Jumat, 26 Agustus 2011

Kredit Properti Melonjak, BI Waspadai Aksi Spekulasi

Jakarta - Pertumbuhan kredit properti alias perumahan terus menunjukkan perningkatan yang signifikan. Hingga Juni 2011 total kredit properti (year to date) mencapai Rp 17,9 triliun. Bank Indonesia (BI) mewaspadai penyerapan kredit properti ini jangan sampai dominan bertujuan sebatas spekulasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso dalam acara bincang bersama media (BBM), di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (26/8/2011)

"Konsumsi, kita lihat kemana larinya? Bukan membahayakan seluruhnya. Yang bahaya adalah spekulasi properti. Kalau Indonesia, penduduk banyak, pembelian rumah naik. Itu ga apa-apa. Tapi kalau spekulasi? Kan tidak ada multiplayer effect," jelas Wimboh.

Kredit konsumsi hingga Juni, berdasarkan catatan BI memang telah meningkat 23,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai kredit konsumsi (Januari-Juni) mencapai Rp 66,2 triliun, dari total keseluruhan Rp 207,9 triliun.

"Sisanya disumbang oleh kredit produktif. Dimana kredit modal kerja mencapai Rp 60,1 triliun dan kredit investasi Rp 68,5 triliun," katanya. Tren kenaikan kredit produktif sudah cukup baik dan sesuai dengan imbauan BI.

Sepanjang semester I-2011 ini, beberapa sektor yang biasa mencatat negatif growth kini telah membaik. Wimboh menyebut kredit perdagangan kini sudah mencapai Rp 19,3 triliun. Pun demikian dengan kredit konstruksi yang telah mencapai Rp 5,6 triliun.

"Untuk kredit jasa dunia usaha telah mencapai Rp 22 triliun, pengangkutan Rp 9,4 triliun, listrik Rp 6,5 triliun, kredit industri Rp 24,7 triliun," paparnya.

"Ini tanda bangus. Sudah on track. Tinggal menjaga momentum. Mungkin ada kekhawatiran dari business plan 56,8%. Kita yakin sampai dengan akhir tahun tumbuh agak lebih cepet," tegas Wimboh.

Pertumbuhan kredit konsumsi, lanjut Wimboh sudah hampir menyentuh ambang batas yang ditentukan bank sentral. Untuk itu penting bagi BI melakukan penelaahan lebih lanjut.

"Keseluruhan kan tumbuh, namun kita perhatikan tidak lebih dari ambang batas. Kita kaji, BI akan lihat lebih detail kredit konsumsi. Baik dari segi prudensial bank dan lembaga pengawasnya," imbuhnya.

Sumber : www.finance.detik.com/kredit-properti-melonjak-bi-waspadai-aksi-spekulasi

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar