Senin, 20 September 2010

Properti "Booming" Usai Lebaran

Pelaku properti menyambut periode usai perayaan Lebaran, sebagai momen kebangkitan properti. Beberapa indikasi menguatkan prediksi itu, salah satunya mulai dilaksanakannya proyek-proyek pemerintah pada semester II-2010, sehingga mampu mendorong roda perekonomian daerah.

“Saya pikir, usai Lebaran properti akan semakin baik saja. Kalau dibandingkan awal hingga pertengahan tahun, selama semester kedua, khususnya setelah Idul Fitri, properti makin 'booming'. Permintaan perumahan lebih baik,” papar Direktur Asia Bisnis Center Tomi Wistan, di Medan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, permintaan rumah tidak hanya terjadi di segmen menengah ke bawah, yang selama ini memiliki pangsa pasar cukup besar, bila dibandingkan pasar middle-up. Market rumah di kisaran Rp 250 juta ke bawah dan lebih di atas itu, akan semakin diminati. Pengembang, kata Tomi, semakin jeli melihat peluang pasar yang berpotensi digarap. Ironisnya, belum ada pemain yang melirik ke daerah dimaksud. Kawasan perkebunan, misalnya, belum banyak pengembang yang berani menjajal konsumen di daerah itu. Padahal, pasarnya luar biasa. "Potensinya cukup besar. Jika pengembang berani mengambil langkah ekspansi menggarap market di sana,” sebut Tomi yang banyak mengembangkan bisnis perumahan berlokasi di luar Kota Medan ini.

Sekum DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumut, Jafar Syahbuddin Ritonga, mengakui, adanya kenaikan daya beli di sektor perumahan setelah Lebaran. Tingginya animo masyarakat membeli properti, dipicu rencana pemerintah menaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dalam waktu dekat. “Secara tidak langsung, minat konsumen terhadap properti bertambah. Belum lagi proyek pemerintah makin gencar, hingga akhir tahun nanti. Diperkirakan bisa lebih baik di kisaran 10 hingga 20 persen, ketimbang periode semester lalu,” paparnya.

Selain itu, tren penguatan harga komoditas perkebunan merangsang minat beli masyarakat. Tak heran, permintaan properti tak hanya datang dari pembeli di kota, tetapi juga berasal dari luar Medan, khususnya di sentra perkebunan. “Lihat saja, daerah yang memiliki sentra perkebunan seperti Penyambungan, Ranto Prapat jauh lebih maju dari sisi ekonomi daripada kawasan pertanian. Jadi gak heran, kalau permintaan properti di sana lumayan bagus. Makanya, ada satu dua anggota yang berani bermain ke sentra perkebunan seperti di Bagan Batu,” tandasnya.

[Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=45567:properti-qboomingq-usai-lebaran&catid=27:bisnis&Itemid=59 ]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar