Tampilkan postingan dengan label proeperti unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label proeperti unik. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 April 2011
Tips Menata Rumah Mungil
Memiliki rumah mungil dengan luas tanah sekitar 105 meter persegi, bukan berarti menjadi masalah menjadikannya menarik. Rumah mungil tetap nyaman asalkan Anda tahu cara menyiasatinya.
Kunci kenyamanan tinggal di rumah dengan lahan yang terbatas ialah pemilik rumah harus memperhatikan pembagian ruangan berdasarkan fungsinya. Kebutuhan akan ruang di dalam rumah mungil harus diatur secara efektif dan efisien.
Berikut beberapa langkah yang bisa Anda pertimbangkan:
1. Manfaatkan Ruang dengan Efisien Cermati ruang-ruang kosong yang ada di rumah, manfaatkan untuk meletakkan barang. Misalnya di bawah tangga, Anda dapat menempatkan perabotan atau perkakas atau sebagai storeage. Bisa juga di bawah wastafel untuk menyimpan barang.
2. Perhatikan Faktor Pencahayaan dalam Ruang Sinar cahaya lampu yang Anda dapat manfaatkan berwarna kuning dan putih. Cahaya lampu berwarna kuning memberi kesan lebih hangat, alami, dan romantis. Sementara cahaya lampu berwarna putih memberi kesan formal, luas, dan bersahabat. Perhatikan juga jarak penempatan lampu di tiap ruangan.
3. Atur Letak Jendela dan Tepat Memilih Kaca Peletakkan jendela harus tepat posisinya, begitu juga pemakaian kaca di dalam rumah dapat membuat rumah terlihat lebih luas. Pakailah ukuran jendela yang tidak besar dan kaca tidak bermotif. Jendela dipasang dengan posisi tepat agar dapat menyerap sinar matahari, memberi kehangatan, dan membantu sirkulasi udara dalam rumah.
4. Cat Dinding dengan Warna Terang Sebaiknya Anda memilih warna-warna terang untuk dinding, pasalnya warna gelap akan memberi kesan ruangan lebih sempit dan lesu. Kalau Anda senang memakai wallpaper, pilihlah yang bermotif ringan dan berwarna lembut, motif misalnya garis tipis, atau kotak tipis, tujuannya untuk mengistirahatkan pandangan mata.
5. Tangga Dibuat Ringan Bila rumah mungil Anda terdiri dari dua lantai, sebaiknya memilih tangga dari bahan yang ringan karena akan terlihat tidak memakan ruangan yang sudah sempit. Di bawah tangga bisa dimanfaatkan menempatkan barang. Namun, hindari menumpuk barang disitu karena ruangan akan terlihat berantakan.
6. Pemilihan Furnitur Sebaiknya Anda memilih furnitur dengan desain sederhana. Pilih juga warna furnitur yang lembut, tujuannya agar menghasilkan efek luas dan ringan. Sebagai sentuhan alam, masukkan unsur-unsur alam seperti tanaman dalam pot atau bunga di dalam rumah.
7. Pakailah Cermin Cermin dapat dipasang pada sudut rumah tertentu di dalam rumah. Seperti diketahui, kegunaannya selain untuk mematut diri dapat juga menyiasati ruang yang sempit. Cermin tidak usah terlalu besar, dan terlalu banyak, tempatkan di satu sudut dan berfungsi memberi kesan luas di dalam ruangan.
Selamat Mencoba!
Sumber : www.properti.kompas.com/Tips.Menata.Rumah.Mungil.
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Senin, 25 April 2011
Dapur Putih, Kenapa Tidak?
MENGAPLIKASIKAN warna putih di dapur membutuhkan kecermatan dan kejelian si penghuni rumah. Warna putih akan memberi kesan dapur Anda lebih lapang dan bersih. Namun warna ini sering kali dihindari karena dinilai cepat kotor apalagi di ruangan dapur yang memiliki banyak aktivitas.
Warna putih identik dengan kesan clean, terang, dan lapang. Namun, terkadang penerapannya jadi persoalan tersendiri bagi pemilik rumah. Kesan dingin dan mudah kotor menjadi penyebab orang enggan menerapkan warna primer ini.
Padahal jika Anda cermat, warna putih bisa tampil cantik secara maksimal, sama seperti warna pada umumnya di rumah. Tinggal bagaimana Anda mengaplikasikannya menjadi lebih menarik. Terlebih jika penerapannya di dapur.
Di area inilah penghuni rumah menyiapkan, mengolah, dan memasak makanan untuk seluruh anggota keluarga. Berhubung aktivitasnya berkaitan dengan makanan, maka kebersihan dan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan. Artinya, dapur tidak hanya membutuhkan sirkulasi gerak, cahaya, dan udara yang lancar, tapi juga kebersihan yang menjadi hal utama. Nah, kebersihan inilah yang biasanya diidentikkan dengan warna putih.
Meski demikian, bagi sebagian orang, putih tetaplah menjadi warna yang sering dihindari, walaupun sebenarnya warna putih bisa secara otomatis menuntut kita untuk berperilaku bersih.
Lantas, apa untungnya mengaplikasikan warna putih? Kita tahu, putih identik dengan kesan bersih dan lapang. Tak pelak, setiap orang yang melihat atau berada di dalam ruang tersebut merasakan kesan lega dan bersih.
“Hal itu dikarenakan putih memiliki asosiasi pada ‘kebersihan’ dan kesucian juga terang, sehingga berpengaruh terhadap orang yang melihatnya sebagai konsep ruang yang tampak ‘bersih’ sekaligus lapang,” kata arsitek Probo Hindarto.
Netral dan fleksibel adalah keunggulan lain warna putih. Artinya, bila Anda ingin memadukan putih dengan warna lain, tentu akan lebih mudah karena sifatnya yang netral itu.
Kendati demikian, warna putih juga memiliki kelemahan, yakni konsepnya yang dingin dan membosankan. Untuk itu, penghuni rumah harus pintar mengaplikasikannya, terkhusus di area dapur.
Menurut arsitek Yos Villys Yoenan, dapur justru biasanya memakai warna terang. Karena itu, warna putih sangat bagus jika diterapkan di dapur. Hanya, memang jarang sekali orang mau dapurnya dibuat dominan putih. Kalaupun diaplikasikan, biasanya penerapannya dilakukan pada top table dan beberapa pintu perkakas atas saja.
“Padahal menurut saya, warna putih bagus bila diterapkan di dapur. Dengan begitu, image bersih akan melekat dan secara otomatis semua peralatan yang tertata rapi di sana akan mengikuti image tersebut,” ujar Yos.
Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mengaplikasikan putih. Yang pertama, perhatikan kebiasaan Anda sebagai pemilik rumah. Bila Anda memiliki kebiasaan kurang rapi, sebaiknya hindari penerapan warna putih pada bahan furnitur yang sulit dibersihkan. Sebab, jika memaksa mengaplikasikannya, ruang malah akan tampak kotor.
Sebagai cara alternatif, Anda dapat mengaplikasikannya pada bagian dinding atau bisa juga dengan memasang keramik dinding yang punya warna dasar putih. Jadi, walaupun terkena cipratan noda, dinding tetap mudah dibersihkan.
“Selain itu, aplikasi putih juga dapat dilakukan pada top table yang terbuat dari solid surface karena masih mudah dibersihkan. Asalkan jangan memakai marmer atau granit putih, karena di dapur kotor sering kali noda meresap ke dalamnya,” saran Yos.
Guna memaksimalkan warna putih agar tampil lebih menarik, maka kontraskan dia dengan warna berat.
“Putih adalah warna netral, jadi tidak bakal melemahkan warna lain. Namun, Anda juga bisa memperindahnya dengan warna krem sehingga warnanya sepadan atau soft atau juga bisa kontras sekalian dengan warna hitam,” ungkap Yos.
Selain itu, pertimbangkan pula apakah warna putih tersebut dapat dicampur dengan sedikit warna lain agar tidak monoton dan membosankan. Caranya, gunakan sedikit campuran warna yang bersifat bisa memberikan kesan menarik pada warna putih. Salah satunya dengan memperhatikan jenis perabot atau furnitur yang digunakan.
Khusus soal pencahayaan yang cocok, Yos mengatakan, ruang yang dominan putih bisa menggunakan cahaya berwarna putih atau kuning karena warna putih masih bisa terlihat menarik baik dengan skema cahaya putih ataupun kuning.
“Jadi menurut saya, pencahayaan apa pun di ruang serbaputih tetap sah-sah saja. Tergantung kenyamanan penggunanya,” imbuh dia.
Namun, pencahayaan jangan hanya mengandalkan lampu di atas plafon karena tanpa disadari bayangan Anda bisa menutupi lampu. Kalau sudah begitu, kegiatan memasak pun akan terganggu. Untuk itu, gunakanlah lampu tambahan di tempat-tempat yang tepat. Letakkanlah lampu di bagian bawah belakang ktchen set.
Sumber : www.lifestyle.okezone.com/dapur-putih-kenapa-tidak
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Warna putih identik dengan kesan clean, terang, dan lapang. Namun, terkadang penerapannya jadi persoalan tersendiri bagi pemilik rumah. Kesan dingin dan mudah kotor menjadi penyebab orang enggan menerapkan warna primer ini.
Padahal jika Anda cermat, warna putih bisa tampil cantik secara maksimal, sama seperti warna pada umumnya di rumah. Tinggal bagaimana Anda mengaplikasikannya menjadi lebih menarik. Terlebih jika penerapannya di dapur.
Di area inilah penghuni rumah menyiapkan, mengolah, dan memasak makanan untuk seluruh anggota keluarga. Berhubung aktivitasnya berkaitan dengan makanan, maka kebersihan dan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan. Artinya, dapur tidak hanya membutuhkan sirkulasi gerak, cahaya, dan udara yang lancar, tapi juga kebersihan yang menjadi hal utama. Nah, kebersihan inilah yang biasanya diidentikkan dengan warna putih.
Meski demikian, bagi sebagian orang, putih tetaplah menjadi warna yang sering dihindari, walaupun sebenarnya warna putih bisa secara otomatis menuntut kita untuk berperilaku bersih.
Lantas, apa untungnya mengaplikasikan warna putih? Kita tahu, putih identik dengan kesan bersih dan lapang. Tak pelak, setiap orang yang melihat atau berada di dalam ruang tersebut merasakan kesan lega dan bersih.
“Hal itu dikarenakan putih memiliki asosiasi pada ‘kebersihan’ dan kesucian juga terang, sehingga berpengaruh terhadap orang yang melihatnya sebagai konsep ruang yang tampak ‘bersih’ sekaligus lapang,” kata arsitek Probo Hindarto.
Netral dan fleksibel adalah keunggulan lain warna putih. Artinya, bila Anda ingin memadukan putih dengan warna lain, tentu akan lebih mudah karena sifatnya yang netral itu.
Kendati demikian, warna putih juga memiliki kelemahan, yakni konsepnya yang dingin dan membosankan. Untuk itu, penghuni rumah harus pintar mengaplikasikannya, terkhusus di area dapur.
Menurut arsitek Yos Villys Yoenan, dapur justru biasanya memakai warna terang. Karena itu, warna putih sangat bagus jika diterapkan di dapur. Hanya, memang jarang sekali orang mau dapurnya dibuat dominan putih. Kalaupun diaplikasikan, biasanya penerapannya dilakukan pada top table dan beberapa pintu perkakas atas saja.
“Padahal menurut saya, warna putih bagus bila diterapkan di dapur. Dengan begitu, image bersih akan melekat dan secara otomatis semua peralatan yang tertata rapi di sana akan mengikuti image tersebut,” ujar Yos.
Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk mengaplikasikan putih. Yang pertama, perhatikan kebiasaan Anda sebagai pemilik rumah. Bila Anda memiliki kebiasaan kurang rapi, sebaiknya hindari penerapan warna putih pada bahan furnitur yang sulit dibersihkan. Sebab, jika memaksa mengaplikasikannya, ruang malah akan tampak kotor.
Sebagai cara alternatif, Anda dapat mengaplikasikannya pada bagian dinding atau bisa juga dengan memasang keramik dinding yang punya warna dasar putih. Jadi, walaupun terkena cipratan noda, dinding tetap mudah dibersihkan.
“Selain itu, aplikasi putih juga dapat dilakukan pada top table yang terbuat dari solid surface karena masih mudah dibersihkan. Asalkan jangan memakai marmer atau granit putih, karena di dapur kotor sering kali noda meresap ke dalamnya,” saran Yos.
Guna memaksimalkan warna putih agar tampil lebih menarik, maka kontraskan dia dengan warna berat.
“Putih adalah warna netral, jadi tidak bakal melemahkan warna lain. Namun, Anda juga bisa memperindahnya dengan warna krem sehingga warnanya sepadan atau soft atau juga bisa kontras sekalian dengan warna hitam,” ungkap Yos.
Selain itu, pertimbangkan pula apakah warna putih tersebut dapat dicampur dengan sedikit warna lain agar tidak monoton dan membosankan. Caranya, gunakan sedikit campuran warna yang bersifat bisa memberikan kesan menarik pada warna putih. Salah satunya dengan memperhatikan jenis perabot atau furnitur yang digunakan.
Khusus soal pencahayaan yang cocok, Yos mengatakan, ruang yang dominan putih bisa menggunakan cahaya berwarna putih atau kuning karena warna putih masih bisa terlihat menarik baik dengan skema cahaya putih ataupun kuning.
“Jadi menurut saya, pencahayaan apa pun di ruang serbaputih tetap sah-sah saja. Tergantung kenyamanan penggunanya,” imbuh dia.
Namun, pencahayaan jangan hanya mengandalkan lampu di atas plafon karena tanpa disadari bayangan Anda bisa menutupi lampu. Kalau sudah begitu, kegiatan memasak pun akan terganggu. Untuk itu, gunakanlah lampu tambahan di tempat-tempat yang tepat. Letakkanlah lampu di bagian bawah belakang ktchen set.
Sumber : www.lifestyle.okezone.com/dapur-putih-kenapa-tidak
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Jumat, 15 April 2011
Arsitek Buka Konsultasi di Kecamatan
JAKARTA, Jasa arsitek bukan sesuatu yang mahal. Begitulah yang diungkapkan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Her Pramtama. Karena itu, IAI membuka pelayanan masyarakat dengan melayani konsultasi di empat kecamatan.
"Kami merasa perlu mengubah pemikiran masyarakat, yang memandang menggunakan jasa arsitek itu mahal. Untuk itu kami IAI yang ada di Jakarta mengadakan program pendekatan kepada masyarakat," katanya kepada wartawan seusai pembukaan pameran bahan bangunan dan jasa arsitektur 2011 di Jakarta Convention Center, Kamis (14/4/2011).
Her mencontohkan misalnya masyarakat sakit maka ia harus pergi ke dokter. Jika masyarakat membutuhkan konsultasi untuk rumah sehat maka datang ke arsitek. "Kami bisa sebagai tempat masyarakat bertanya bagaimana membuat rumah sehat. Bentuknya gratis untuk informasi. Namun, kalau sudah masuk proyek nanti disesuaikan kesepakan antara arsitek dan pemesannya," katanya.
Her Pramtama mengatakan program pengabdian masyarakat ini diadakan setiap hari kamis di empat kecamatan, yakni Kebayoran Lama, Kelapa Gading, Menteng, dan Kebon Jeruk. "Ini masih tahap pertama mungkin dalam satu tahun ini, kami lihat dulu responnya seperti apa. Kalau nanti memuaskan bisa kami usahakan di seluruh kecamatan di Jakarta," katanya.
Sumber : www.properti.kompas.com/Arsitek.Buka.Konsultasi.di.Kecamatan
Rabu, 15 September 2010
Bangunan Dari Barang Rongsokan dan Sampah
Proyek yang satu ini patut mendapatkan acungan jempol dari siapapun. Sampah2 plastik yang tidak terpakai bisa dioleh dan dibentuk menjadi sebuah bangunan “gedung” megah dengan tumpukan yang tertata dengan rapi.
Proyek hijau ini sangat membantu dunia di dalam menghadapi polusi dan global warming yang menyulut El Nino, penipisan dan pelubangan ozon dan hal2 yang berkaitan dengan lingkungan yang rusak. Di Rotterdam ini sedang digarap secara serius proyek recycle sampah dan rongsokan, bahkan di masa depan, akan dibikin sampan dari plastik bekas, rumah dari bahan rongsokan yang tidak terpakai, jadi sangat efektif ketika bahan bangunan dari kayu sudah mahal, proyek yang tidak pernah dipikirkan menjadi sesuatu yang amat sangat berguna bagi manusia dan lingkungan.
[Sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?s=4c7ef3e6a448ace6ee721cb59a4666fd&t=4931622 ]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Proyek hijau ini sangat membantu dunia di dalam menghadapi polusi dan global warming yang menyulut El Nino, penipisan dan pelubangan ozon dan hal2 yang berkaitan dengan lingkungan yang rusak. Di Rotterdam ini sedang digarap secara serius proyek recycle sampah dan rongsokan, bahkan di masa depan, akan dibikin sampan dari plastik bekas, rumah dari bahan rongsokan yang tidak terpakai, jadi sangat efektif ketika bahan bangunan dari kayu sudah mahal, proyek yang tidak pernah dipikirkan menjadi sesuatu yang amat sangat berguna bagi manusia dan lingkungan.
[Sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?s=4c7ef3e6a448ace6ee721cb59a4666fd&t=4931622 ]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya :-)
Langganan:
Postingan (Atom)


























