Selasa, 28 September 2010

Chinatrust Gandeng Enam Agen Properti Nasional

JAKARTA - Bank Chinatrust Indonesia (BCI) resmi meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bekerjasama dengan enam agen properti dan dua perusahaan asuransi terkemuka. Manajemen BCI mengaku optimistis pasar properti di Indonesia akan terus tumbuh, sehingga memberi peluang usaha yang baik bagi perusahaan.

"Prospek bisnis properti tahun 2011 mendatang cukup positif dan sangat baik. Kami harapkan akan dapat terus meningkat. BCI optimis akan berhasil menembus pasar. Tentunya dengan dukungan dan kerja sama para mitra," kata President Director BCI, Peter Liu, di Gedung World Trade Center (WTC) HSBC, Jakarta, Senin (27/9).

Peter mengatakan, pasar menengah atas merupakan sasaran target BCI yang membeli properti di lokasi yang marketable. Dijelaskan, proses pengajuan dan persetujuan kredit dibuat sefleksibel mungkin, agar keputusan kredit dapat disampaikan ke calon debitur dalam waktu singkat.

Komitmen lainnya, lanjut Peter, adalah after sales service yang diupayakan untuk dapat membuat nasabah nyaman selama bertransaksi dengan BCI. Selain itu, BCI juga menyediakan kredit/pinjaman untuk membiayai Commercial Property, yaitu pembiayaan pembelian properti untuk tujuan bisnis, dengan maksimal pemberian kredit sebesar Rp 10 miliar.

"Komitmen kami cukup tinggi dalam mengupayakan pengembangan KPR di masa yang akan datang. Karenanya, BCI menyiapkan dana yang cukup besar untuk disalurkan ke pasar. Bila respon pasar cukup baik terhadap KPR Chinatrust ini, tentunya jumlah dana tersebut dapat terus ditingkatkan," imbuh Senior Vice President BCI, Camilla Liu, yang membawahi Retail Banking Group di BCI.

Camilla menjelaskan, target peluncuran KPR Chinatrust sampai akhir tahun 2010 ini adalah Rp 200 miliar. Sementara tahun depan pertumbuhan kredit perumahan dari produk KPR diharapkan dapat meningkat hingga 250 persen. Meskipun sudah mengalami krisis ekonomi berkali-kali dan kredit properti menjadi salah satu penyebabnya, terang Camilla, KPR di Indonesia selama ini menunjukkan tingkat NPL yang relatif sangat rendah.

Hal ini, lanjutnya pula, dikarenakan kebutuhan pokok perumahan masyarakat di Indonesia belum terpenuhi 100 persen. Menurutnya, jaminan KPR sangat sesuai dengan profil debitur, yakni individual/perorangan yang memiliki penghasilan tetap. "Dengan pertimbangan ini, kantor pusat BCI di Taiwan (Chinatrust Commercial Bank/CTCB) dan BCI optimis ke depan KPR dapat dikembangkan dan memberikan hasil yang baik," ungkapnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Camilla menjelaskan, manajemen BCI berharap dapat masuk dalam Top 10 bank swasta nasional di bidang pembiayaan KPR di Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, di tahap awal bank asal Taiwan ini menggandeng enam agen properti terbesar di Indonesia, yakni ERA Indonesia, Ray White, Century 21, LJ Hooker, Coldwell Banker, serta Harcourt. Sedangkan dari sisi asuransi dan perlindungan, BCI juga menggandeng dua perusahaan asuransi dengan reputasi terpercaya, yaitu PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas.

Untuk diketahui, menurut pihak BCI, perjanjian dengan rekanan dilakukan dalam bentuk Kesepakatan Kerja Sama (KKS) yang berisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Perjanjian ini berlaku sampai dengan 3 (tiga) tahun sejak tanggal penandatanganannya dan akan diperpanjang secara otomatis, sesuai kesepakatan antara BCI dengan para mitra. Sementara disebutkan pula, hingga akhir tahun 2009 lalu, total penyaluran kredit BCI sendiri mencapai Rp 3,1 triliun, di mana 88 persen merupakan kredit korporasi dan kredit UKM. Sedangkan 12 persen lainnya merupakan Indonesia Overseas Worker (IOW) atau pinjaman untuk TKI yang akan bekerja di Taiwan, serta Unsecured Personal Loan.

[Sumber:http://www.jpnn.com/read/2010/09/27/73185/Chinatrust-Gandeng-Enam-Agen-Properti-Nasional]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar