Senin, 20 September 2010

Saatnya Saham Properti Menguat

Jakarta - Saham properti adalah sektor terakhir yang berpeluang menguat dalam siklus pergerakan bursa. Mana saja saham yang menarik versi analis?

Saham sektor properti pada perdagangan Jumat (17/9) sesi pertama memimpin penguatan dilihat dari persentase yakni naik 3,47% ke 183,36. Beberapa saham yang menguat antara lain PT Bakrieland Development (ELTY) naik 16,6% ke Rp147 dan PT Bukit Sentul (BKSL) terangkat Rp5 (4,4%) ke Rp119 per lembar.

Demikian juga saham PT Ciputra Property (CTRP) naik Rp5 (1,5%) ke Rp330, PT Ciputra Development (CTRA) terangkat Rp10 (2,7%) menjadi Rp375, PT Alam Sutera Realty (ASRI) menguat Rp6 (3,1%) ke Rp199 dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE) melambung Rp50 menjadi Rp880.

Yuganur Wijanarko, analis dari HD Capital menilai, memang sudah waktu saham sektor properti pada akhir pekan ini mengalami penguatan. Setelah sektor konsumsi dan komoditas terapresiasi, kini giliran properti sebagai sektor terakhir, untuk menguat.

Hal ini akan berlangsung paling tidak hingga pekan depan.”Apalagi sektor properti belum mengalami kenaikan yang maksimal, seiring penguatan IHSG,” katanya kepada INILAH.COM, Jumat (17/9).

Selain dipicu faktor siklus, sektor properti juga menguat didukung suku bunga BI rate yang diekspektasikan masih rendah, berlanjut pada peningkatan daya beli masyarakat dan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). “Sentimen positif lain berasal dari kondisi ekonomi domestik yang kondusif,” ujarnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan adalah ELTY dan BKSL. Menurutnya, spekulasi pemindahan ibukota Jakarta ke daerah Jonggol, Jawa Barat, yang sebenarnya sudah ada sejak 1980-an, menjadi katalisnya. “Saham-saham properti yang selama ini tidur pun mulai bergerak,” katanya.

ELTY telah mengakuisisi 51% saham Bukit Jonggol senilai Rp1,9 triliun dan saham BKSL sebesar 20% senilai Rp150 miliar. Dana tersebut telah didapatkan dari hasil rights issue. Perseroan pun akan menyuntikkan dana untuk pengembangan infrastruktur Bukit Jonggol sebesar Rp450-500 miliar, dari anggaran Rp5 triliun untuk 10 tahun.

Sebesar Rp300 miliar akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur dalam dua tahun ke depan. Sedangkan Rp150-200 miliar untuk membangun jalan yang menghubungkan Bukit Jonggol dan Bukit Sentul yang panjangnya mencapai 8-10 km.

Sedangkan saham BKSL dinilai Yuga menarik, karena turn around story pascaakuisisi oleh Bakrie. “Rekomendasi beli dengan target harga Rp135,” ujarnya.

Di sisi lain, Robin Setiawan, analis pasar modal memilih saham ASRI. Dengan fundamental cukup baik, penjualan hingga akhir tahun diprediksi bisa tembus Rp600 miliar. Selain itu, indikator teknis menunjukkan peluang naik dan didukung volume yang cukup besar. “Rekomendasi beli dengan target harga jangka pendek Rp225,” ucapnya.

Sementara Indosurya Securities merekomendasikan beli untuk beberapa saham sektor properti, terkait faktor teknikalnya. Untuk saham BKSL, direkomendasi trading buy di kisaran Rp111-115, dengan level support di Rp108 dan resistance di Rp120. “Target harga BKSL jangka pendek ada di Rp130 menengah di Rp135,” ujarnya.

Saham PT Duta Graha Indah (DGIK) juga mendapat rekomendasi trading buy di kisaran Rp87-90. Level support DGIK ada di Rp87 dan resistance di Rp95. “Untuk jangka pendek, target harga ada di Rp97 dan jangka menengah di Rp99,” katanya. [mdr]

[Sumber: http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/09/17/826641/saatnya-saham-properti-menguat/ ]

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar