Kamis, 23 Desember 2010

Pasar Properti Jakarta Akan Tumbuh Stabil Tahun 2011

Bank Indonesia menaikkan prediksinya untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 sebesar 6,5 persen dari prediksi awal sebesar 6 persen bersamaan dengan terus menguatnya daya beli konsumen.

Bank Indonesia memperkirakan bahwa pada tahun 2011 ekonomi akan terus bertumbuh mengikuti tren pertumbuhan yang membaik di kuartal tiga sebesar 5,8 persen dan perkiraan kuartal empat 2010 sebesar 6,1 persen," kata Dharmesti Sindhunata, Associate Director - Marketing and Communications and WorkPlace Resources, Cushman & Wakefield Indonesia dalam siaran persnya, Rabu (22/12/10).Penguatan nilai Rupiah sebesar 14,6 persen juga terjadi pada tahun 2010 seiring dengan banyaknya dana asing yang memanfaatkan penguatan ekonomi Indonesia. Tingkat inflasi 2011 diperkirakan akan mencapai 4-6 persen, sama dengan yang dicapai pada tahun 2010 Bunga SBI 1-bulan diperkirakan akan tetap stabil pada level 6,5 persen pada paruh tahun kedua 2010 sementara kredit investasi memperlihatkan sedikit penurunan dari 13,5 persen pada akhir 2009 ke level 13,4 persen pada akhir 2010.

Pada pasar kondominium yang cukup kompetitif saat ini, komitmen pengembang untuk menyelesaikan proyeknya secara tepat waktu dengan kualitas proyek yang sudah dijanjikan, akan menjadi sangat penting, bagi suksesnya kinerja penjualan. Dengan menurunnya suku bunga kredit kepemilikan apartemen, keinginan dari pembeli diharapkan akan terus tumbuh dpada tahun 2011.

Proyek-proyek kondominium yang menawarkan konsep unik, fasilitas yang lengkat dan berada dilokasi yang strategis diperkirakan akan dapat menawarkan harga yang lebih tinggi.Permintaan membaik akan tetapi masih sangat kompetitif.

Menjelang akhir tahun 2010, permintaan pasar apartemen sewa meningkat, yang diharapkan dapat berlanjut pada peningkatan transaksi sewa dan tingkat hunian di awal tahun 2011. Tingkat hunian fisik unit-unit kondominium sewa yang telah selesai dibangun pada tahun 2010 juga diperkirakan akan meningkat pada paruh kedua tahun 2011.

Umumnya dibutuhkan waktu minimal 6 bulan untuk proses serah terima, fit-out dan pemasaran unit untuk disewakan. Penyewa-penyewa lokal diperkirakan mendorong peningkatan permintaan, terutama untuk kondominium sewa yang terletak berdekatan dengan tempat kerja atau kampus.

Tahun 2010 menyerap permintaan atas tanah industri yang terbesar dalam 5 tahun terakhir dan juga tercatat penambahan pasokan lebih dari 700 ha, yang berasal dari kawasan industri eksisting di Bekasi dan Karawang. Daerah-daerah ini merupakan masih kawasan industri yang paling diminati oleh pelaku industri

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2010 tidak ada sektor industri tertentu yang mendominasi permintaan pasar, namun terdapat beberapa sektor industri yang cukup aktif seperti industri otomotif and baja.

Didukung situasi politik yang cukup stabil dan kondisi perekonomian yang positif, di tahun 2010 beberapa pelaku industri asing, terutama dari Jepang, kembali aktif di pasar. Pelaku industri asing ini diperkirakan akan menjadi sumber permintaan utama dalam jangka waktu pendek hingga menengah.

Peningkatan permintaan dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendorong kenaikan harga tanah sekitar 10 persen (rupiah) dan 15 persen (dolar AS) menjadi sekitar Rp700.000 atau $80 per meter persegi.

Disebabkan ketidaksiapan pasokan baru untuk segera dibangun dan keterbatasan pasokan dengan kualitas baik, harga tanah diperkirakan terus membaik pada tahun 2011. Walaupun pasar diperkirakan akan tetap menguat tahun depan, tingkat permintaan pasar diperkirakan tidak mencapai tingkat permintaan sebelum krisis moneter di tahun 1997, namun akan berlanjut ke arah positif

Namun harga sewa diperkirakan akan lebih bersaing didorong oleh tingginya pasokan dari unit kondiminium yang masuk ke pasar sewa. Yang juga diikuti dengan penawaran sewa jangka waktu pendek, seperti sewa mingguan atau harian, yang ditawarkan oleh apartemen servis dan apartemen sewa untuk menyaingi jangka waktu sewa fleksibel yang ditawarkan pemilik unit kondominium sewa.

Walaupun demikian, beberapa apartemen sewa terutama yang dikelola operator bermutu telah menyesuaikan harga sewa seiring dengan kenaikan biaya operasi yang disebabkan kenaikan tarif listrik di bulan Juli 2010 Pada tahun 2010, pasokan kumulatif apartemen sewa meningkat sekitar 7 persen dari tahun sebelumnya menjadi sekitar 39.300 unit.

Penambahan pasokan ini terutama berasal dari kondominium sewa yang berjumlah sekitar 2.500 unit, namun apartemen sewa dan apartemen servis mengalami penurunan pasokan sebesar 52 unit pada tahun 2010 disebabkan konversi unit-unit sewa di Menara Budi dan Residence at Puri Casablanca menjadi unit-unit strata-title. Pasokan baru apartemen sewa di tahun 2011 diperkirakan akan berasal dari apartemen servis atau unit condotel

Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun depan juga diperkirakan berdampak positif terhadap kedatangan para pekerja asing. Permintaan dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan pertambangan, dan telekomunikasi diperkirakan akan tetap aktif demikian juga dengan perusahaan yang terkait dengan bidang perbankan dan keuangan.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Apartemen di Alam Sutera Dijual Rp 292 Juta-Rp 579 Juta

PT Alam Sutera Realty Tbk membangun dua menara apartemen Silkwood Residences di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan. Tinggi dua menara itu masing-masing 21 lantai dan dibangun secara bertahap.

"Menara pertama dinamakan Maple Tower, sedangkan menara kedua Oak Tower," ungkap Senior Corporate Communications Manager PT Alam Sutera Realty Tbk Liza Djohan, Rabu (22/12/2010). Kedua menara itu total memiliki 918 unit dan dijual dengan harga antara Rp 291 juta dan Rp 579 juta per unit.

Direktur Finansial PT Alam Sutera Realty Tbk Joseph Tjong mengatakan, pembangunan apartemen dilakukan karena kebutuhan terhadap hunian tersebut mulai terasa di wilayah Tangerang. "Desakan kebutuhan rumah, terutama bagi mereka yang masih sendiri dan pasangan muda, semakin meningkat sehingga apartemen menjadi salah satu tempat tinggal yang efektif," kata Joseph.

Pembangunan apartemen itu juga, lanjut Joseph, seiring dengan rencana proyek pembangunan Universitas Bina Nusantara di Alam Sutera.

Silkwood Residences merupakan satu dari dua proyek yang akan dibangun Alam Sutera dalam waktu dekat ini. Proyek satunya adalah gedung perkantoran Alam Sutera Office Tower.

"Proyek ini diharapkan sudah bisa dioperasionalkan pada tahun 2012," kata Joseph Tjong dalam acara Ground Breaking Ceremony di lahan kawasan yang akan dibangun, Rabu. Pada saat itu juga dipasang tiang pancang sebagai tanda dimulainya proyek pembangunan apartemen. Sementara itu, pancangan tiang untuk proyek pembangunan gedung perkantoran dilakukan pada tanggal 16 Desember lalu.

Investor Relation PT Alam Sutera Realty Tbk Nathan Tanugraha mengatakan, dari investasi senilai Rp 450 miliar tersebut, sekitar Rp 150 miliar disiapkan untuk gedung perkantoran dan Rp 300 miliar lainnya untuk pembangunan Silkwood Residences Apartment.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/12/22/20381389/Apartemen.di.Alam.Sutera.Dijual.Rp.292.Juta-Rp.579.Juta.-12]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Alam Sutera Targetkan Pendapatan 2011 Capai Rp 1,5 Triliun

Setelah target marketing sales PT Alam Sutera Tbk (ASRI) melampaui target tahun ini, perusahaan properti tersebut semakin yakin menapaki tahun depan. Buktinya, ASRI berani menargetkan pendapatannya dua kali lipat dibandingkan target tahun ini.

"Tahun depan kami targetkan pendapatan mencapai Rp 1,5 triliun," ungkap Direktur Keuangan ASRI Joseph S Tjong di Serpong, Rabu (22/12/2010). Padahal tahun ini saja pendapatan ASRI hanya sekitar Rp 800 miliar.

Joseph pun menuturkan, laba bersih ASRI tahun depan akan mencapai Rp 525 miliar. Angka ini merupakan 35 persen dari total pendapatan ASRI tahun depan. Sementara itu, tahun ini ASRI hanya menargetkan laba bersih sekitar Rp 300 miliar.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Alam Sutera Bangun Perkantoran dan Apartemen

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) kembali melakukan pembangunan dua proyek unggulannya di penghujung tahun ini. Kali ini, perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut memulai pembangunan Alam Sutera Office Tower dan Silkwood Residences Apartment. "Kedua proyek tersebut menelan investasi sekitar Rp 450 miliar," kata Sekretaris Perusahaan ASRI Hendra Kurniawan di Serpong, Rabu (22/12/2010).

Alam Sutera Office Tower akan dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektar dengan luas bangunan mencapai 30.000 meter persegi. Gedung perkantoran ini akan dibangun setinggi 20 lantai dan akan digunakan sebagai kantor pusat ASRI.
-- Hendra Kurniawan

Hendra menjelaskan, untuk membangun Alam Sutera Office Tower, perusahaannya menyiapkan dana hingga Rp 150 miliar. "Sementara Silkwood Residences Apartment sekitar Rp 300 miliar," ungkapnya.

Nantinya, kedua proyek tersebut berada di sisi utara Alam Sutera. Alam Sutera Office Tower akan dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektar dengan luas bangunan mencapai 30.000 meter persegi. Gedung perkantoran ini akan dibangun setinggi 20 lantai dan akan digunakan sebagai kantor pusat ASRI.

Sementara itu, Silkwood Residences Apartment merupakan apartemen pertama yang dibangun di kawasan Alam Sutera. Nantinya apartemen ini akan terdiri dari 918 unit yang terbagi di dua menara.

ASRI pun berniat membangun tiga pilihan tipe untuk menarik minat pembeli, yaitu tipe studio, satu kamar tidur dan dua kamar tidur, yang akan dibangun dengan luas bangunan antara 34,87 meter persegi dan 64,4 meter persegi. Harga yang ditawarkan ASRI pun beragam, mulai dari Rp 292 juta hingga Rp 579 juta.

Sebagai catatan, sepanjang 2010, Alam Sutera sudah melakukan beberapa peluncuran produk, yaitu Ruko Element, Ruko Jalur Sutera, Sutera Palmyra tahap 2 dan 3, Silkwood Residences Apartment, Ruko Spektra, Sutera Renata-Aurora, Sutera Renata-Alba, dan Sutera Feronia Park.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/12/22/14372270/Alam.Sutera.Bangun.Perkantoran.dan.Apartemen-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Sektor Properti Masuki Tahap Pemulihan

Dalam laporan akhir tahun 2010, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mencermati kondisi sektor properti selama kurun dua tahun belakangan mulai memasuki tahap pemulihan, setelah terhempas krisis global pada tahun 2008 lalu.

"Pemulihan sektor properti ini terutama didukung oleh iklim ekonomi dalam negeri yang cukup stabil, sehingga kondusif bagi dunia usaha," kata Setyo Maharso, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) dalam menyampaikan laporan akhir tahun di Senayan City, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Menurut Setyo, indikator ekonomi makro yang ikut mendukung bangkitnya sektor properti adalah nilai tukar rupiah rata-rata dan suku bunga.

"Nilai tukar rupiah rata-rata pada kisaran Rp 9.100 terhadap dollar, dan suku bunga sertifikat Bank Indonesia (BI Rate) terkontrol meskipun ada kenaikan tingkat inflasi," kata Setyo

Menurut catatan REI, kata Setyo, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 yang mencapai angka 4,5 persen sudah membawa pasar properti menjadi stabil.

"Kini di tahun 2010, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,9 persen, tentunya ini sangat mempengaruhi pasar properti yang dirasakan oleh pengembang di seluruh Indonesia," ujarnya.

Untuk proyeksi tahun 2011 nanti, kata Setyo, merujuk prediksi Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan mencapai 6,2 persen, tentunya akan menguntungkan sektor properti.

"Dengan prediksi ini, pasar properti Indonesia akan diincar investor asing, karena itu perlu memperbaiki regulasi kepemilikan asing yang belum kondusif" kata Setyo.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Pebisnis Indonesia Siap Tanam Investasi Hotel di Malaysia

Pebisnis Indonesia siap menguasai pasar perhotelan Malaysia, menyusul upaya mereka mengikuti pameran internasional di Negeri Jiran pada tahun 2011.

Sebagai warga negara Indonesia, kami takkan gentar bersaing dengan Malaysia, termasuk memperluas pasar bisnis ini di sana.
-- Bambang Hermanto

"Sebagai warga negara Indonesia, kami takkan gentar bersaing dengan Malaysia, termasuk memperluas pasar bisnis ini di sana," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surabaya, Bambang Hermanto, di Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PHRI Surabaya, Senin.

Menurut dia, PHRI juga sudah menyediakan anggaran khusus untuk segala pengeluaran selama berpartisipasi dalam pameran di Malaysia. "Untuk memberikan daya tarik bagi pengunjung di pameran tesebut, kami telah mempersiapkan para ’general manager’, baik hotel bintang tiga, empat, maupun lima," ujarnya.

Ia menjelaskan, keikutsertaan di pameran tersebut juga membuktikan bahwa pebisnis hotel Indonesia khususnya dari Surabaya siap bersaing sehat di dunia perhotelan mancanegara. "Untuk itu, kami menjalin kerja sama dengan para ’general manager’ hotel agar meningkatkan standardisasinya terutama dari sisi pelayanan," paparnya.

