelayanan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara), JP2U (Jasa Pelayanan Penumpang Udara), dan pemakaian counter.
Sementara pendapatan non aeronautika diantaranya penyewaan gudang, lahan, ruangan, serta fasilitas lainnya; kegiatan konsesioner; parkir kendaraan; pas bandara; penyediaan lahan bangunan, lapangan, dan industri, serta bangunan yang berhubungan dengan kelancaran angkutan udara; periklanan; pergudangan dan kargo; ground handling; usaha lainnya yang terkait dan yang akan menggunakan fasilitas dan pelayanan bandara.
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !
Transaksi REI Expo 2010 Ditargetkan Rp 1,5 Triliun
Pameran Real Estate Indonesia Expo (REI Expo) 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) berlangsung meriah. Sejak dibuka Sabtu lalu (23/10), pengunjung terlihat memadati pameran properti terbesar di Indonesia itu.
Penyelenggara menargetkan pameran ini bisa menarik hingga 3.000 pengunjung setiap hari. "Sementara pengunjung pada akhir pekan kami targetkan 4.000 lebih," kata Dwi Karsono, Direktur Utama PT Debindo Multi Adhiswasti, penyelenggara REI Expo, Senin (25/60).
Dwi menargetkan, transaksi selama pameran bisa mencapai Rp 1,5 triliun, naik 20 persen dibanding transaksi REI Expo 2009.
Pameran yang bakal berlangsung sampai 31 Oktober 2010 ini diikuti oleh 99 pengembang. Ada pun proyek properti yang dipamerkan, meliputi perumahan, apartemen, perkantoran, dan ruko yang tersebar di Jabodetabek, Bali, Balikpapan, Manado, Bandung dan Surabaya.
Sejauh ini, kata Dwi, permintaan masih didominasi sektor perumahan. Kebetulan banyak pengembang menawarkan rumah dengan berbagai konsep.
Tengok saja stan pameran PT Damai Putra Group (DPG). Dalam REI Expo ini, Damai Putra menawarkan perumahan berkonsep mediterania. Untuk rumah dengan konsep ini, Damai Putra menawarkan Klaster Heliconia dan Klaster Asia Tropis.
Total unit yang ditawarkan berjumlah 200 unit, dengan harga Rp 200 juta - Rp 1 miliar per unit. Sejauh ini, penjualan kedua klaster itu sudah hampir 70 persen. "Di pameran ini kami genjot hingga 100 persen," kata Ronni E, Manajer Pemasaran Damai Putra.
Konsep rumah lain yang banyak diburu pembeli adalah modern minimalis. PT Dwikarya Langgeng Sukses (DLS) adalah salah satu pengembang yang mengusung konsep ini. Dalam REI Expo, Dwikarya Langgeng memasarkan dua klaster berkonsep modern minimalis. Yakni klaster Bromela sebanyak 250 unit dan klaster Diantrus 200 unit.
"Pameran ini mudah-mudahan bisa mendongkrak penjualan," ujar Leonard Suprijatna, Manajer Marketing Dwikarya Langgeng.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/26/18212891/Transaksi.REI.Expo.2010.Ditargetkan.Rp.1.5.Triliun-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !
Penyelenggara menargetkan pameran ini bisa menarik hingga 3.000 pengunjung setiap hari. "Sementara pengunjung pada akhir pekan kami targetkan 4.000 lebih," kata Dwi Karsono, Direktur Utama PT Debindo Multi Adhiswasti, penyelenggara REI Expo, Senin (25/60).
Dwi menargetkan, transaksi selama pameran bisa mencapai Rp 1,5 triliun, naik 20 persen dibanding transaksi REI Expo 2009.
Pameran yang bakal berlangsung sampai 31 Oktober 2010 ini diikuti oleh 99 pengembang. Ada pun proyek properti yang dipamerkan, meliputi perumahan, apartemen, perkantoran, dan ruko yang tersebar di Jabodetabek, Bali, Balikpapan, Manado, Bandung dan Surabaya.
Sejauh ini, kata Dwi, permintaan masih didominasi sektor perumahan. Kebetulan banyak pengembang menawarkan rumah dengan berbagai konsep.
Tengok saja stan pameran PT Damai Putra Group (DPG). Dalam REI Expo ini, Damai Putra menawarkan perumahan berkonsep mediterania. Untuk rumah dengan konsep ini, Damai Putra menawarkan Klaster Heliconia dan Klaster Asia Tropis.
Total unit yang ditawarkan berjumlah 200 unit, dengan harga Rp 200 juta - Rp 1 miliar per unit. Sejauh ini, penjualan kedua klaster itu sudah hampir 70 persen. "Di pameran ini kami genjot hingga 100 persen," kata Ronni E, Manajer Pemasaran Damai Putra.
Konsep rumah lain yang banyak diburu pembeli adalah modern minimalis. PT Dwikarya Langgeng Sukses (DLS) adalah salah satu pengembang yang mengusung konsep ini. Dalam REI Expo, Dwikarya Langgeng memasarkan dua klaster berkonsep modern minimalis. Yakni klaster Bromela sebanyak 250 unit dan klaster Diantrus 200 unit.
"Pameran ini mudah-mudahan bisa mendongkrak penjualan," ujar Leonard Suprijatna, Manajer Marketing Dwikarya Langgeng.
[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/10/26/18212891/Transaksi.REI.Expo.2010.Ditargetkan.Rp.1.5.Triliun-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !
Langganan:
Postingan (Atom)