 Mengenai peningkatan standardisasi itu, ia mengaku, upaya tersebut sangat penting dijalani oleh segala kalangan pengusaha. "Tanpa adanya inovasi maka perkembangan bisnis seorang pengusaha hanya bergerak di tempat," katanya.

Selain itu, tambah dia, standardisasi dan peningkatan inovasi merupakan modal bagi para pengusaha menghadapi persaingan global yang kian ketat. "Apalagi, ke depan tenaga kerja asing misal dari Filipina dan Vietnam datang ke Indonesia dengan biaya tinggi. sehingga sejak dini para pebisnis hotel harus melakukan perubahan dan pembenahan," katanya.

[Sumber: http://properti.kompas.com/index.php/read/2010/12/21/21115582/Pebisnis.Indonesia.Siap.Tanam.Investasi.Hotel.di.Malaysia-12]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!


Monorel Rawa Buntu BSD ke Bandara Soetta Butuh Rp 3 Triliun

Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi Provinsi Banten Muhammad Husni Hasan menjelaskan, pembangunan monorel jurusan Rawa Buntu-Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan membutuhkan biaya Rp 2,5-Rp 3 triliun.

Monorel BSD-Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 28 km melewati 14 selter, yaitu St Rawa Buntu, Griya Loka BSD, BSD Junction, WTC Serpong, Alam Sutera, Gading Serpong, Setos, Modernland, Stasiun Tangerang, Balaikota, Sekar Wangi, St Garuda, dan Terminal 1,2,3

"Perkiraan anggarannya Rp 2,5-Rp 3 triliun, dan dana tersebut tidak sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat, melainkan juga dari pihak swasta dan pemda setempat," katanya di Tangerang, Selasa.

Ketika dikonfirmasi seusai ekspos pembangunan monorel bersama Komisi IV DPRD Provinsi Banten di Bumi Serpong Damai (BSD), Husni menjelaskan, dana pembangunan monorel tergantung hasil pembahasan, tetapi yang pasti tidak berasal dari satu sumber saja.

Pembahasan pra-rancangan monorel dimulai pada awal 2011 dengan melibatkan Pemerintah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan yang akan dilalui jalur monorel itu. "Karena pembangunan melalui dua wilayah, maka akan ditangani langsung oleh Dishub Provinsi Banten," katanya menjelaskan.

Husni juga menjelaskan, pembangunan monorel ditujukan untuk mengurangi beban kemacetan di sekitar wilayah Serpong dan Rawa Buntu, yang saat ini ruas jalannya lebih dimonopoli oleh kendaraan pribadi, terutama roda dua.

Berdasarkan data Dishubkominfo Kota Tangerang Selatan, jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Raya Serpong dalam satu jam mencapai 9.200 unit. "Kondisi lalu lintas di Serpong sudah sangat krusial sehingga perlu dilakukan tambahan transportasi, yakni dengan membangun monorel," katanya.

Keuntungan monorel yaitu mengurangi biaya perjalanan yang dikeluarkan oleh warga. Sebab, untuk tiket perjalanan dari Rawa Buntu-Bandara Soekarno-Hatta hanya dikenakan sebesar Rp 20.000, dengan jumlah penumpang dalam setahun diprediksi 38 juta jiwa. "Untuk keuntungan dari jumlah penumpang diperkirakan bisa mencapai Rp 144 miliar per tahunnya sehingga sangat menguntungkan," katanya.

Pembangunan monorel akan dimulai dari Stasiun KA Rawa Buntu, Serpong, hingga Bandara Soekarno-Hatta dengan jarak 28 kilometer. Rute yang akan dilewati monorel tersebut melewati 14 selter, yakni Stasiun Rawa Buntu, Selter Griya Loka (BSD), BSD Junction, WTC Serpong, dan Alam Sutera.

Kemudian, Gading Serpong, Serpong Town Square, Modernland, Stasiun Tangerang, Balaikota Tangerang, Sekar Wangi, Stasiun Garuda, dan Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Ada enam alasan Pemprov Banten memilih moda transportasi monorel itu, yakni pembebasan lahan tidak memerlukan biaya besar karena infrastruktur berada di atas jalan raya dan lebar Jalan Raya Serpong yang cukup lebar, yakni mencapai 30 meter.

Selanjutnya, dapat melibatkan pihak pengembang perumahan serta pengelola pusat perbelanjaan dan apartemen, dan arak tempuh sekitar 28 km yang hanya membutuhkan waktu singkat selama 20 menit.

Alasan lainnya, dapat dioperasikan oleh Pemprov Banten untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kemudian, Jalan Raya Serpong yang panjangnya mulai dari Tol Taman Tekno hingga Alam Sutera BSD dengan jarak 14 km.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!